HSDS2019

HSDS2019

Kamis, 12 Desember 2019

[Review] Drama Sword Dynasty 2019

Sword Dynasty couple

Sword Dynasty drama 2019
Tokoh Utama Wanita di Sword Dynasty


Sword Dynasty diadaptasi dari Novel dan Anime (donghua/cartoon) dengan judul yang sama, dikarang oleh Wu Zui (无罪). Yang akan di review kali ini adalah berdasarkan adaptasi drama TV nya, bukan Sword Dynasty versi novel atau anime-nya. Ini pertama kalinya saya akan review adaptasi Drama Wuxia. Alasan untuk review drama tahun 2019 ini adalah karena memang sekarang sudah semakin jarang (atau langka) cerita Wuxia yang bergenre Classic Wuxia, sekarang mayoritas adalah bergenre Romance Wuxia (yg fokus cerita cinta) ataupun XianXia (fantasy). Ini hanyalah review atau sinopsis awal untuk memberi gambaran sekilas tentang cerita, tanpa memberitahu endingnya atau cerita akhir. 

Sinopsis

Diceritakan 10 tahun lalu, Partai Banshan membantu negara Heng menaklukkan negara Lie, tapi tak disangka setelah raja negara Heng naik takta dan menjadi kaisar , kemudian membunuh ketua dari partai Banshan bernama JingMeng, karena takut dengan pengaruhnya yang bisa mengancam kedudukannya kelak. Cerita seputar seorang pria bernama Ding Ning yang merupakan murid dari si ahli pedang JingMeng dari partai pedang Banshan. Dia berusaha untuk membalas dendam guru nya yang meninggal dibunuh oleh kaisar dari kerajaan Heng . Sang tokoh utama wanita , bernama Zhangsun Qianxue, juga memiliki misi yang sama untuk membalas dendam terhadap kaisar Heng. Zhangsun Qianxue bukanlah nama asli, wanita ini berasal dari keluarga Gongsun, keluarganya dibantai habis karena memiliki keterkaitan dengan JingMeng, untuk melarikan diri terpaksa menggunakan nama dan marga lain. 

Ding Ning dan Zhangsun Qianxue pertama kali bertemu saat Ding Ning masih kecil , saat itu dia sedang berlatih ilmu ulat sutera (dia adalah satu-satunya pewaris ilmu ulat sutera dari JingMeng), ya ilmu ini mengingatkan kita terhadap wuxia jaman 80an yang dibintangi Norman, cukup nostalgia biarpun tidak ada hubungan cerita sama sekali. Sang tokoh utama pria memanggil sang tokoh wanita dengan sebutan “bibi”, mirip dengan Yang Guo dan Xiao Long Nu di cerita ROCh (kembalinya pendekar rajawali). Mereka bukan memiliki hubungan family sungguhan (seperti Yang Guo dan XLN), tetapi pertemuan dan perkenalan mereka yang pertama adalah saat sang tokoh utama pria Ding Ning masih kecil, yang kemudian diasuh oleh si wanita. Qianxue sendiri dikatakan memiliki love and hatred (cinta dan benci) terhadap JingMeng sewaktu dia masih hidup, jadi bisa diprediksi bahwa umur Qianxue sudah tidak muda lagi (ya setidaknya minimal uda kepala 3, karena JingMeng sudah meninggal 10 tahun lalu). Nampaknya hubungan mereka pun akan seperti YG dan XLN yang berakhir menjadi perasaan cinta. 

Misi mereka berdua selain membunuh kaisar Heng, juga membunuh semua pengkhianat-pengkhianat dari partai pedang Banshan . Di episode 1 kita melihat Ding Ning membunuh seseorang di atas perahu, seorang mantan anggota partai Banshan yang berkhianat, kekuatan orang ini berada di level 3 atas (mendekati level 4), sedangkan Ding Ning masih berada di level 0. Ya, disini kita menemui sistem level seperti yang pada wuxia genre XianXia, jadi biarpun Sword Dynasty adalah bergenre Classic Wuxia, tetapi meminjam unsur XianXia dalam hal ini. Level kekuatan yang dimaksud merujuk pada tingkat tenaga dalam. Sang tokoh utama memiliki masalah hawa unsur “Yang” yang berlebihan didalam tubuh, sehingga membuatnya tidak bisa hidup sampai umur 30 tahun. Qianxue pada awal cerita berada di level 5 atau 6. Kaisar Heng berada di level 7 kemudian naik jadi level 8 pada awal-awal episode, yang membuatnya satu-satunya orang didunia yang mampu berada di level 8. Karena perbedaan kekuatan yang terlampau jauh, sehingga kedua tokoh utama berusaha untuk berlatih keras biarpun tidak yakin harus pakai cara apa. 

Ding Ning berencana masuk ke aliran pedang Minshan untuk mempelajari suatu ilmu yang diperkirakan akan membuatnya sembuh dari masalah penyakit kelebihan “Yang” didalam tubuhnya, juga untuk membuatnya menjadi jauh lebih kuat. Dia menghubungi orang dari “Gedung 2 Lantai” yang memiliki kedekatan dengan aliran Minshan, tapi orang tersebut menyarankan Ding Ning untuk bergabung dengan Gua Baiyang dulu karena tidak mudah bergabung ke aliran Minshan, akhirnya Ding Ning bergabung dengan Gua Baiyang. Ternyata bergabung disini tidak buruk-buruk amat, Dia berlatih dan berkembang dengan sangat pesat dibawah bimbingan kakek pendeta Xue Wangxu yang merupakan ketua Gua Baiyang. Kakek pendeta ini sekilas mirip gaya Zhang Sanfeng pada cerita HSDS. Ding Ning berhasil menembus lv 1 dalam waktu setengah hari , dan kemudian lv 2 dalam 10 hari , sebuah rekor yang tidak pernah terjadi sebelumnya di negara Heng ataupun ibukota FengMing.

Karena rekor itu, membuat nama Ding Ning menjadi terkenal. Tapi semakin terkenal nama Ding Ning, masalah pun mulai bermunculan, orang-orang pemerintahan dari negara Heng mulai mengkaitkan dia dengan berbagai peristiwa pembunuhan belakangan ini yang menyasar pejabat-pejabat pemerintahan, terutama yang memiliki hubungan dengan partai Banshu saat dulu.

Selain harus menghindari berbagai upaya pembunuhan, juga harus berusaha menghindari tuduhan atau kecurigaan pemerintah, serta harus berlatih keras ilmu silat dengan kecepatan tidak masuk akal agar bisa mengikuti turnamen yang diselenggarakan aliran pedang Minshan dan menjadi juara (syarat untuk masuk ke aliran Minshan). Dalam perjalanannya, sang tokoh utama akan berkenalan dengan banyak orang baru, juga mengenal berbagai organisasi mulai dari partai JianLu, Gua Baiyang, Qingteng, Minshan, Lingxu, Gedung 2 Lantai, Banshan, Istana Yunshui, Pasar Ikan, Perguruan HongYang, Jin Lin Tang, keluarga Xie, negara Xian, dll

Oh ya, konflik bukan hanya seputar satu melawan satu, tetapi memiliki konflik politik dan persaingan dari beberapa pihak, sehingga tercipta berbagai kubu dan aliansi. Seperti contohnya ada kubu jendral LianLiang yang ingin memberontak kepada negara Heng karena dia merasa sudah tidak diperlukan lagi oleh permaisuri Ye. Juga ada cerita sampingan tentang sebuah pedang pusaka yang menurut kabar angin, jika memilikinya dapat memusnahkan semua kerajaan. Keberadaan pedang yang menjadi tanda tanya ini dicari oleh beberapa pihak, dibutuhkan kumpulan pecahan ornamen giok yang jika disatukan akan menunjukkan peta lokasi rahasia pedang pusaka itu.

Secara cerita mungkin terasa standar saja atau umum, sedangkan untuk adegan pertarungan boleh tergolong epik koreografinya. Saya menyukai trademark (kebiasaan) saat sebelum bertarung ada yang namanya pose kehormatan dimana semua petarung memiliki gaya atau sikap menghormati lawan  sebelum bertarung. Kebanyakan para petarung menggunakan 2 pedang atau 1 pedang+sarung pedang digunakan untuk menangkis, itu cukup menarik. Dengan jumlah episodes yang cuma 34, rasanya pantas untuk ditonton, apalagi pilihan untuk genre Wuxia klasik sudah sangat langka. Untuk Aktor atau Artis saya kurang tau siapa saja yang terkenal, berhubung saya jarang menonton adaptasi drama Wuxia , saya cuma mengenal tokoh utama wanitanya adalah yang berperan jadi Huang Rong di LOCH 2017 .



Lihat Juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar