HSDS2019

HSDS2019

Sabtu, 03 Oktober 2020

[Review] The Sword and Exquisiteness (renjana dan imbauan pendekar) karya Gu Long



Review Singkat The Sword and Exquisiteness (名劍風流) karya Gu Long (khu lung).

The Sword and Exquisiteness (名劍風流) saat di sadur ke bahasa Indonesia dipisah menjadi 2 novel cersil yaitu “Imbauan Pendekar” dan “Renjana Pendekar” . Judul bahasa inggris yang lain adalah "A Graceful Swordsman".


Novel ini ditulis awal-awal era Gu Long, sekitaran Juedai Shuangjiao (Pendekar Binal), jadi memang disini terasa Gu Long nya masih blom terlalu kental seperti  Gu Long yang nanti agak di era belakangan, masih ada unsur gaya Jin Yong dan lainnya, seperti disini banyak disebut ilmu-ilmu silat dan jurusnya yang bejibun banyaknya (karya Gu Long yg agak belakangan uda jarang) , nama nama partai yang sangat banyak jumlahnya , kadang ada pertarungan yang sangat lama sampe beratus-ratus stances/jurus (karya belakangan, biasa singkat, kadang cuma 1 jurus uda tau siapa menang), dan Gu Long disini lebih detail memberi informasi seperti contoh kapan partai pengemis didirikan, siapa nama pendiri partai pengemis, sejarahnya gimana, dll 

nama tokoh utamanya adalah Yu Peiyu (nama hokkien: Ji Pwee Giok) . Yu Peiyu tidak seperti tokoh utama Gu Long lainnya, yang awal langsung sudah menjadi pendekar kelas satu. Biarpun kuat, tapi boleh dibilang kelas 2 pun belum, mungkin cuma sekitaran kelas 3, belakangan dia menjadi sangat kuat setelah mempelajari dari beberapa orang, dan akhirnya menjadi pendekar kelas 1 (top 3 terkuat dalam cerita). Pada awal cerita disebut Yu Peiyu adalah orang yang tampan, tetapi bukan seseorang yang memiliki nama, orang-orang hanya mengetahui nama besar ayahnya, tapi dia sendiri bukan siapa-siapa di Jianghu, karena dia tidak pernah berpetualangan di luar, sehingga tidak memiliki nama besar. Pertengahan awal cerita dia seperti orang yang kebingungan , orang yang putus harapan, tidak tahu mau berbuat apa, cuma mengikuti arah angin , juga bukan seorang yang cerdik (terbukti saat menggunakan identitas baru, dia masih menggunakan nama yang sama, yang kelak membuatnya mendapat banyak masalah). Dia terkadang memecahkan masalah dengan otaknya, tetapi juga tidak sedikit yang dia gagal memecahkannya , sehingga sering dia dikendalikan atau ditipu oleh orang lain.
–Sang tokoh utama sering kebingungan, ditipu, kemudian banyak mind games dan misteri disini

Awalnya Bercerita tentang rapat Aliansi 13 Partai Orthodox (partai lurus), pada jaman dahulu ada 14 partai, tapi kemudian keluar satu , tokoh utama kita ini adalah anak dari ketua partai yang sudah keluar itu. Suatu hari ayah dari Yu Peiyu dibunuh , sedangkan Yu Peiyu sendiri diburu. Yu Peiyu ingin mencari siapa dalang dibalik pembunuhan ayahnya itu, dan apa motif dibalik pembunuhan itu, kemudian menghadiri rapat aliansi 13 partai, tapi kemudian tiba-tiba ayahnya yang harusnya sudah meninggal, muncul disana, beberapa orang yang harusnya sudah mati juga muncul disitu, membuat Yu Peiyu kebingungan. Disini misteri mulai muncul.

Konspirasi oleh sekelompok orang untuk menguasai seluruh dunia persilatan menjadi tema utama dari cerita ini. Disini kita disuruh untuk mind games; menebak siapa orang jahat, siapa orang baik dan berbagai misteri.

Cerita ini sangat banyak twistnya, kadang saya merasa kebanyakan twistnya, jadi terasa aneh, ibarat kayak begini; kamu baru pulang kerja , karena lapar sesampainya dirumah kamu duduk di kursi sambil makan apel , setelah kamu gigit apel itu , eh ternyata kamu baru menyadari yang kamu makan itu bukan apel, tapi jeruk, terus ternyata kamu bukan duduk di kursi tapi duduk di sofa, dan eh ternyata kamu bukan sedang dirumah, melainkan di tengah hutan, dan tiba tiba kamu menyadari bahwa kamu itu sedang mimpi.

- Pikiran kamu akan dibuat berubah-berubah sepanjang cerita, banyak kejutan, dan juga disisipi dengan cerita dewasa atau wanita "murahan", ya stylenya Gu Long gitu. Sangat banyak tokoh yang muncul dalam cerita ini, jadi mungkin akan sedikit kewalahan dalam menghafal atau mengingat nama-nama tokoh yang banyak jumlahnya itu. 

Cerita Renjana dan Himbauan pendekar ini memiliki beberapa kemiripan dengan cerita Jin Yong terutama di novel Demi Gods and semi Devils (pendekar negeri tayli), setidaknya ada 8 point yang mirip. Banyak tokoh-tokoh kuat muncul disini mirip cerita DGSD, dan punya gaya cerita dimana makin kebelakang ceritanya, tokoh yang makin kuat ilmu silatnya terus bermunculan satu per satu. Agak belakangan, ceritanya agak menurun kualitasnya, infonya itu ditulis oleh orang lain , mungkin itu sebabnya jadi agak menurun.

Bagaimana Yu Peiyu memecahkan misteri besar dunia persilatan? siapakah teman dan siapakah lawan?

Cerita ini sangat direkomendasikan untuk dibaca biarpun bagi orang yang kurang menyukai cerita Gu Long (khu lung).

Trivia:

  • Happy Ending
  • Tokoh utama nya Harem (ending beristri 3 mirip Duan Yu)
  • Tokoh utamanya kayak Yang Guo, banyak dipuja para wanita
  • sebelum sampai akhir cerita, Tokoh utamanya kebingungan menentuin wanita mana yang benar-benar disukainya, ala Zhang Wuji
  • Ada beberapa point kemiripan dengan DGSD , kadang saya berpikir, jangan2 saat Gu Long nulis ini, dia lagi hangout dengan Jin Yong 
  • Ada aliansi 13 partai orthodox; Shaolin, Wudang, Kunlun, partai pengemis, Kongtong, Huashan, Diancang, dll 
  • Ada 10 "The Greats"
  • Banyak tokoh-tokoh yang bermunculan disini, terkadang agak susah hafal semua namanya
  • The 8 Stances of Heavenly Dragon (Tian Long Ba Shi)  adalah ilmu andalan Kunlun yang sering disebut di cerita Gu Long yang lain . ilmu kunlun di Gu Long yang lain terkenal adalah 6 Yang Palm (mirip di Jin Yong), tapi ilmu ini tidak muncul di cerita ini. 
  • Ada satu tokoh disini yang namanya disebut dalam "Chu Liuxiang - the Legend of Bat", yang berarti timeline cerita sebelum Chu Liuxiang. 
  • Tang Clan muncul di beberapa cerita Gu Long lainnya, terkenal akan ahli senjata rahasia, terutama di Lu Xiaofeng series 
  • tokoh utama wanitanya cuma berumur 12 tahun
  • banyak orang aneh disini.
  • tokoh yang makin kuat dan makin kuat terus bermunculan disini
  • Banyak tokoh kuat , style ala DGSD



Tidak ada komentar:

Posting Komentar