HSDS2019

HSDS2019

Selasa, 09 Oktober 2018

Kenapa isi antara 2 novel yang berjudul sama bisa berbeda?

Pernah ga sih saat membaca sebuah novel cersil ,ternyata isinya ada yang berbeda dengan yang sebelumnya kita baca? padahal bukunya sama , judulnya sama. Bisa ada beberapa penyebabnya:

1. perbedaan Revisi
beberapa penulis wuxia, terkadang melakukan revisi pada novel cersilnya, sebagai contoh Jin Yong telah melakukan 2x revisi pada semua 14 novelnya (cuma 1 yang ga pernah di revisi dan merupakan cerita pendek/cerpen) . Revisi pertama jin yong lakukan sekitaran tahun 1970-1980an , dan revisi kedua (disebut edisi 3) dilakukan antara tahun 2002-2005. Penulis melakukan revisi untuk beberapa hal termasuk melakukan perbaikan kesalahan, membuang cerita yang dianggap tidak penting, menambah elemen-elemen cerita, ataupun mengikuti suara komplain dari pembaca. 

2. kenakalan penyadur
ya ada penyadur yang nakal, memperbaiki sebagian isi dari cersil , diubah sesuai kehendaknya, karena cuma sebagian kecil yang diubahnya, siapa yang tahu? hal ini cukup sering terjadi untuk cersil yang di sadur kedalam bahasa Indonesia. Juga ada penyadur yang menambahkan opini pribadi dia kedalam pemikiran seorang tokoh cerita yang harusnya ga ada. Kadang ada penyadur yang comot sana , comot sini beberapa karya Gu Long, terus dijadikan satu, sehingga terkadang terkesan aneh ceritanya, ada yang ga nyambung. Memang sih untuk yang kurang ahli alias cuma baca-baca biasa doank, ga akan mengetahuinya, tetapi untuk yang benar benar mendalami, akan sadar dan merasa aneh. 

3. versi Singkat
ada penyadur yang mempersingkat cerita nya, sehingga potong sana potong sini isinya, tidak semua isi cersilnya disadur secara total. Alasan mempersingkat terbagi menjadi beberapa, bisa karena alasan untuk menghemat kertas, bisa juga karena penyadurnya males (ini nih yang paling umum) , ada juga yang alasannya agar pembaca lebih mudah mengerti isi ceritanya (seperti cersil pedang dan kitab suci). Ya, hilangnya beberapa isi cerita membuat perbedaan antara 2 cersil . 

4. kesalahan translate
ya... terkadang penyadur bisa salah dalam menerjemahkan ke dalam bahasa lain. Contohnya jika cerita wuxia itu berbahasa mandarin, saat di translate ke bahasa indo, hasilnya bisa berbeda. terkadang suatu kata itu bisa memiliki banyak arti atau arti berbeda-beda, apalagi bahasa mandarin, sering mempunyai beberapa arti ataupun tidak ada arti baku nya. Perbedaan semakin terasa jika di translate ke dalam 2 bahasa berbeda terus dibandingkan, sebagai contoh yang satu inggris , satu lagi bahasa lain. Bahasa inggris memiliki synonym yang super banyak, sehingga menambah keruwetan kosakata. 

5. Palsu!
nah ini nih yang paling parah, banyak banget penulis yang numpang nama bahwa ini karya orang terkenal, padahal itu adalah karya nya, tapi agar terkenal, dia menggunakan nama penulis terkenal, hal ini cukup sering terjadi di Indonesia, terutama karya Gu Long (Khu Lung), jadi covernya ditulis karya Gu Long, padahal bukan, alias palsu. Kalo karya Jin Yong sih mudah ketahuan, karena total karya beliau cuma 15 biji, tapi Gu Long? jika ditotalin dengan yang palsu jumlahnya ratusan, siapa yang tau mana yang asli, mana yang palsu? bukti dan verifikasinya gimana? wong orangnya aja uda meninggal. Paling yang ketahuan asli yang karya-karya terkenalnya doank.

6. Makna berbeda
ini adalah hal yang lucu, saya juga dapat infonya dari sebelah forum spcnet, jadi ada orang yang memiliki 2 buku novel wuxia yang berjudul sama tapi penerbitnya beda (yang satu versi Taiwan), dua dua nya bahasa mandarin, tapi ada beberapa huruf/kata yang bisa beda. Ya memang sih jumlahnya dikit dan biasa ga gitu pengaruh, tetapi kalo lagi sial-sial , itu katanya bisa bermaksud ganda, sehingga mempunyai arti berbeda, dan efeknya jadi besar . Mungkin ini lebih sering terjadi pada kata-kata di bahasa mandarin.

7. Kurangnya kualitas Penyadur
ya... ini lagi-lagi kesalahan Penyadur. Beberapa penyadur kurang memiliki kualitas untuk translate atau menerjemahkan, sehingga isinya jadi kacau-balau. Hal ini pernah terjadi untuk saduran novel cersil kembalinya pendekar rajawali, ada satu penyadur yang isinya kacau-balau, urutan peristiwa tidak berurutan , isinya tidak beraturan , lompat sana sini, tidak rapi, ada bagian yang hilang, asal kopas, asal translate, sehingga kualitasnya jadi hancur, yang baca akan merasa pusing dengan jalan ceritanya seolah ga nyambung.

8. Pembuat E-book lagi ngantuk!
ini khusus untuk yang copy-paste cersil dari buku fisik ke e-book, mungkin karena yang mau diketik terlalu banyak dan waktu sudah tengah malam, jadi si tukang ketik jadi lelah, alhasil ada kalimat dalam suatu paragraf yang tidak diketik alias kelupaan. ini pernah saya temukan di buku cersil pendekar negeri tayli, ada perbedaan antara buku fisik dan e-book.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar