Wu Qingying sebagai Gadis ke-5 di Pulau Ular pada Heavenly Sword & Dragon Sabre 2019?
![]() |
| Wu Qingying saat kemunculan awal |
Pada artikel kali ini, akan membahas salah satu karakter perempuan dalam versi drama The Heavenly Sword & Dragon Slaying Sabre 2019 (倚天屠龙记 / To Liong To / Pedang Langit dan Golok Naga). Karakter ini mungkin dulu tidak terlalu diperhatikan oleh banyak orang, tetapi dalam versi terbaru drama HSDS, alur ceritanya bisa dibilang memberinya kesempatan untuk benar-benar bersinar. Dia adalah Wu Qingying, putri Wu Lie (pemilik Villa Lianhuan) yang bersama Zhu Jiuzhen dijuluki “Dua Jelita Pegunungan Salju”.
Kedua wanita cantik itu memperebutkan pria yang sama, yaitu Wei Bi, sehingga terlibat cinta segitiga. Wu Qingying juga tidak kalah licik dan cantiknya dengan Zhu Jiuzhen.
Dalam versi terbaru cerita ini, Zhang Wuji yang sebelumnya bersama “empat wanita cantik” di Pulau Ular Roh dan bertemu ayah angkat, Xie Xun, berubah menjadi membawa lima wanita cantik, karena bertambahnya Wu Qingying.
Dalam novel aslinya, Wu Qingying sebenarnya juga pernah sampai ke Pulau Ular Roh. Ceritanya adalah, berkat informasi yang diperoleh ayah dan anak Wu Lie - Wu Qingying, Nenek Jinhua (golden flower granny / Nenek Bunga Emas) dan Zhu’er akhirnya berhasil menemukan Xie Xun dan dengan tipu daya berhasil membawa Xie Xun dari Pulau Api dan Es ke Pulau Ular Roh. Setelah itu, Nenek Jinhua dan Zhu’er pergi ke Dataran Tengah. Pada kesempatan tersebut, Wu Lie dan Wu Qingying melarikan diri dan kemudian diselamatkan oleh Song Qingshu. Sejak saat itu, tidak ada lagi kelanjutan cerita tentang mereka berdua.
Pernah ada yang berspekulasi bahwa mungkin karena peran karakter ini dianggap tidak terlalu penting, Jin Yong lanjut menulis yang lain hingga akhirnya melupakannya. Selain itu, karena tidak ada cerita takdir yang cocok untuk diatur ke dia, maka karakter ini pun dibiarkan begitu saja.
Dalam novel asli, selain ikut-ikutan menindas Zhang Wuji di Villa keluarga Zhu, Wu Qingying sebenarnya tidak memberi pengaruh besar terhadap keseluruhan alur cerita. Karena itu, tidak mengherankan jika dia diabaikan oleh banyak orang. Namun dalam versi adaptasi drama terbaru, sang sutradara dan penulis skenario “bermain imajinasi besar”, menulis ulang cerita, sehingga Wu Qingying kembali bertemu Zhang Wuji di Pulau Ular Roh. "Itu yang namanya takdir", mungkin gitu kira-kira kata sutradara.
Pada versi adaptasi drama HSDS 2019 yang agak sedikit berbeda ceritanya, Zhang Wuji yang polos dan Xie Xun yang sudah buta tertipu oleh Chen Youliang dan membiarkannya pergi. Tanpa disangka, Chen Youliang justru memberitahu dan membawa para ahli dari Persia, yang berujung pada perpisahan hidup dan mati antara Zhang Wuji dan Xiao Zhao. Hal ini juga secara tidak langsung memberi Zhou Zhiruo kesempatan untuk meracuni, sehingga terjadilah rangkaian peristiwa selanjutnya.
Seandainya Chen Youliang tidak membawa orang-orang dari Ming Persia, Zhang Wuji dan yang lainnya tidak akan bersembunyi di jurang langit. Jika tidak masuk ke jurang itu, mereka juga tidak akan menemukan Wu Qingying yang ternyata bersembunyi di tempat yang sama. Namun pada saat itu, Wu Qingying sudah “berubah total”, tak lagi menjadi salah satu dari Dua Jelita Pegunungan Salju. Ia berubah menjadi seperti seorang pengemis perempuan yang memakan tikus hidup-hidup, bahkan lebih menyedihkan dibanding Zhang Wuji saat dulu jatuh miskin. Seperti kata pepatah populer: langit punya roda karma, tak pernah mengampuni siapa pun.
![]() |
| Wu Qingying sedang memohon kepada Zhang Wuji saat di pulau ular |
Dalam versi HSDS 2019, ketika Wu Qingying kembali bertemu Zhang Wuji, ia sama sekali tidak menunjukkan kebencian. Sebaliknya, ia dengan sangat tulus memohon ampun kepada Zhang Wuji. Setelah mengetahui bahwa Zhang Wuji dan Xie Xun pernah bertemu Wu Lie, ia bahkan berlutut dan memohon Zhang Wuji untuk membantunya mencari sang ayah, benar-benar memperlihatkan kasih sayang yang mendalam antara ayah dan anak.
Namun hal ini juga membuat banyak orang terkejut. Dulu, sebagai salah satu dari "Dua Jelita Pegunungan Salju", betapa sombongnya Wu Qingying!. Zhu Jiuzhen memang memandang rendah Zhang Wuji yang lugu, tetapi demi mencapai tujuannya ia masih mau berpura-pura bersikap manis. Sementara Wu Qingying bahkan tidak mau melirik Zhang Wuji sedikit pun, ia benar-benar memandangnya dengan penuh penghinaan.
Perkembangan peristiwa yang berubah 180 derajat seperti ini tidaklah sulit untuk dipahami. Pertama, terjadi perubahan drastis di villa tersebut, dan kemudian ia menjadi seorang tawanan. Bagaimana mungkin Wu Qingying membayangkan bahwa ia akan berakhir seperti ini? Pada titik ini, jalan keluar apa lagi yang dimiliki Wu Qingying selain memohon kepada Zhang Wuji? Namun, ayahnya Wu Lie telah tewas, dan bahkan permohonan rendah hati Wu Qingying pun pada akhirnya gagal membawa ayahnya kembali.
Kematian Wu Lie menjadi titik balik tragis puncak untuk Wu Qingying, satu-satunya harapan dia pun telah sirna.
Kelemahan terbesar Zhang Wuji adalah hatinya yang lembut, terutama terhadap wanita yang malang. Menghadapi permohonan Wu Qingying yang merendah, ia segera setuju, yang membuatnya mendapat teguran keras dan pedas dari Zhao Min.
Dalam cerita di Pulau Ular pada HSDS versi baru, keberadaan Zhou Zhiruo seolah terkikis habis, nyaris tanpa dialog. Selain mengungkap identitas Zhao Min, ia hanya berperan seperti saudara seperguruan ketiga, dan juga terlihat diam-diam merenungkan Pedang Langit milik Zhao Min serta Golok Pembunuh Naga milik Xie Xun.
Pada saat ini, kemunculan Wu Qingying adalah penyelamat! Hanya dialah yang pantas menerima hantaman orang persia itu demi Zhang Wuji, mengorbankan nyawanya untuk mengakhiri perannya. Tak pelak lagi, Wu Qingying pada saat ini terasa lebih nyaman bagi penonton daripada Zhou Zhiruo. Karena dalam adegan ini, ia tampak memiliki hati yang jauh lebih murni.
![]() |
| karakter minor, kalau mati ga ada yang peduli |
Akan selalu ada orang-orang yang melintasi hidup kita dengan cepat, karena mereka bukanlah tokoh utama dalam hidup kita, dan sewajarnya mereka tidak mungkin menarik perhatian kita. Apa pun peran mereka dalam hidup kita, seiring berjalannya waktu, mereka akan menghilang dari ingatan.
Ketika ia mengenang masa lalu mereka, ia akan mengingat Xiao Zhao, yang pergi ke Persia demi menyelamatkan semua orang; ia juga akan mengingat Zhu'er yang keras kepala dan setia, yang sangat mencintainya; dan ia akan mengingat Zhou Zhiruo, yang hampir ia nikahi. Namun, seberapa banyakkah ia akan mengingat wanita-wanita lainnya? Zhu Jiuzhen, yang menipunya di masa muda yang naif? Atau Wu Qingying, yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya di Pulau Ular?
Mungkin Zhang Wuji sudah lama melupakannya, hatinya hanya dipenuhi oleh pelindungnya, Zhao Min. Adapun Wu Qingying, tidak pernah ada ikatan emosional di antara mereka, jadi wajar saja jika ia tidak meninggalkan banyak kenangan baginya. Ia mungkin hanya ingat bahwa wanita itu mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya, namun bayangannya sendiri sudah lama sirna tanpa bekas.
Bagi mereka yang memedulikan kita, kita adalah bagian dari hidup mereka; namun bagi mereka yang tidak peduli, kita hanyalah orang yang numpang lewat dalam hidup mereka. Sebanyak apa pun yang kau lakukan untuk mereka, bahkan jika kau memberikan nyawamu, itu mungkin tidak akan mengubah kenyataan bahwa kau hanyalah seorang pengelana yang melintas.
Ambil contoh Wu Qingying. Pertemuan tak sengaja mereka sarat dengan kemalangan; sebelum ia sempat menumbuhkan perasaan, ia sudah binasa. Atau Gongsun Lü'e, yang meski pernah menikmati momen kelembutan singkat dari sang Pendekar Rajawali, secara tragis menemui ajalnya terlalu dini. Bukannya kau tidak cukup baik, melainkan karena takdir tidak menetapkan tempatmu di sana. Biarlah kita saling berpapasan saja!
Wu Qingying adalah karakter minor, sehingga kematiannya yang mengorbankan nyawa demi menyelamatkan Zhang Wuji, seperti tidak penting, ga ada yang peduli. Andai yang mati adalah salah satu dari empat wanita, maka akan lebih terasa efeknya di hati penonton.
Andai ada versi adaptasi HSDS yang lebih baru, mungkin sutradara bisa membuat Zhu Jiuzhen tetap hidup, dan dia yang berada di pulau ular, membuat Wuji terkenang dengan kenangan lama yang akan lebih emosional, dan menambah kecemburuan Zhao Min.
---
Sumber: Xiao Xiaoming Guanying Zhinan & Ankang Xiangsi Wuye
-




