Wei Xiaobao Penemu Pulau Senkaku / Diaoyu

Wei Xiaobao & 7 Wives
Wei Xiaobao bermain bersama 7 istri saat di pulau Diaoyu / Senkaku 


Lokasi Pulau Senkaku / Diaoyu pada peta (tanda merah) di dunia nyata 

 Wuxia Indonesiacerita-silat.net - Beberapa waktu silam, barusan China merilis peta nasional 2023, yang menampilkan kepemilikan kedaulatan wilayah menurut versi mereka, menklaim 80% perairan di Laut China Selatan serta bertabrakan juga dengan wilayah India dan Rusia di daratan. Selain itu mereka juga memiliki sengketa dengan Korea Selatan dan Jepang, salah satunya status kepemilikan pulau Senkaku / Diaoyu.

Pulau Senkaku / Diaoyu merupakan grup pulau tak berpenghuni yang ada di Laut China Selatan. Jepang menyebutnya dengan nama Senkaku  (尖閣諸島, Senkaku-shotō), China menyebutnya dengan nama Diaoyu (钓鱼岛), Taiwan meneybutnya Tiaoyutai, sedangkan secara internasional namanya adalah pulau Pinnacle (atau pulau Puncak jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia).

Senkaku / Diaoyu sendiri sebenarnya bukan pulau, tetapi kepulauan, Gugusan pulau tersebut total ada delapan pulau, terdiri dari lima pulau tak berpenghuni dan tiga pulau batu. 

Letak pulau berada di antara Taiwan dan pulau Okinawa, Jepang. Jarak pulau ini sekitar 168 km dari Taiwan.

Senkaku / Diaoyu merupakan pulau yang menjadi pertikaian sengketa sejak zaman dulu antara negara China dan Jepang. Sekarang ini di administrasi oleh pihak Jepang. Taiwan kemudian juga ikut terlibat dalam pertikaian klaim ini.

Pulau ini telah beberapa kali pindah tangan, pada tahun 1890an, Jepang merebut pulau ini dari tangan dinasti Qing, dan terpaksa dinasti Qing pun menyerahkannya. Tetapi kemudian tahun 1943 saat perang dunia kedua, Amerika Serikat (US) dan Inggris mendukung China melalui dekralasi Kairo dengan mengakui status pulau itu sebagai milik China, tetapi pada tahun 1951, kembali Amerika melaksanakan perjanjian pribadi dengan Jepang bahwa Senkaku / Diaoyu ini adalah milik Jepang.

Pada tahun 2012, Tiongkok telah mengidentifikasi dan memberi nama sebanyak 71 islet masuk dalam kelompok kepulauan ini setelah Kabinet Jepang merilis nama 39 islet tak berpenghuni (catatan: islet adalah pulau sangat kecil, seperti pulau karang gitu).

Wei Xiobao version Jordan Chan


Dalam Cerita The Deer & The Cauldron (kaki tiga menjangan)

Nama pulau Diaoyu ini muncul dan disebut pada cerita "The Deer & The Cauldron" (the duke of mount deer / kaki tiga menjangan / pangeran menjangan). Dan penemu serta pemberi nama pulau itu adalah Wei Xiaobao!.

Awal ceritanya, kaisar Kangxi memerintahkan Wei Xiaobao untuk membasmi sekte Shen Long yang memiliki markas di pulau Shen Long. Shen Long jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya menjadi dewa naga (nama shenron pada Dragon Ball juga mempunyai arti sama dari bahasa Jepang). Buku novel inggris terjemahan John Minford menggunakan nama Snake Island, padahal naga dan ular itu berbeda, kemungkinan alasannya ada saya bahas di bawah nanti.

Wei Xiaobao membawa seorang ahli angkatan laut bernama Shi Lang (orang taiwan / tungning yang berpindah haluan ke Qing, tokoh sejarah asli) untuk menyerang sekte Shen Long (inggris: Mystic Dragon Cult).

Shi Lang menggunakan strategi menyerang dari 3 arah. Dan meminta bosnya yaitu Wei Xiaobao untuk menempati sebuah pulau kecil di dekat situ sebagai pusat komando pertempuran. Penjelasannya yang terlihat keren, padahal alasan sebenarnya dari Shi Lang adalah karena dia tidak ingin ambil resiko jika Wei Xiaobao terjadi apa-apa, karena orang penting kaisar, sehingga biar dia sendiri yang menyerang, apalagi Wei adalah orang yang takut mati.

Pulau kecil ini terletak 30 li (15 km) dari pulau Shen Long. Pada awalnya, Wei Xiaobao menamai pulau kecil ini dengan sebutan pulau Tong Chi, yang secara harafiah berarti "eat them all" (makan sikat habis semuanya), sebuah istilah pada judi. 

Itu pertama kalinya Wei Xiaobao ke sana, dan berakhir dengan pulau Shen Long dibombardir habis-habisan oleh Shi Lang sampai rata.

Pada kesempatan kedua, Wei Xiaobao menggunakan tempat ini untuk bersembunyi dari kaisar Kangxi, karena dia menolak perintah dan keinginan kaisar untuk melenyapkan kelompok langit dan bumi (tiandihui / triad) dan gurunya Chen Jinnan. Wei Xiaobao bersembunyi dan tinggal di sini bersama dengan 7 istrinya selama beberapa tahun.

Pulau Tong Chi ini juga menjadi tempat lokasi guru Wei Xiaobao, Chen Jinnan, mati terbunuh ditangan Zheng Keshuang dan Feng Xifan. Tempat ini juga menjadi tempat kelahiran tiga anak Wei Xiaobao (2 putra, 1 putri).

Biarpun hidup bersama dengan 7 wanita cantik, seakan seperti surga, ternyata kenyataannya berbeda jauh. Wei Xiaobao merasa bosan dan jenuh terhadap kehidupan yang begitu, karena pada dasarnya Wei Xiaobao adalah orang yang menyukai keramaian dan hiruk pikuk. Biarpun para istri tidak menolak dan menemaninya bermain judi yang merupakan hobinya, tetapi bermain judi dengan istrinya pun terasa membosankan karena tidak ada yang dipertaruhkan, juga tidak ada rasa adrenalin seperti di tempat ramai. Terkadang para istri pun malah berharap kalah, karena yang menang harus tidur dengan Wei Xiaobao.

Selama hidup di tempat ini, mereka mendapat makanan dari memancing ikan, udang, berburu hewan liar, menangkap burung, memetik buah-buahan. Jadi di situ ketersediaan makanan tidak masalah, tetapi mereka harus beradaptasi hidup sederhana.

Setelah 2 atau 3 tahun tinggal (saya lupa tepatnya berapa), tempat persembunyian itu akhirnya diketahui oleh Kangxi. Kemudian mengirim utusan komandan Wang Jinbao ke sana, tetapi tidak menangkap atau memaksa Wei Xiaobao untuk balik ke ibukota. Melainkan mengirim 500 tentara, dan sekitar 30-an pelayan untuk tinggal di sana dengan alasan untuk melindungi tuan putri Jianning. Alasan aslinya sih agar Wei Xiaobao tidak bisa kabur ke mana-mana lagi.

Kangxi tidak menggunakan pemaksaan tetapi menggunakan taktik melepas seperti yang dilakukan Zhuge Liang pada Meng Huo pada cerita samkok. Karena memaksanya kembali tidak akan bisa mendapat hatinya, sehingga menggunakan cara halus dan sabar.

500 tentara itu tinggal bersama dengan Wei Xiaobao selama beberapa tahun, dan setiap tahun pada bulan 12, Kangxi selalu mengirim orang untuk memberikan hadiah. Kangxi sering mengirim utusan dan mengeluarkan dekrit, dan beberapa kali menaikkan pangkat Wei Xiaobao padahal dia tidak melakukan apa-apa, salah satu alasannya agar dia mendapat malu, alasan lainnya agar pejabat lain seperti Shi Lang yang direkomendasikan Wei Xiaobao tidak melampauinya. 

Wei Xiaobao pun sempat diberi gelar marquis (bangsawan) Tong Chi, sebuah lelucon yang diberikan oleh Kangxi terhadap dirinya.

Dengan hadirnya 500 tentara, maka banyak makanan yang tersedia, mereka tidak usah berburu lagi, dan  berbagai pelengkapan dan perabotan pun tersedia.


Berapa Lama Wei Xiaobao tinggal di pulau Tong Chi / Diaoyu?

Tidak disebutkan dengan jelas berapa lama Wei Xiaobao tinggal di pulau itu, hanya disebut beberapa tahun. Ada orang yang menggunakan peristiwa sejarah dalam menghitungnya dan didapat angka 10 tahun. Tetapi masalahnya adalah biarpun Jin Yong sering menggunakan sejarah nyata dalam ceritanya, tetapi juga sering yang tidak akurat atau melenceng dari sejarah aslinya, terutama seperti waktu peristiwa, sehingga menurut saya alangkah baiknya tidak menggunakan sejarah dalam perhitungan seperti ini.

Mungkin perkiraan yang lebih tepat adalah 8 tahun, karena saat Wei Xiaobao kabur ke pulau ini untuk bersembunyi, waktunya berdekatan dengan dimulainya pemberontakan oleh Wu Sangui, dan saat Wei Xiaobao keluar dari pulau ini, waktunya juga berdekatan dengan kejadian Wu Sangui berhasil ditaklukkan, dan saat itu ada disebut oleh Kangxi waktu pertempuran melawan Wu Sangui memakan waktu 8 tahun.

Wei Xiaobao pun akhirnya keluar dari pulau itu setelah sangat bosan dengan kehidupan santai dan sepi di pulau, selain itu dia juga beralasan rindu ingin menemui ibunya. Alasan lainnya adalah kecemburuan terhadap pencapaian prestasi yang didapat kolega, teman-temannya, bawahannya selama masa absennya (yang harusnya dia bisa ikut andil jika tidak bersembunyi).

Saat meninggalkan pulau itu, Wei Xiaobao pun mengganti nama pulau dari itu Tong Chi menjadi Diaoyu (钓鱼).

Bagaimana dengan pulau Shen Long? Apakah itu juga asli?

Pulau Shenlong atau Dewa Naga adalah fiktif. Memang ada beberapa pulau yang namanya Shenlong di China, tetapi tidak memiliki geografi dan ciri-ciri seperti dalam cerita. Tapi ada sebuah pulau yang mirip dan memiliki ciri-ciri seperti pulau Shenlong, nama pulau itu adalah She Dao.

Dikatakan pada cerita The Deer and the Cauldron, bahwa saat Wei Xiaobao mau menyerang pulau Shenlong, letaknya berada di sekitar peninsula Liaodong. Jadi di dunia nyata ada satu pulau tak berpenghuni yang letaknya di dekat peninsula Liaodong, dan terdapat banyak spesies ular (pulau ini isinya juga sangat banyak spesies ular berbisa seperti yang diceritakan dalam novel), pulau ini namanya pulau She Dao (pulau ular / 蛇岛), atau nama lainnya adalah pulau xiao long. Mungkin pulau Shenlong berdasarkan pulau ini. Dan mungkin juga John Minford menggunakan nama Snake Island (pulau ular) dalam terjemahannya karena hal ini.

Cuma anehnya disebut dalam cerita bahwa pulau Diaoyu letaknya hanya 30 li (15 km) dari pulau Shenlong, yang berarti masih sekitaran peninsula Liaodong, padahal dalam peta dunia asli, tidak seperti itu. Dalam hal ini Jin Yong tidak akurat. 

Jadi kira-kira seperti ini, pulau Diaoyu adalah asli ada, tetapi letak lokasinya berbeda dengan cerita. Sedangkan pulau Shenlong adalah fiktif tetapi kemungkinan berdasarkan pulau She Dao karena memiliki ciri yang mirip dan berlokasi di sekitaran peninsula Liaodong. 

Kenapa Wei Xiaobao mengganti nama dari Tong Chi menjadi Diaoyu?

Karena Wei Xiaobao merasa sang banker (host yang membagi kartu dalam judi, alias dirinya) sudah tidak ada tinggal di situ, sehingga tidak cocok lagi dipanggil Tong Chi dan harus ganti nama. Selama ini Kangxi beralasan lelucon ke para bawahannya bahwa dia yang menyuruh Wei Xiaobao untuk memancing ikan di sana selama beberapa tahun. Wei Xiaobao pun kemudian menggunakan nama Diaoyu (yang artinya memancing ikan).

Akhir Kata

Biarpun tinggal sekitar 8 tahun dengan tujuh wanita cantik, tetapi selama periode itu Wei Xiaobao tidak "memproduksi" anak, tidak tahu kenapa alasannya (ketiga "istrinya" telah hamil sebelum mereka menetap di pulau itu). Jika ada yang mau membuat teori ya silahkan saja.

Kemudian, jika Jepang benar-benar mau menyelidiki pulau Senkaku / Diaoyu ini secara teliti, maka mereka akan menemukan bukti jejak Wei Xiaobao dan ketujuh istrinya pernah tinggal lama di sini, termasuk 500 tentara Qing dan makam Chen Jinnan ada di sini, sehingga mereka tidak berhak untuk mengakui kepemilikan pulau ini. Paragraf terakhir ini cuma candaan.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url