HSDS2019

HSDS2019

Jumat, 27 November 2020

Nama besar Xiao Feng ada disebut dalam novel Lain





Xiao Feng (atau Qiao Feng) adalah tokoh yang sangat luar biasa dalam cerita Demi-Gods and Semi-Devils (DGSD atau pendekar negeri tayli), tokoh ini membuat heboh dunia persilatan saat itu. Namanya dikenang dan disebut pada generasi-generasi berikutnya. Pada cerita selain DGSD, nama Xiao Feng sendiri disebut beberapa kali , terutama dalam cerita Trilogy Condor Heroes (sama-sama era dinasti Song). Berikut:

Nama Xiao Feng ada disebut 2x pada LOCH, 1x pada HSDS, dan tidak disebut sama sekali pada ROCH (semua novel edisi 3) . Novel Jin Yong yang lain ga disebut lagi.


*yang berikut adalah kutipan yang ada di LOCH edisi 3.
Yang Pertama.
Satu bulan berlalu seperti ini. Hong Qigong sudah mengajarkan lima belas jurus tapak dari Delapan Belas Tapak Penakluk Naga kepada Guo Jing, mulai dari Naga Meraung Menyesal sampai Melihat Naga di Sawah. Ilmu Delapan Belas Tapak Penakluk Naga ini dapat dikatakan puncak ilmu silat dari ilmu menyerang yang tidak ada tandingan, dapat menaklukkan segalanya. Walaupun jumlahnya terbatas, setiap jurus kekuatannya besar. Pada masa dinasti Song Utara, ketua partai Pengemis, Xiao Feng, menggunakannya untuk mengalahkan para pendekar di seluruh dunia. Hanya sedikit orang yang dapat menahan dua atau tiga jurusnya. Saat itu seluruhnya ada Dua Puluh Delapan Tapak Penakluk Naga. Kemudian Xiao Feng dan adik angkatnya, Xu Zhu, menyederhanakannya, memilih bagian-bagian terbaik, mengubahnya menjadi Delapan Belas Tapak Penakluk Naga. Kekuatan Tapaknya dalam.
Jurus tapak ini diwariskan hingga kepada Hong Qigong. Ketika bertanding dengan Wang Chongyang, Huang Yaoshi, dan yang lain di puncak Gunung Hua, Hong Qigong menggunakan jurus ini. Wang Chongyang dan kawan-kawan mengakui kehebatannya.
----------------------------
Yang Kedua (ada kupersingkat bagian yg tidak penting)
Saat keduanya asyik bergurau, terdengar suara di tangga. Tiga tetua yang berusan mengikuti Yang Kang sudah kembali. Mereka menghampiri meja Guo Jing dan Huang Rong, lalu memberi hormat. Di antara mereka ada pengemis putih gemuk dan berjanggut putih. Jika pakaiannya tidak banyak tambalan, ia tampak seperti orang kaya.
"Tadi pengemis bermarga Lu itu diam diam ingin menurunkan tangan jahat kepada kalian berdua."
"mungkin ucapan kalian telah menyinggungnya. cepat makan obat ini maka kalian akan selamat."
Tadi Huang Rong melihat mereka satu kelompok dengan Yang Kang, mana mungkin karena dua atau tiga kalimat ia bersedia meminum obat itu?
"kami berterima kasih atas maksud baik kalian." kata Huang Rong. "Silahkan duduk bersama dan minum beberapa cangkir. Dulu di Vila Juxuan, ketua partai pengemis, Qiao Feng, seorang diri melawan para pendekar. Didepan kuil Shaolin ia juga menggunakan ilmu Dua Puluh Delapan Tapak Penakluk Naga hingga para penjahat melarikan diri jauh-jauh. Di Perbatasan Yanmen ia memaksa mundur raja suku Khitan dan mematahkan panah sebagai kesepakatan untuk tidak menyerang ke Selatan. Benar-benar pendekar yang luar biasa."
waktu Huang Rong, Hong Qigong, dan Guo Jing membuat rakit di Pulau Awan Merah, Hong Qigong sering menceritakan urusan lampau Partai Pengemis agar ketika kelak menjadi ketua, ia sudah tahu urusan penting di dalam partai. Mengenai tindakan kepahlawanan Qiao Feng, Hong Qigong juga pernah menceritakannya.
Tiga tetua partai pengemis merasa heran mendengar Huang Rong menceritakan urusan lama Ketua. Dalam hati mereka berpikir Huang Rong masih muda, tapi sudah mengetahui hal-hal seperti ini.
-----------
*Yang berikut adalah kutipan yang ada di HSDS edisi 3.

Pada masa dinasti Song Utara, ilmu Delapan Belas Tapak Penakluk Naga yang merupakan pusaka partai Pengemis jumlahnya ada 28 Tapak. Saat itu ketua Xiao Feng ilmu silatnya hebat, tetapi karena keturunan orang Qidan, ia diusir dari partai. Ia menyederhanakan 28 tapak itu menjadi 18 tapak, disebut Delapan Belas Tapak Penakluk Naga. Setelah itu, adik angkatnya, Xu Zhu dari istana Lingjiu mewarisi ilmu ini, lalu mengajarkannya kepada generasi berikutnya.



3 komentar:

  1. Kalo Xu Zhu mengajarkan juga ilmu itu berarti bukan hanya para ketua kaipang ya yg menguasai ilmu tsb, juga para murid Xu Zhu generasi ke bawahnya heng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saat Xiao Feng mengajarkan ilmu ini kepada Xuzhu, para tetua2 kaipang juga ada disitu, tetapi kemampuan mereka belum bisa untuk menguasai ilmu ini dalam waktu singkat, sehingga Xiao Feng memilih Xuzhu sebagai perantara ilmu kaipang ini (backup), sampai suatu waktu dimasa depan ada seseorang anggota kaipang yang berbakat dan terpilih menjadi ketua kaipang selanjutnya, bisa mencari Xuzhu untuk diajarin dua ilmu ini.Tujuan dari Jin Yong merevisi cerita ini (Xiao Feng mengajari Xuzhu agar sebagai perantara/backup adalah untuk menjawab plothole edisi sebelumnya, yang dimana pasca kematian Xiao Feng, berarti ilmu ini punah, padahal kenyataannya masih muncul di trilogy condor heroes).
      btw, ilmu 18 tapak penakluk naga tidak harus ketua kaipang, Guo Jing (kwee ceng) sendiri bukan ketua kaipang. ini ada daftar orang yang menguasai ilmu ini, beberapa diantaranya bukan ketua kaipang.
      https://jianghuindo.blogspot.com/2021/02/13-pengguna-ilmu-18-tapak-penakluk-naga.html

      beda halnya dengan ilmu tongkat pemukul anjing, itu adalah ilmu yang hanya boleh dipelajari oleh ketua kaipang (terkecuali Yang Guo / yoko yang mempelajarinya karena pengecualian atau tanda kutip)

      Hapus
    2. btw, yg dimaksud diajarkan Xuzhu kepada " generasi selanjutnya" maksudnya anggota kaipang generasi selanjutnya, bukan murid dia atau keturunan dia

      Hapus