HSDS2019

HSDS2019

Rabu, 28 Februari 2018

Xu Zhu

Xu Zhu (nama biksu Xu Zhuzi) adalah salah satu dari 3 tokoh utama novel Demi Gods and Semi Devils (pendekar dari negeri tayli) karya Jin Yong. Dia adalah seorang biksu dan murid Shaolin. Dia dibesarkan di lingkungan Shaolin sejak kecil (bahkan sejak bayi) dan tidak pernah keluar , itu yang membuatnya pemikiran dia menjadi polos dan lugu. Dia pertama kali keluar disaat mencari kabar guru shaolinnya yang lama tidak kembali.

Xu Zhu tidak memiliki talenta bakat yang tinggi akan ilmu silat, selama belasan tahun berlatih di Shaolin, dia hanya mampu menguasai 2 ilmu dari 72 ilmu silat Shaolin , itu pun kedua ilmunya adalah ilmu yang termasuk paling dasar. Sebenarnya dia juga tidak bodoh, tetapi dia juga tidak fokus terhadap belajar ilmu silat, sebagian waktunya digunakan untuk meditasi dan mempelajari buddhisme. Saat umur 16 tahun, dia diajarin ilmu Tinju Luohan oleh biksu XuanDu. Xuzhu memiliki kepribadian yang polos, baik, dan selalu berusaha berbuat kebajikan dan menghindari kelakuan buruk ataupun berbuat dosa, tapi karena hal itu juga yang membuatnya menjadi sasaran empuk dikerjain/dipermainkan oleh orang licik, seperti yang dilakukan oleh A'Zi.

Xuzhu nantinya mengangkat saudara dengan Duan Yu, dan karena umurnya lebih tua tiga tahun dari Duan Yu, maka dia menjadi kakak angkat. Melalui Duan Yu ini juga lah nantinya dia menjadi saudara angkat  dengan Xiao Feng biarpun tidak mengangkat sumpah saat di Shaolin. Xuzhu suatu waktu berhasil memecahkan formasi catur dengan bantuan Duan Yanqing, akhirnya dia bertemu dengan ketua dari partai hidup bebas, yang dimana sang ketua memberikan tenaga dalam yang telah dihimpunnya selama tujuh puluh tahun kepada Xuzhu. Xuzhu harus rela kehilangan semua tenaga dalam Shaolin-nya yang telah dilatih sejak kecil, tetapi sebagai gantinya mendapatkan tenaga dalam lain yang jauh lebih besar.

Takdir membawa Xu Zhu terpaksa harus rela melepaskan status biksunya dan masuk kedalam duniawi , padahal itu bukan keinginannya . Xuzhu dikeluarkan dari Shaolin. Pada akhirnya dia menjadi pemimpin dari Sekte Bebas (xiaoyao sect) dan istana Lingjiu (lingjiu palace), serta menikahi tuan putri dari negara Xia Barat. Dia juga ditugasi oleh Xiao Feng untuk mewariskan ilmu tongkat pemukul anjing dan 18 tapak naga (28 tapak naga disederhanakan oleh Xiao Feng menjadi 18 tapak naga yang kita kena di trilogy condor heroes) kepada ketua partai pengemis selanjutnya (yang saat itu masih vakum).


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BIODATA

Ayah: Xuan Ci
Ibu: Ye Erniang
Saudara angkat: Duan Yu, Xiao Feng
umur: 23-24 tahun

Hubungan Asmara: putri negara Xi Xia / putri Yinchuan / Li Qinglu

Guru:
  • Huilun (resmi)
  • Wuyazi (tidak resmi)
  • Tianshan Tonglao (tidak resmi)
senjata: tidak ada

Partai/Sekte/Aliran/Organisasi:
  • Shaolin (mantan murid)
  • Lingjiu Palace (ketua)
  • Xiao Yao sect (ketua)
  • Mute-Deaf sect
  • 72 islands and 36 caves organization (aliansi, para anggota bersedia mengikuti perintah)
  • Xi Xia (western xia)
  • Xingxiu sect (setelah ketua mereka tidak ada, mereka memohon Xu Zhu guide mereka)
  • Limitless sword sect (dibawah perintah Lingjiu)
  • Divine Farmer / Shennong sect (dibawah perintah Lingjiu)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ilmu Silat
  • Tapak 6 Yang (Tian Shan 6 Yang Zhang) - juga digunakan untuk project masukin Shengsihu (talisman of life n death) ke dalam tubuh musuh
  • Tian Shan Zhe Mei Shou (Plum Breaking Hands Of Heavenly Mountains) - ilmu mengunci dan menangkap tingkat tinggi sekte Xiaoyao
  • Bei Ming Zhen Qi - Tenaga dalam yang dihisap oleh Wuyazi selama 70 tahun melalui ilmu Bei Ming Shen Gong , diwarisi kepada Xuzhu
  • Tinju Lohan Shaolin (Luohan Fist) dari Xuan Du
  • Tapak Skanda 
  • ilmu Pengobatan dari Su Xinghe - digunakan untuk mengobati Xuandu (edisi 1 juga digunakan utk menyembuhkan salah satu pengawal lingjiu , hal 3930)
  • berbagai dasar teknik pertarungan tangan dan teknik mengunci (diajarin 5 jurus/gerakan) - diajarin oleh Tianshan Tonglao pas kabur dari kejaran anggota 72 islands and 36 caves (total cuma 5 orang yang sempat mengejar)
  • teknik menjentik dengan buah cemara - diajarin oleh Tianshan Tonglao pas kabur dari kejaran
  • dasar ilmu meringankah tubuh terutama yang melompat dan berjalan keatas pohon, dan cara menyalurkan dan memanfaatkan energi - diajarin oleh Tianshan Tonglao pas kabur dari kejaran
  • Talisman of Life and Death - semacam ilmu projectile sejenis racun yang menanamkan sesuatu kedalam tubuh manusia 
  • Xiao Wu Xiang Gong - tenaga dalam ilmu andalan Li Qiushui yang sangat kuat, didapat dari Wuyazi.
  • menghisap sedikit tenaga dalam Li Qiushui dan Tianshan Tonglao saat keduanya beradu tenaga dalam ditubuh Xu Zhu
  • 18 Tapak Penakluk Naga  - oleh Xiao Feng
  • Tongkat Pemukul Anjing - oleh Xiao Feng
  • kemungkinan juga anti racun karena tenaga dalamnya yang tinggi, dia tidak terkena efek racun tertawa nya ding chinqiu , sedangkan XuanNan dan Su Xinghe meninggal karena itu.
  • beberapa teknik dasar ilmu umum seperti teknik pertarungan dengan tangan, teknik menembak atau menjentik dengan kekuatan, teknik menarget akunpuntur, cara mengeluarkan tenaga dalam secara terbalik, cara convert(mengubah) dari eneri yin ke yang dan sebaliknya. Diajarkan oleh Tianshan Tonglao saat di ruang Es.
  • Mimicking (meniru) ilmu Blossom Grasping Finger milik XuanDu. Setiap ilmu eksternal dari 72 ilmu Shaolin memiliki jenis tenaga dalam sendiri masing2, Xuzhu dengan menggunakan XWXG memanipulasi tenaga dalam agar bisa menggunakan ilmu shaolin itu. 
  • Circular Acupoint Sealing Finger Skill 
  • mimicking ilmu shaolin Blossom Grasping Finger (external nya saja mirip Jiumozhi)
  • jurus tapak Ganges River Flowing to Sea
  • Arm Sealing Acupoints
  • Teknik menjentik jari Star Pill Jumping Dice 
  • mungkin juga beberapa ilmu yang tidak disebut namanya yang terukir di Lingjiu Palace. (diperdebatkan)
ilmu yang diajarin LQS dan TSTL di edisi 1 (menggunakan nama hokkien, tanda * didepan berarti tidak dipelajari Xuzhu di edisi 2 dan 3):
  • *Sin Liu Jun Yain - pohon liu baru dan burung seriti musim semi - ilmu meringankan tubuh , oleh LQS
  • *Leng po wi poh - lbwb - ilmu langkah bidadari cantik, 1 stance only, oleh LQS
  • jurus ciam hoa wi jiau = petik bunga dgn tersenyum , ilmu jentikan, gerak tipu, cara mengerahkan tenaga dan melontarkan serangan , oleh TSTL
  • *jurus sam liong su siang = tiga naga empat gajah, ilmu mencengkram dgn 10 jari dan dilanjuti dgn tapak, oleh TSTL
  • sing si hu = death life talisman , oleh TSTL
  • ciat bwe jiu = ilmu mencengkram tianshan tonglao , ilmu pukulan menghantam pohon bwe (terdiri dr 3 ilmu pukulan dan 3 ilmu cengkram), oleh TSTL
  • Liok yang ciang = 6 Yang Solar Palm, oleh TSTL
  • jurus sing wan cau teh - bintang terlepas muncul ke depan , ilmu kejut , efektif digunakan untuk mengejutkan orang yg pingsan. diajarin TSTL.
  • berbagai jurus yang tidak disebut namanya , oleh LQS dan TSTL
yang dipertanyakan/diragukan:
  • Five Steps of Moon Reflection  (Yue Ying Wu Bu/月影舞步) - ilmu ringan tubuh dari TSTL  





Minggu, 25 Februari 2018

Zhang Wuji

Zhang Wuji
Tio buki / Zhang Wuji dalam berbagai adaptasi


Zhang Wuji (hokkien: Tio Buki) adalah tokoh utama dari novel Heaven Sword and Dragon Sabre (pedang langit dan golok naga) . Semasa kecil dia tinggal di Pulau Es dan Api (sekitar kutub utara). Disana hanya tinggal bersama kedua orang tua (ayah-ibu) dan ayah angkatnya. pada umur 9 tahun dia kembali ke daratan tengah pertama kali, disitu dia sempat diculik dan terluka parah terkena pukulan tapak Bayangan Hitam (atau tapak es) . 

Tidak lama setelah itu, kedua orang tuanya juga dipaksa untuk bunuh diri setelah menolak memberitahu keberadaan Xie Xun yang memiliki Golok Naga, konon pemilik Golok Naga adalah pemimpin dunia persilatan. Setelah mengetahui bahwa istrinya adalah yang melakukan penyerangan terhadap kakak seperguruannya dahulu , yang menyebabkan kakak seperguruannya lumpuh seumur hidup (secara tidak langsung), merasa bersalah kemudian bunuh diri didepan banyak partai-partai yang datang ke gunung Wudang.

Zhang Wuji yang terluka parah, dibawa oleh kakek guru Zhang Sanfeng ke Shaolin untuk meminta pertolongan, tapi ditolak mentah-mentah, dalam perjalanan pulang bertemu dengan seseorang bernama Chang Yuchun yang menyarankan untuk berobat ke tabib sakti bernama Hu Qingniu di lembah kupu-kupu. Chang Yuchun pun membawa Zhang Wuji ke lembah kupu-kupu, disana Zhang Wuji tinggal selama dua tahun dan sempat mempelajari ilmu pengobatan dari sang tabib. Sayangnya luka Wuji tidak sepenuhnya sembuh, hanya diundur, dan sebelum tabib Hu menemukan cara untuk menyembuhkannya, sudah terbunuh.

Wuji nantinya secara beruntung berhasil sembuh setelah mempelajari ilmu 9-Yang, dan juga setelah dewasa mampu menengahi persaingan antara Enam Sekte Besar vs Sekte Ming, akhirnya dia diangkat sebagai ketua oleh Sekte Ming karena dianggap telah berjasa besar. Sepak terjang Wuji kemudian adalah menyelamatkan Enam partai besar yang ditangkap oleh pasukan Mongol. Kemudian saat acara penyembelihan singa, memimpin partai-partai dan sekte untuk melawan pasukan Mongol yang datang menyerang.

Dalam urusan asmara, Zhang Wuji termasuk orang yang plin-plan, dari awal cerita sampai pertengahan akhir dia tidak pernah tegas terhadap satu wanita. Sifat Wuji ini juga terjadi diluar dari masalah asmaranya, perjalanan dan keputusan yang diambil Wuji sepanjang cerita pun terkesan mengikuti air mengalir atau hembusan angin. Zhang Wuji memiliki sifat baik dan pemaaf, dia mudah memaafkan siapa saja yang telah berbuat salah kepada dirinya, dia seperti menganggap semua orang itu baik pada dirinya, sehingga jika mereka berbuat salah, boleh di maafkan. 

Seperti kebanyakan tokoh utama Jin Yong yang lain, Wuji pada akhirnya pensiun dari dunia persilatan dan menghilang bersama dengan Zhao Min (dia pun secara terang menolak menjadi kaisar jika sekte Ming berhasil mengusir Mongol) . Heavenly Sword and Dragon Sabre (HSDS) atau to liong to menceritakan tentang perselisihan antara tiga pihak yaitu; Sekte Ming yang merupakan sekte terbesar di daratan tengah dan dianggap sebagai sekte iblis, Aliansi dari semua partai atau sekte lurus, dan Pemerintah dinasti Yuan yang merupakan bangsa Mongol.

Zhang Wuji
Zhang Wuji by Maiimou

Biodata Zhang Wuji
Nama Lain:
  • Zeng A'niu
  • Xie Wuji
Nama Hokkien dari Zhang Wuji adalah Tio Buki atau Thio bu kie
Nama Cantonese : Cheung Mo Gei (atau Cheung Mo Kei)

Umur: 23-24 tahun (akhir cerita HSDS)

Orang Tua:
  • Ayah: Zhang Chuishan
  • Ibu: Yin Susu
  • Ayah Angkat: Xie Xun
  • Saudara Angkat: Chang Yuchun

Hubungan Asmara:

  • Zhao Min 
  • Zhou Zhiruo
  • Zhu'er / Yin Li
  • Xiao Zhao
  • Zhu Jiuzhen (sepihak)
Guru Resmi: Tidak Ada

Senjata: Gada Perintah Api Suci

Partai/Organisasi/Sekte: 
  • Sekte Ming (ketua)
  • Partai Wudang (bukan murid resmi, hanya berhubungan)
  • Partai Emei (di novel edisi 1 sebagai ketua pengganti sementara Zhou Zhiruo)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ilmu Silat
  • Memindah Langit dan Bumi ; belajar sampai tahap tujuh
  • Tinju Wudang (32 jurus) - oleh ayah, paman guru, kakek guru (saat melawan wei bi dibilang ayahnya yang mengajar, tetapi saat di puncak terang vs biksu Yuanyin, dibilang diajarkan oleh ayah, paman guru, kakek guru)
  • ilmu pagar sumur dari Wudang (diajarkan ayahnya), ilmu bertahan yang digunakan utk mematahkan lengan wei bi
  • Tinju Taiji
  • ilmu Pedang Taiji
  • ilmu Perintah Api Suci Persia (ilmu yang berasal dari si Tua Gunung pendiri Assasin)
  • ilmu Cecak Merayap di dinding / Cecak Tamasya di Dinding (ilmu ini digunakan saat terperangkap di Villa Hijau bersama Zhao Min, merupakan ilmu umum)
  • ilmu Pedang Yin - Yang milik kunlun yang berdasar teori 8 Trigrams (digunakan saat melawan biksuni Mie Jue, karena tidak bisa ilmu pedang saat itu dan juga beresiko jika harus melawan pedang langit, Wuji menggunakan ilmu pedang Kunlun ini). serta mengerti juga teori prinsip dasar 8 trigrams (bagua) yang diucapkan oleh zhou zhiruo saat wuji bertarung melawan kombinasi formasi pedang huashan + kunlun.
  • 9 Yang
  • Wudang 9-Yang
  • 36 stances Cakar Naga Shaolin
  • 9 Yin ; memiliki bukunya (dicuri oleh Zhao Min dari tangan Zhou Zhiruo), Wuji sepanjang novel ada melihatnya 2x, yang pertama saat di serahkan Zhao Min, yang kedua saat Mongol menyerang Shaolin, disitu dia buntu dan melihat beberapa halaman 9 Yin sebelum ganti buku ke kitab perang Wumu.
  • ilmu Pengobatan  dari Hu Qingniu
  • ilmu Racun dari kitab Wang Nangu
  • Ilmu menotok dan melepaskan totokan dari Xie Xun
  • Ilmu golok dan pedang oleh Xie Xun (cuma disuruh menghafal saat masih kecil)
  • saat bertarung melawan wei bi, dibilang wuji kecil pernah disuruh menghafal beberapa jurus oleh xie xun. ga dijelaskan jurus apa itu.
  • dasar Tenaga Dalam oleh Zhang Chuishan
  • Tinju 7 Luka (aliran Kongtong) (teori oleh xie xun, akhirnya bisa pas di puncak terang)
  • 18 Tapak Naga (hanya ada di novel edisi 1, diajari 3 stances oleh Xie Xun)
  • Shaolin 9-Yang (hanya ada di novel edisi 1, diajari oleh chengkun teorinya)
  • ilmu-ilmu partai Emei (hanya ada di novel edisi 1, zzr memberikan posisi ketua dan kitab ilmu Emei yang ditulis oleh Guo Xiang kepada Wuji)
  • ilmu Awan Menaiki Tangga (belajar dari sering melihat paman guru dan kakek guru saat kecil)
  • 7 jenis ilmu melepaskan totokan oleh tabib Hu
  • Jurus Gadis Giok Maju-Mundur (ga tau dari ilmu apa, edisi 2 menggunakan nama Bai She Tu Tan [white snake spitting words])
  • ilmu Tapak Wudang oleh Zhang Chuisan saat di perahu
  • Memakan kodok merah yang meningkatkan tenaga dalam (hanya ada di edisi 1)
Keahlian Lain:
  • umur 4 tahun diajarin cara membaca oleh ibu nya
  • diajarkan cara menulis dan kitab Zhuangzi oleh ayahnya
  • pengetahuan kaligrafi oleh zhu jiuzhen
  • pengetahuan strategi perang dari kitab Wumu Yue Fei
  • waktu muda belajar pengetahuan dasar tentang kitab perubahan (i-ching)


    Sabtu, 24 Februari 2018

    Ilmu 9 Yin


    Kitab 9 Yin diciptakan oleh seorang ahli silat bernama Huang Shang, ahli silat ini diangkat oleh Kaisar Huizong menjadi pejabat pemerintahan tingkat tinggi yang tugasnya mencari dan mengkompilasi semua kitab yang berhubungan dengan Taoisme yang ada dibumi, ya boleh dibilang Kaisar itu agak maniak taoisme sampai mengumpulkan semua kitab gitu. Kitab taoisme itu didalamnya ada tentang ajaran Tao, Filosofi, ilmu penyembuhan, ilmu silat, dll . Setelah Huang Shang mengkompilasi-nya dan mengukir ke dalam kitab kayu , didapatlah total 5.481 jilid , yang disebut dengan nama Kitab Tao Abadi.  
    Seperti yang disebutkan diatas, kitab-kitab Tao tersebut ada yang menyangkut ilmu silat, Huang Shang kemudian mempelajari berbagai ilmu silat itu, kemudian dia menjadi ahli silat yang hebat biarpun tanpa guru (alias belajar sendiri), jadi boleh dibilang dia adalah seseorang dengan bakat langka.

    Suatu waktu, Huang Shang diperintah oleh kaisar Huizong untuk menghancurkan sebuah sekte sesat dari Persia yang disebut sekte Mani (atau juga disebut sekte Ming) , Sekte Ming ini tidak mengakui ajaran Tao sedangkan kaisar Huizong cuma percaya Taoisme, sehingga kaisar menganggapnya sesat. Pasukan pemerintahan menyerang salah satu markas benteng sekte Ming tapi gagal,  dalam pertempuran itu Huang Shang berhasil membunuh beberapa anggota sekte Ming, tapi ternyata anggota-anggota sekte Ming yang mati itu berasal dari berbagai partai, perguruan, atau aliran lain, sehingga saudara seperguruannya ingin membalas dendam terhadap Huang Shang. Mereka berkumpul bersama dan kemudian mencari Huang Shang. Huang Shang berhasil membunuh beberapa orang ahli silat dari berbagai aliran, sayangnya jumlah mereka yang kuat terlalu banyak dan karena kalah jumlah , tenaga Huang Shang terkuras dan tidak mampu mengalahkan semuanya. Huang Shang kemudian melarikan diri dan bersembunyi selama 40 tahun dan meneliti berbagai ilmu silat yang digunakan oleh para ahli silat itu dan menciptakan penangkalnya (counter-nya) . Setelah Huang Shang kemudian berhasil mempelajari dan meneliti hampir semua ilmu silat musuh-musuhnya dan menciptakan ilmu-ilmu untuk men-counter-nya, kemudian bersiap untuk melawan kembali musuh-musuh lamanya. Ternyata semua musuh-musuhnya telah meninggal dunia, 40 tahun berlalu begitu cepat, musuh-musuhnya ada yang meninggal alami, karena sakit, ataupun sebab lain. Ada satu yang masih hidup, tapi sudah menjadi nenek-nenek umur 60an yang kurus dan terbaring di ranjang. 

    Huang Shang merasa kecewa karena dia telah bersusah payah memikirkan segala ilmu silat bermacam perguruan tetapi akhirnya tidak digunakan, kemudian dia menuliskan semua ilmu silat yang dia ketahui dan pelajari selama hidup kedalam 2 jilid kitab, yang disebut kitab 9-Yin. Beberapa ilmu musuh itu di modif sendiri oleh Huang Shang saat dirasakan terlalu sesat, ditambahi unsur filosofi Taoisme. Beberapa bagian pada buku kitab 9 Yin menggunakan bahasa Sansekerta, tujuannya agar jika buku kitab 9 Yin ini jatuh ke tangan orang jahat, maka dia tidak akan berhasil mempelajari semuanya, karena dianggap orang yang mengerti Sansekerta harusnya memiliki dharma tinggi.
    Kitab 9 Yin volume 1 isinya tentang ilmu Tenaga Dalam, ilmu Tinju, pedang, teori formasi , ilmu penyembuhan. Sedangkan volume 2 berisi ilmu cambuk , ilmu tapak , ilmu cakar. Juga terdapat ilmu hipnotis, penyusutan tubuh, teknik pernafasan, ilmu totok nadi dan melepaskannya, tetapi tidak dijelaskan terdapat di volume berapa.

    Beberapa ahli silat atau orang yang pernah mempelajari , hanya membaca sekilas, ataupun yang berhubungan/terkait dengan ilmu 9-Yin adalah:
    • Guo Jing
    • Huang Rong
    • Hong Qi Gong
    • Huang Yaoshi
      biarpun dia berjanji untuk tidak mempelajarinya setelah meninggalnya sang istri, tetapi pada akhirnya dia juga ada melihat lihat isi, ini dibuktikan dengan cerita bahwa 9 Yin Bone Claw yang dipelajari oleh Zhou Zhiruo , telah di modif oleh Huang Yaoshi , sehingga lebih mudah dan ringkas untuk dipelajari, tidak membutuhkan waktu lama/singkat, dan tidak menimbulkan banyak efek negatif seperti yang terjadi pada Mei Chaofeng.
    • Yi Deng
    • Wang Chongyang
      Biarpun Wang Chongyang melarang semua murid perguruannya untuk tidak mempelajari 9-Yin, tetapi pada akhirnya Wang Chongyang sendiri melihatnya, itu dibuktikan dari tulisan gua  yang dialamatkan kepada Lin Chaoying, Wang Chongyang menggunakan bagian-bagian dari ilmu 9-Yin untuk counter Jade Maiden (ilmu gadis Giok/Kumala/Suci). 
    • Yang Guo
    • Xiao Long Nu
    • Zhang Wuji
      Zhang Wuji mendapat kitab ini dari Zhao Min, yang dicuri dari Zhou Zhiruo, biarpun di novel tidak dibilang wuji mempelajarinya, tapi dia ada 2x melihat isinya, yang pertama saat zhao min menyerahkan kepadanya, yang kedua saat penyerangan Mongol ke Shaolin, saat yang kedua kali dia melihat cukup lama sampai beberapa halaman , sebelum pindah buku ke buku strategy perang Wumu. Dia tidak mempelajarinya, tetapi memiliki kitab itu, sehingga namanya patut disebut.
    • Zhou Zhiruo
    • Guo Xiang
      edisi 1 dan edisi 2 dibilang Guo Xiang pernah mendengar teori 9-Yin dari ayahnya Guo Jing, ini dibuktikan saat biksu Jue Yuan melafalkannya, Guo Xiang heran kenapa yang dilafalkan semuanya bertolak belakang dengan yang dibilang ayahnya. pada edisi ke-3 , kalimat ini dihapus. Bahkan Zhou Zhiruo bilang kepada Wuji jika ilmu 9 yin tidak ada diwariskan ke guru miejue, bahkan Guo Xiang sendiri tidak berhasil mempelajarinya.
    • Mei Chaofeng
    • Cheng Xuanfeng
    • Huang Shang
    • Zhou Botong
    • Yellow Dress Maiden / Gadis berjubah kuning / Nona Yang
    • musuh HuangShang (pemilik ilmu cakar tulang putih original)
      musuh utama Huang Shang menggunakan  White Bone Claw untuk membunuh adik Huang Shang dan juga anggota keluarga lain, jurus cakar ini merupakan versi original yang lebih jahat, kemudian Huang Shang mempelajari jurus ini kemudian memodifikasi nya dengan menaruh filosofi Taoisme untuk mengurangi aura kejam, juga membuatnya lebih menggunakan banyak unsur tenaga dalam. Kemudian Huang Shang menaruhnya dalam buku 9 Yin jilid 2.
    • orang sekte ming yang menggunakan white bone claw versi unorthodox
      tidak disebutkan siapa namanya, dan cuma minor role dalam flashback, dia menggunakan versi yang lebih sederhana dan lemah dan tidak original
    • Ou Yangfeng
      mempelajari versi salah yang telah di ubah-ubah oleh Huang Rong dan Guo Jing, banyak yang menamai nya 9-Yin Reverse, biarpun huang rong tidak mengubah isi 9-Yin dengan merubahnya secara reverse (terbalik), tapi mungkin karena saat bertarung, Ou Yangfeng sering balik dimana tangan ke tanah, kaki keatas.
    • Biksu wilayah barat yang melukai Chang Yuchun
      Biksu itu menggunakan Tapak Penghancur Jantung, biarpun tidak dibilang berasal darimana dia belajar, bisa saja dari ilmu 9-yin ataupun dari original ilmu tapak sebelum dimasukkan ke 9-yin, tapi karena ada kemungkinan itu, maka dimasukin juga kedalam list.
    • Song Qingshu
    • Biksu pencipta ilmu 9-Yang
      pada novel edisi terbaru, Jin Yong merevisi cerita tentang asal-usul ilmu 9-Yang. Biksu yang tidak dibilang namanya ini adalah mantan Konfusias, kemudian Taoisme, kemudian beralih ke ajaran Buddha, setelah mengalahkan Wang Chongyang di adu minum arak, dia diperbolehkan untuk mengintip isi kitab 9-Yin, dari disitu dia merasa ilmu ini terlalu dominan unsur 9-Yin, kemudian menciptakan ilmu 9-Yang.
    • Ouyang Ke
      pada ujian mencari menantu di pulau bunga persi, Ouyang Ke di suruh menghafal isi beberapa halaman daripada kitab 9-Yin.
    • Nyonya Huang, A Heng , istri dari Huang Yaoshi
      menghafal diluar kepala isi kitab 9-yin, terus menyalinnya (copy 2x, yang ke-2 tidak lengkap)
    • mungkin pada novel edisi lama, adik seperguruan Yi Deng, biksu dari India, yang menerjemahkan 9-Yin bagian sankrit, tetapi pada edisi baru, Yi Deng mengerti sankrit.
    • Pencipta 9-Yin di novel edisi lama adalah Dharma/Damo, pendiri Shaolin

    Di dalam kitab 9 Yin terdapat beberapa ilmu silat yang diantaranya adalah:
    • Cakar Tulang Putih
    • Cambuk Ular Putih
    • Tapak Penghancur Jantung
    • Mengganti Otot Menempah Tulang
    • Metode Kontraksi dan Penyusutan Perut
    • Teknik Hipnotis Mengubah Jiwa
    • Metode Pernafasan tingkat tinggi
    • Tenaga Dalam 9-Yin
    • Tenaga Dalam buatan Huang Shang
    • Tinju Maha Iblis 
    • berbagai ilmu silat dari musuh Huang Shan
    • counter2 ilmu silat musuh Huang Shang yang dibuatnya sendiri
    • Teknik melepaskan totokan
    • Teknik Penutupan udara
    • ilmu bertahan Gelombang Tangan 5 Senar
    • Kungfu Henglian
    • dan masih banyak lagi....


    Kamis, 21 Desember 2017

    Wei Xiaobao

    Wei Xiao Bao dan tujuh istri

    Wei Xiaobao
    (wi siau po) adalah salah satu tokoh utama dari novel Kaki Tiga Menjangan (atau bahasa inggrisnya The Deer and the Cauldron atau Duke of mount deer), sebuah karya yang dibuat oleh Jin Yong. Tidak seperti tokoh utama di karya Jin Yong yang lain, Wei Xiaobao tidak memilki ilmu silat yang bagus, dia hanya mengandalkan otak dan mulut manis untuk melewati rintangan-rintangan pada kehidupannya. 

    Biarpun dia memiliki beberapa orang yang ingin mengajarkannya ilmu silat, tapi tidak satupun yang benar-benar dia tekuni. Tidak ada ilmu yang membuatnya minat sama sekali kecuali ilmu melarikan diri. Pada awal cerita dia juga sempat menolak Mao Shiba yang ingin mengangkat Wei Xiao bao jadi murid dan mengajarkannya ilmu silat.

    Karena tidak memiliki ilmu silat yang handal, Wei Xiaobao biasa hanya mengandalkan keberuntungan nya yang super tinggi, dan juga bermodalkan mulut manis, melewati berbagai rintangan dan bahaya. Dia pertama kali di bawa masuk ke dalam istana oleh seorang kasim senior Hai Dafu, yang belakangan ketahuan diutus oleh kaisar terdahulu untuk menyelidiki kematian misterius salah satu selir dan keluarganya. Wei Xiaobao membunuh salah satu anak buah kasim Hai, dan menyamar menjadi dia karena kebetulan keduanya memiliki umur yang hampir sama, karena kasim Hai buta, dia tidak mengenalnya (belakangan diketahui bahwa kasim Hai pada suatu hari mengetahui nya tetapi tetap berpura-pura tidak tahu).

    Kisah hidup dan nasib wei xiao bao meningkat drastis setelah bertemu dengan kaisar Kangxi dan menjadi temannya, dia menjadi aliansi kaisar Kangxi dalam menghadapi berbagai permasalahan mulai dari menaklukkan menteri Oboi, jendral militer Wu Sangui, sekte Naga Mistik, dan masih banyak lagi jasa-jasanya. Karena hal itu, dia mendapat pangkat dan jabatan tinggi di usia yang sangat muda.

    Kegemaran Wei Xiaobao untuk menonton opera atau cerita sejarah di rumah makan Yangzhou saat masih kecil, juga membawanya mengatasi beberapa permasalahan yang terjadi. Wei Xiaobao juga hobby bermain judi atau lempar dadu, yang terkadang dia melakukan hal curang, dia memiliki keahlian dalam melempar dadu jenis tertentu yang meningkatkan persentase angka yang keluar. Wei Xiaobao bukanlah seorang tokoh pahlawan, dia sering melakukan korupsi dan tindakan melanggar hukum etika yang jauh dari kesan seorang pendekar, prinsip dia adalah jika ada suatu benda berharga yang dititip kepadanya (seperti uang atau emas) , saat sampai ditangannya, maka dia akan mengambil beberapa bagiannya, tidak akan utuh sampai ke tangan terakhir. 

    Wei Xiaobao juga adalah seorang yang buta huruf , tidak bisa membaca, dan bahkan lahir dari seorang ibu yang bekerja di prostitusi kota Yangzhou. Karena takdir , dirinya ditangkap dan dibawa ke dalam lingkungan istana kerajaan dan bekerja sebagai kasim, kemudian membina hubungan baik dengan kaisar Kangxi. Dia berhasil menemukan peta harta karun Dinasti Qing setelah mengumpulkan 8 buku, tapi setelah memasang serpihan kertas peta lokas rahasia harta, dia membatalkan niatnya untuk mengambil harta karun itu karena dipercaya dapat meruntuhkan dinasti Qing (Wei Xiao Bao takutnya kena di kaisar Kangxi, bukan di Qing dynasty). Wei Xiaobao menikahi 7 wanita pada akhirnya dan kabur dari istana kerajaan menuju ke Dali setelah menjemput ibunya di Yangzhou, setelah tidak kuasa menahan tekanan oleh 2 belah pihak berlawanan yang memaksanya untuk melawan pihak lain (Qing dan Tian Di Hui).

    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Biodata Wei Xiaobao

    Nama Hokkien: Wi Siau Po

    Umur: 
    12-13 tahun (kemunculan pertama),
    akhir cerita tidak diketahui, minimal 19-20 tahun

    Partai / Organisasi : 
    • Pemerintahan Dinasti Qing (dianugerahi ras manchu) 
    • Tian Di Hui (Heaven and Earth Society)
    • Iron Sword Sect
    • Shaolin (cuma sebentar atas suruhan kaisar)
    • Mystic Dragon Cult (cuma berpura-pura untuk menyelamatkan diri)
    • Russia (diberi gelar oleh Sophia, dan juga kepala pasukan etnis Rusia di Qing) 
    • kuil QingLiang
    Guru Resmi: 
    • Chen Jiannan
    • Jiunan
    Hubungan Asmara:
    • Mu Jianping
    • Fang Yi
    • Shuang'er
    • Su Quan
    • Princess Jianning
    • Ake
    • Zeng Rou
    • (khusus versi ngawur Royal Tramp) Mao Dongzhu / Lung-er (ibu suri palsu)*
    • Princess Sophia (cuma keterkaitan seksual)
    Senjata: 
    • Pisau belati pusaka
    • Pistol (tidak pernah digunakan)
    • Rompi anti senjata tajam
    • Cairan Racun Pembusuk Mayat 
    • Senjata proyektil Han Shan She Ying
    Orang Tua 
    • Wei Chunfang (ibu)
    • (ayah) tidak diketahui, mungkin berasal dari tibet
    Saudara Angkat :
    • Hu Yizhi
    • Yang Yizhi
    • Galdan
    • Sangjie 
    • Songgotu

    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Ilmu / Martial Arts: 

    • Shen Xing Bai Bian (Divine Walk Hundred Changes) - Jiunan
      jurus meringankan tubuh ini diajarkan oleh Jiunan yang berasal dari Iron Sword school. Ini salah satu ilmu yang dipelajari Wei Xiabao dengan serius, karena bisa digunakan untuk melarikan diri. awalnya diajarin jurus teknik boxing , tapi Wei Xiao Bao kurang berbakat, sehingga diajarin ini.
    • Three Stances of a Hero techniques - dari Hong Antong
      gerakan jurusnya ada yang agak cabul.
    • Three Stances of a Beautiful Maiden - Sun Quan
    • Chen Jinnan menjadi guru ilmu silat resmi dari Wei Xiaobao dan mengajarkan ilmu silat dengan cara memberikan kitab ilmu yang mayoritas isinya berupa cara pengolahan nafas dan tenaga dalam. Wei Xiaobao tidak benar-benar belajar karena hanya belajar sebentar saja sudah mengantuk.
    • Eunuch Hai Dafu mengajari ilmu silat yang berasal dr Shaolin , karena basic nya ilmu kasim Hai dari shaolin, banyakan ilmu grappling utk counter emperor kangxi. ada 2 ilmu yang diajarin ke Wei xiao bao, yang pertama ilmu wrestling big grappling yang isinya ada 8 jurus dengan 7-8 perubahaan, yang kedua adalah The Merciful Guanyin of Thousand Hands yang lembut mirip sedang dance gerakannya.
    • Kaisar Kangxi = banyakan teknik2 grappling (mengunci/mencengkram), yang kebanyakan merupakan ilmu silat dari Mystic Dragon cult
    • diajari oleh He Tieshou cara menembak jarum beracun tanpa bergerak  (bukan ilmu spt Xiao long nu / Li Mochou tapi senjata rahasia dari alat mekanisme berbentuk kotak) , dan cara buat Racun serta anti-dotenya
    • Picking Flower dari biksu Chengguan
      biksu shaolin mengajarkan beberapa teknik dasar ilmu Shaolin. Diajarkan saat 2 orang wanita membuat ribut di shaolin, terakhir mengajarkan Wei Xiaobao ilmu shaolin Picking Flower (ilmu memetik bunga) yang berupa grappling (mencengkram), ini salah satu ilmu yang dipelajari dengan serius oleh Wei xiao bao , yang dipelajarinya adalah versi modif tanpa perlu tenaga dalam.
    • Mimicking (meniru) dan menghafal gerakan jurus keluarga Mu dari Yang Yizhi (hanya mimicking external arts)
    • Meniru teknik bertarung dari hasil pengamatan saat Mao Shiba melawan 7 orang Manchu bergulat

    Senin, 18 Desember 2017

    Heaven sword and Dragon Saber 2nd edition

    Second edition changes

    Huang Yushi <huangyushi[at]lycos[dot]com> 
    Published: Thursday 02 June 2005 - Updated: Wednesday 20 July 2005 - Current version: 15
    This story was first written as a serialised work in Hong Kong's Ming Newspaper in 1961 and revised in the 1970s.
    Original Article: HSDS - Original vs Revised
    By Kwok
    Edited by Huang Yushi for consistency in the use of Hanyu Pinyin (standard Mandarin romanisation) for names, conciseness and presentation.  Relevant details added in italics where necessary.
    -------
    I flipped through the original HSDS novel recently. The storyline is largely unchanged, though some details are different. As far as I can see, a few elements have been taken out of the revised version, but next to nothing has been added. Some of the changes are:
    (1) The jade-faced fire monkey
    This creature has been taken out of the 2nd edition completely.
    (a) In the original, Zhang Cuishan and Yin Susu were attacked by a bear when they first arrived at the cave that they later used as their home. They promptly killed the bear, but they were then pursued and chased up a tree by 13 other angry bears! Zhang Cuishan and Yin Susu were eventually rescued by a cute-looking 3-foot-tall monkey with blood-red fur and a snow-white face. This monkey was the nemesis of the bears, for it liked eating the brain of bears. It would tear the heads of the bears apart and scoop out the brains in a blink.
    After rescuing Zhang Cuishan and Yin Susu, the jade-faced fire monkey displayed its head-tearing skills and offered the raw bear-brains that it obtained to the couple. Not wanting to offend the monkey, the couple ate the brains. It turned out to be quite tasty.
    Ed: The couple actually found the bear-brains of tastier than those of the goat or the fish after they got over the initial disgust and apprehension towards them.
    In the revised edition, Zhang Cuishan and Yin Susu were attacked by only two bears, which they despatched by themselves.
    (b) The monkey was immune to fire. When Zhang Cuishan came up with the idea of using the active volcano as a source of fire, they could not get close enough to it for their tinder to light up. The monkey had to carry the tinder all the way to the crater for them. After the fire was taken successfully back to the bear-cave, the monkey jumped into it and rolled playfully around.
    In the revised edition, Zhang Cuishan and Yin Susu gave up on the idea of obtaining fire from the volcano, and used a flint with their sword instead.
    Ed: The couple picked up a lava-stone from the ground and struck their sword against it in a bid to obtain sparks.
    (c) The monkey was Xie Xun's hunting partner for a short time. When it became too efficient at hunting bears, Xie Xun insisted that it play with young Zhang Wuji instead. 
    (d) The monkey was eventually poisoned to death by Daiqisi (Taykis) -- who was also known as the Golden-Flower Granny and the Purple-Clothed Dragon King.
    Ed: Daiqisi met the monkey when she went to Ice-Fire Island to see Xie Xun.
    (2) The young Zhang Wuji
    The young Zhang Wuji in the first edition strikes me as being generally less... nice, and more crafty.
    (a) When Xie Xun told his tale, young Zhang Wuji vowed to seek Cheng Kun for revenge on his behalf.  Since Cheng Kun killed all of Xie Xun's family, Zhang Wuji wanted to do the same to Cheng Kun's family in return.  This earned him a harsh scolding from Zhang Cuishan. 
    Ed: This exchange/scene did not exist in the revised edition.
    (b) Young Zhang Wuji wanted revenge for his parents' deaths in the original story.  He carefully memorised his "enemies" appearances, and actively asked Zhang Sanfeng to teach him martial arts, so he could take his revenge.  At the same time, he was reluctant to learn the Shaolin Nine-Yang Technique due to the role that the Shaolin monks played in the tragedy.
    In the revised edition, young Zhang Wuji never wanted revenge for his parents' deaths.
    Ed: In a heart-wrenching scene towards the end of Chapter 10 (after Zhang Cuishan and Yin Susu had committed suicide) in the revised edition, the young Zhang Wuji shouted: "I do not want redress!  I do not want redress!  I just want Father and Mother to come alive again.  Second Uncle, let us spare all those evil people and think of a way to rescue Father and Mother instead."
    (3) The Nine-Yang and Nine-Yin Manuals
    In the first edition, both Nine-Yang and Nine-Yin were written by Dharma (Da Mo). They were of equal power and complementary in use, yet each was capable of countering the other. The inner power of Nine-Yang was deeper than that of Nine-Yin, but lacked the latter's strange moves.  Zhang Sanfeng was apparently unaware of the Nine-Yin, but theorised about its existence from the large gaps he saw in the Nine-Yang. He developed his Taiji techniques in part to fill these gaps.  Ed: Please refer to the text excerpts below.
    However, the complementary nature of the Nine-Yang and the Nine-Yin was contradicted later when Zhang Wuji tried to purge Zhou Zhiruo of poison.  Zhang Wuji said that the two forms of energy clashed.
    Ed: In the first edition, Yu Lianzhou told Zhang Cuishan and Yin Susu: "According to our teacher, the martial arts techniques of our Wudang School are founded primarily on a book known as 'The Nine-Yang Manual'.  However, our teacher was too young when he heard Grandteacher Jue Yuan recite the book.  The process was also too rushed for him to remember everything, so the resultant marital arts techniques used in our school do indeed have their shortfalls.  The Nine-Yang Manual originated from the venerated Dharma, but as our teacher delved deeper into it, he found an increasing number of gaps in the text, as if the manual was only half of a whole.  There should be another volume called 'The Nine-Yin Manual' to complement it.  But where could our teacher start looking for the Nine-Yin Manual, when he has not even learnt the Nine-Yang in its entirety?  Besides, no one knows whether the Nine-Yin actually exists or not.  Elder Dharma was a rare and talented man from India, but our teacher is not necessarily beneath him in intelligence and resourcefulness.  Since he is unable to obtain these manuals, could he not re-create them himself?  Hence, he spends time in closed-door meditation every year with the desire to bring honour to our ancestors and prosperity to our descendants, as the eastern reflection of Dharma in the west ..."
    In Chapter 9 of the revised edition, this passage has been replaced with the following:
    Yu Lianzhou said, "According to our teacher, the martial arts techniques of our Wudang School are founded primarly on a book known as 'The Nine-Yang Manual'. However, he was very young when our Grandteacher Jue Yuan passed the passages in the book on to him. Furthermore, he did not know any martial arts. On his part, Grandteacher Jue Yuan did not deliberately set out to instruct our teacher in anything, for he just repeated the things that he had read in the book. As a result, there have always been defects in the pugilistic techniques of our school. According to Grandteacher Jue Yuan, the Nine-Yang Manual originated from the venerated Dharma, the founder of the Shaolin Clan. However, our teacher has found this statement increasingly untrue as he delves deeper into the passages. Firstly, the essence of the passages are very different from the martial arts foundations of Shaolin. In fact, it seems closer to our Taoist school of pugilistic arts. Secondly, the Nine-Yang was not written in Sanskrit, but in Chinese characters sandwiched between the lines of the Sanskrit Lankavatara Sutra. Elder Dharma might have been an extremely learned man, but coming from India, it was very unlikely that he had a thorough understanding of Chinese characters. Therefore, he could not have written such an important book on martial arts. Even if he did, why did he squeeze the work between the lines of another book, instead of using a separate set of paper?"
    Nodding in agreement, Zhang Cuishan asked, "So what has our tecaher concluded from this?"
    "Nothing much actually," answered Yu Lianzhou. "All he says is that the Nine-Yang Manual might have been ghost-written in Elder Dharma's name, by a distinguished Shaolin monk of a later generation. Our teacher does not have a full and complete copy of the Nine-Yang, but he thinks that it is possible to fill the gaps in himself. Hence, he spends a lot of time behind closed doors every year to develop a school of pugilistic studies that is totally different from those of the other clans and organisations."
    The paragraph about Dharma being the writer of the Nine-Yang Manual was also removed from Chapter 16 of the revised edition, where Zhang Wuji discovers the text in the abdomen of an ancient white ape.
    Consequently, there was no contradiction when Zhang Wuji's Nine-Yang clashed against Zhou Zhiruo's Nine-Yin in Chapter 31.
    (4) The 18 Dragon-Defeating Palms (Xianglong Shiba Zhang)
    In the revised edition, when young Zhang Wuji was grabbed by a beggar wielding a poisonous snake, he was rescued by Yin Susu providing a distraction (slapping Zhang Cuishan, tossing sailors overboard, etc) and Yu Lianzhou taking advantage of it.
    In the original edition, things were played out in considerably different way. The young Zhang Wuji lashed backwards with a palm, which struck the beggar in the back and paralysed him. Yu Lianzhou's attempts to free the beggar left him (the beggar) screaming in pain. When questioned about the move, Zhang Wuji said that it was 'Shen Long Bai Wei', or 'The Mystical Dragon Swings its Tail' from the 18 Dragon-Defeating Palms!  Zhang Wuji's strike was supposed to be fatal within two hours, but Yu Lianzhou and Zhang Cuishan spent all night saving the beggar's life.  But the beggar's martial arts were ruined.
    It turned out that Zhang Wuji learnt the technique from Xie Xun, who picked it up from 'an old man' (Ed: 'a recluse of the lakes and the rivers', to be exact).  Zhang Wuji knew only three moves: Shen Long Bai Wei (The Mystical Dragon Swings its Tail), Jian Long Zai Tian (Watching the Dragon in the Fields) and Kang Long You Hui (The Proud Dragon Has Regrets).  When Zhang Wuji sparred briefly with Zhang Sanfeng, the latter praised the first two moves as 'good', but the last one as 'inadequate'.  Apparently, the 'old man' who taught Xie Xun did not fully understand how to use these palm techniques.  Zhang Wuji used the palms extensively during his youth. 
    Ed: In the revised edition, young Zhang Wuji did not know any of the 18 Dragon-Defeating Palms.  In fact, Xie Xun hardly taught him any practical moves, preferring instead to concentrate on getting him to memorise as many steps and mnemonics as he could.  The only set of techniques that Zhang Wuji could execute to satisfactory effect was the 'Wudang Long Fist', which he learnt briefly from his father on the raft to China from Ice-Fire Island. 
    It was also explained that the 18 Palms were said to be lost since Guo Jing had no talented successors except the one-armed Yang Guo, who could not learn the technique because it required the use both palms. Zhang Sanfeng also said the palm techniques were lost when Zhang Wuji asked to learn the 'Kang Long You Hui' properly. Later, we see the Elder for Martial Arts Instruction (Ed: 'Chuanggong Zhanglao') of the Beggars' Union, using 12 of the 18 Palms...
    Ed: Since Zhang Wuji did not know the 18 Palms in the revised edition, the related paragraphs were deleted.
    (5) The visit to Shaolin by Zhang Sanfeng and the young Zhang Wuji
    In the original edition, the leader of the Wushan Gang appeared during the visit and asked for Xie Xun's whereabouts. The monks pointed to Zhang Wuji, and in the confrontation that followed, the leader attacked the boy. With Zhang Sanfeng's assistance, Zhang Wuji sent the Wushan leader flying into the upper branches of a tree and knocked him down with a stone.  Then, the boy caught the man as he hurtled downwards and set him down on his feet, only to slam him to the ground again.
    Impressed, the monks agreed to trade the Shaolin Nine-Yang for the Wudang Nine-Yang AND the Thirteen Stances of Taiji. Furthermore, they made Zhang Wuji vow not to teach the Shaolin Nine-Yang to anyone or use it against Shaolin disciples. Zhang Wuji was reluctant at first, as it was an unfair exchange that would prevent him from taking revenge.  But Zhang Sanfeng pointed out that he (Zhang Wuji) would die without taking revenge anyway, if he did not agree to the terms of the trade.  Then, Zhang Wuji reasoned that he could easily use other martial arts techniques to kill Shaolin disciples when the time came.
    Subsequently, Zhang Wuji was sent to the monk Yuan Zhen (i.e. the man Cheng Kun), who was the only one who knew the Shaolin Nine-Yang technique. Cheng Kun hid behind a veil, and recited the words of the Shaolin Nine-Yang in a rapid gush.  He did not expect Zhang Wuji to remember much, but the boy had developed (Ed:) an extremely keen auditory memory after memorising a variety of martial arts mnemonics from Xie Xun.
    Surprised, Cheng Kun 'helped' Zhang Wuji to unblock the Eight Extraordinary Channels ('Qi Jing Ba Mai') in his body.  This would normally be very beneficial, but by clearing them out, Cheng Kun allowed the icy toxins from the Xuan Ming Palms to seep deeply into the boy's body. Later, Zhang Sanfeng indicated that he was not sure whether the act was unintentional or malicious.  However, Hu Qingniu (Ed: the Healing Sage of Butterfly Valley) pointed out that an expert in internal energy would be able to sense the toxins easily, so the act should be a purely malicious one.
    After Zhang Sanfeng had finished writing out a copy of the Wudang Nine-Yang and the Thirteen Stances of Taiji, he handed the manuscript to Kong Wen, the abbot, who in turn passed it to a young secular student of Kong Zhi.  This student turned out to be Chen Youliang!  Chen Youliang read through the manuscript and proclaimed the contents to be Shaolin tehcniques.  He recited it from memory as 'evidence' because the Shaolin monks intended to deny having learnt anything from Wudang!  When the monks returned to manuscript, Zhang Sanfeng gave Kong Zhi a jolt that sent him staggering backwards and knocked Chen Youliang out of the pavilion.  Then, he tore the paper to shreds.  Having witnessed the power of Zhang Sanfeng's martial arts, the monks naturally hoped that Chen Youliang correctly remembered everything that was written!
    Ed: All the scenes described above were deleted from the revised edition.  In their place was a brief passage on the Shaolin monks' refusal to exchange the Shaolin Nine-Yang for the Wudang Nine-Yang offered by Zhang Sanfeng.
    Also, Taiji (in any form or stance) was not mentioned or displayed until Chapter 24 of revised edition.  Chen Youliang did not appear until Chapter 31.  His position was also changed from being a student of Kong Zhi to that of Yuan Zhen (i.e. Cheng Kun).
    (6) Ending
    In the original edition, Zhou Zhiruo accompanied Zhang Wuji to Wudang, where Zhang Sanfeng confronted her with a sword and declared that he could not allow Guo Xiang's legacy to end in such a disastrous manner, especially after Zhou Zhiruo had so flamboyantly displayed her cruel martial arts techniques in a bid for supremacy.  Zhou Zhiruo then turned and asked Zhang Wuji which clan he belonged to.  Zhang Wuji admitted having learnt martial arts from many sources, but he did not really belong to any clan.  So Zhou Zhiruo invoked the single wish that Zhang Wuji owed her, and asked him to take over the leadership of the E-mei School.
    After Zhang Wuji agreed, he received a manual of Guo Xiang's martial arts techniques and the two broken halves of the Heaven Sword.  Then, he moved to Mount E-mei and resigned from the leadership of the Ming Sect.  Zhou Zhiruo became a nun.  The story ended with Zhao Ming (Ed: see item #7 below) invoking her third and last wish, i.e. to have Zhang Wuji draw her eyebrows.
    Ed: In the revised edition, Zhou Zhiruo did not give up her leadership of the E-mei School.  Zhang Wuji resigned from the leadership of the Ming Sect after being tricked by Zhu Yuanzhang (the alleged Ming Sect freedom-fighter who eventually became the first emperor of the Ming Dynasty).  As Zhao Min (Ed: see item #7 below) invoked her third and last wish of having her eyebrows drawn, Zhou Zhiruo appeared and told them that she would use her single wish on the day of Zhang Wuji's wedding with Zhao Min.
    (7) Miscellaneous
    (a) The (Ed:) female Mongolian prefect who fell for Zhang Wuji was named Zhao Ming (meaning "bright/clear") in the original work.  Her name was changed to Zhao Min (meaning "quick/intelligent") in the revised edition.
    (b) Zhou Zhiruo was the daughter of failed Ming Sect revolutionary, Zhou Ziwang, in the original.  Ed: In the revised edition, she was the daughter of a hapless boatman on the River Han.
    (c) Ed: The sixth disciple of Zhang Sanfeng was named Yin Liheng in the original, but Yin Liting in the revised. 'Liheng' came from a phrase in the Book of Changes ('Yi Jing' or 'I-Ching'), which roughly meant "smooth profits". During a revision of the text, Jin Yong changed the name to 'Liting' (meaning "Pear Pavilion") to match the poetic names of the other Wudang disciples (Yuanqiao - "Faraway Bridge"; Lianzhou - "Lotus Boat"; Daiyan - "Formidable Rock"; Songxi - "Pine Stream"; Cuishan - "Emerald Mountain" and Shenggu - "Sounding Valley").
    (d) The "Thousand-Spider and Ten-Thousand-Poison Hand" (Ed: 'Qianzhu Wandu Shou' used by Yin Li) in the revised edition was originally called the "Thousand-Spider Household-Terminating Hand" (Ed: 'Qianzhu Juehu Shou').
    (e) Ed: The "Dark Yin Finger" (or 'Xuan Yin Zhi') used by Yuan Zhen in Chapter 19 of the revised edition was originally called "Illusionary Yin Finger" (or 'Huan Yin Zhi').
    (f) Yang Dingtian (Ed: the 33rd leader of the Ming Sect) in the revision edition was originally named Yang Potian.
    (g) The name originally assigned to Zhang Wuji by Zhang Cuishan was "Zhang Nianci", the same "Nianci" as Mu Nianci, the wife of Yang Kang and mother of Yang Guo in LOCH and ROCH respectively.  Ed: In the revised edition, Zhang Cuishan did not name his son at all.  Instead, he requested Xie Xun to name the child.
    (h) Ed: In the first edition, Yin Susu called her son "little hero Xie Wuji" after the boy struck the beggar who tried to threaten him with a poisonous snake.  As a result, Zhang Cuishan had to explain to Yu Lianzhou that his son had taken Xie Xun's surname after being adopted. 
    This passage was removed in the revised edition.  Instead, Xie Xun uttered these words to the boy before he and his family left Ice-Fire Island:  "Wuji, when you get home, remember to call yourself 'Zhang Wuji'. The name Xie Wuji is only to be kept in your heart, and you must never ever say it with your mouth."
    (i) Ed: In the first edition, Zhang Wuji caught and ate red frogs from the pond in the nameless valley.  These frogs helped to reduce the toxicity of the Xuan Ming Palms in his body before he found a complete cure in the Nine-Yang Manual.  In the revised edition, there were no red frogs.  Instead, the boy caught and ate an ordinary type of white-coloured fish from the pond.
    (j) Ed: The first edition was titled "Tian Jian Long Dao", or "The Heaven Sword and the Dragon Sabre".  It contained 112 chapters in 28 volumes of 4 chapters each.  The revised edition was called "Yi Tian Tu Long Ji", or literally "Relying on Heaven for the Slaughter of the Dragon".  The content was re-arranged into 40 chapters in 4 volumes of 10 chapters each.

    Jumat, 15 Desember 2017

    Shi Potian

    Shi potian adalah salah satu tokoh utama dari novel Ode to Gallantry, karya Jin Yong yang populer dengan trilogy condor heroes nya. Ode to Gallantry bercerita tentang setiap 10 tahun , ada 2 utusan yang datang ke dunia persilatan untuk mengundang para pemimpin partai yang terpilih untuk minum bubur di pulau Para Pahlawan, jika menolak akan dibunuh langsung termasuk semua anggota partai, tapi masalahnya jika menerima undangan, setiap pemimpin partai yang kesana tidak ada yang kembali lagi dan ga ada kabar , ini sudah terjadi selama 30 tahun terakhir.
    Shi Potian dan kakaknya Shi Zhongyu (shi potian lebih mudah sekitar 11 bulan, biarpun ada satu clue lain yang menunjukkan beda 2 tahun), nantinya akan dijadikan pemimpin sebuah partai sebagai pemimpin boneka, sehingga pemimpin asli dapat kabur dari undangan utusan pulau para pahlawan. Shi Potian saat bayi diculik dan disangka telah meninggal dibunuh, sejak kecil diasuh oleh ibu angkat yang menculiknya dan tidak mengerti ilmu silat sama sekali, lingkungan hidupnya pun terpencil jauh dari masyarakat. Itu menyebabkan Shi Potian menjadi polos dan jujur .

    Shi Potian melakukan petualangan pertamanya di dunia luar , setelah tiba-tiba ibu yang tinggal bersamanya mendadak hilang ntah kemana, kemudian tidak lama kemudian anjing kuning kesayangannya juga ikut menghilang. Dalam perjalanannya, dia secara kebetulan mendapat plakat batang besi hitam , yang dimana Xie Yanke pernah berjanji bahwa bagi yang mendapatkannya, apapun permintaan orang itu , akan dia laksanakan , karena Shi Potian tidak memiliki keinginan apapun, itu membuat Xie Yanke gusar dan tidak tenang karena belum melaksanakannya, akhirnya membawanya ke atas tebing kediamannya dan secara sengaja mengajarkannya 2 ilmu tenaga dalam yang saling bertolak belakang, satu berunsur Yin dan satu berunsur Yang, yang akhirnya akan membuat luka dalam dan penderitaan yang maha dahsyat dan akhirnya mati. Siapa sangka Shi Potian pada akhirnya lolos dari maut itu. Kemudian dia menjadi orang yang memiliki tenaga dalam berlimpah setelah mendapat beberapa kesempatan, tetapi ilmu luar nya hancur.

    Shi Potian berperawakan alis tebal, mata besar, dan wajah bersudut. Shi Potian yang buta huruf, membuatnya berhasil mempelajari suatu ilmu silat tanpa tanding  pada akhir cerita yaitu Ode To Gallantry di pulau Pendekar (hero's island). Kedua tetua pulau meminta agar Shi Potian tidak mengatakan kepada siapapun, termasuk orang yang dipercaya, bahwa dia telah berhasil memecahkan rahasia ilmu di pulau itu, karena akan selalu memunculkan bahaya atau masalah di masa depan, biarpun mereka tidak bisa mencelakai Shi Potian, tetapi bisa mencelakai orang disampingnya. Kisah cinta atau asmara Shi Potian sangatlah sederhana, dia di-sepanjang cerita hanya memiliki cerita cinta dengan satu wanita yaitu A'xiu, hubungannya dengan Ding Dang hanya karena kesalahpahaman.

    Kamis, 14 Desember 2017

    Linghu Chong



    Linghu Chong adalah nama tokoh utama dari novel The Smiling Proud Wanderer (Xiao Ao Jiang Hu), yang merupakan salah satu karya dari novelis Jin Yong (yang terkenal akan trilogy Condor Heroes). The Smiling Proud Wanderer atau biasa disingkat SPW menceritakan tentang hubungan antara 5 partai pedang dan permusuhan mereka dengan aliran Matahari-Bulan (biarpun beberapa partai sekte lain ada disebut seperti QingCheng, Shaolin, Wudang, dll). Perbedaan pendapat dan tujuan memaksa kelima partai pedang saling mencurigai dan tidak percaya.

    Linghu Chong (LHC) adalah murid tertua dan paling senior di aliran / partai Huashan , salah satu partai dari 5 partai pedang. Mempunyai karakteristik easy-going (mudah bergaul), suka kebebasan, humoris, santai, setia, memegang teguh prinsip yang dianggapnya benar, kekanak-kanakan/suka bermain, pintar, cerdik. Berbeda dengan tokoh utama dari trilogy condor, LHC bukanlah tipikal karakter yang benar-benar pahlawan sempurna, karena dia juga menyukai judi dan minuman keras. Dia bahkan berteman dengan beberapa orang yang dikategorikan jahat dan rendahan oleh masyarakat umum. Seiring berjalannya waktu , pengalaman mengajarkannya bahwa banyak partai-partai lurus yang ternyata tingkah lakunya jahat dan tidak benar, sehingga dia mendapat pelajaran bahwa seseorang dianggap lurus adalah dari tingkah laku dan tindakannya, bukan darimana dia berasal.