10 Kuda Hebat Dalam Jin Yong Universe (Edisi Tahun Kuda)
Selamat Tahun Baru Imlek, Gong Xi Fa Chai!.
Tahun ini adalah tahun kuda, tepatnya kuda api, jadi topik kali ini mengenai kuda. Kira-kira kalau membahas kuda dalam cerita silat, apa yang kalian ingat? kalau saya langsung terpikir kuda dalam cerita "Ma Ming Feng Xiao Xiao" karya Shiao Yi yang berjenis 黑水仙 (black narcissus), yang terkesan kuda paling sakti dalam cerita silat, bukan hanya sakti tapi juga terkait dengan ilmu terkuat dalam cerita.
Biarpun kuda-kuda dalam cerita Jin Yong (Chin Yung) tidak ada yang seajaib itu, tetapi beberapa diantaranya saya rasa istimewa dan sangat menarik untuk disebut. Berikut adalah 10 Kuda Terbaik dalam cerita Jin Yong:
Guo Jing's Red Horse
Mongke Khan's Flying Cloud Horse
Yang Guo's Yellow Horse
Black & White Horse of Shi's Couple
Sepasang kuda hitam dan putih ini milik pasangan suami-istri Shi Qing (Ciok Jing) & Min Rou (Bin Ju) pada cerita Ode To Gallantry (Medali Wasiat), mereka dikenal sebagai Sepasang Pendekar Hitam Putih karena yang satu suka serba hitam pakaiannya termasuk kudanya, yang satu lagi sang istri suka serba putih termasuk kudanya.
Kuda pasangan ini cukup unik, karena kuda hitamnya pada bagian bawah keempat kakinya berwarna putih, sedangkan yang kuda putih kebalikan, keempat kakinya berwarna hitam. Kemudian kedua kuda itu saat berlari, melangkah, atau berjalan, selalu memiliki irama yang sama, seolah-olah satu langkah.
Mu Wanqing's Black Rose Horse
Jelas sekali ini bukan kuda biasa, gerakan kaki kuda saat mendarat di tanah sangat ringan, kuda ini kurus dan ramping tetapi kakinya panjang, seolah memiliki aura kesombongan yang angkuh.
Kuda hitam ini berjenis kelamin betina dan memiliki nama Mawar Hitam (black rose). Mu Wanqing tidak pernah menggunakan cambuk. Katanya sih semakin kamu perlakukan baik terhadap kuda ini, maka semakin kencang pula dia.
Kaki kuda ini sangat kuat, salah satu kisah terkenalnya adalah saat melompati jurang. Setelah berlarian jauh dikejar dan kelelahan, kuda ini melompati jurang lebar dengan membawa dua orang dewasa. Biarpun gagal, tetapi kuda mawar hitam ini setidaknya berhasil menyelamatkan nyawa tuannya dan Duan Yu.
Li Wenxiu's White Horse
Zhonghui's Speedy Horse
Kuda milik Xiao Zhonghui pada cerita Mandarin Duck Blades itu memiliki perawakan yang gagah dan bulu yang halus serta berkilau yang membuatnya tampak megah. Terlebih lagi, kekang emas dan lonceng perak yang dikenakannya sudah bernilai cukup tinggi.
Empat pendekar Taiyue (Four Heroes of Grand Mountain) saat mendengar suara langkah kaki kuda yang tidak umum dari kejauhan, sudah memprediksi ini adalah keturunan kuda bagus, sehingga berusaha untuk menculik, merampas kuda ini dari Xiao Zhonghui.
Wei Xiaobao's Jade-Flower Brown Horse
Wei Xiaobao biarpun memiliki ilmu silat yang rendah, ga beda jauh dengan orang yang tidak pernah belajar ilmu silat, tetapi dia banyak memiliki berbagai barang hebat sebagai pendukungnya, salah satunya kuda hebat dan berkualitas yang diberikan oleh sang pangeran Kang.
Kuda Wei Xiaobao ini masih muda, diberi nama 'Bunga Giok', dan berwarna buckskin (coklat muda). Mirip dengan punya-nya Guo Jing, kuda ini adalah Kuda Ferghana yang berasal dari Wilayah Barat. Tubuhnya besar dan tinggi, benar-benar terbalik dengan sosok figur kecil Wei Xiaobao.
Lin Pingzhi's Snow Dragon
Kuda 'Naga Putih' diberikan kepada Lin Pingzhi oleh neneknya di Luo Yang sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-17. Kuda ini dikatakan berasal dari luar negeri dan harganya mahal, neneknya mengeluarkan uang emas yang tidak sedikit jumlahnya khusus untuk ultah ke-17 cucunya yang biasa paling penting dalam menuju kedewasaan. Kuda putih ini sangat disayangi oleh Lin Pingzhi.
Kuda Zhang Chuisan
Mungkin dari daftar ini, Kuda milik Zhang Chuisan yang paling biasa. Kudanya berkaki amat panjang dan berbintik-bintik. Kudanya adalah kuda jantan unggulan, yang tetap menjaga keseimbangannya meskipun berlari kencang di atas lumpur yang sangat licin. Saya perlu bolak balik novel lagi untuk mencari informasi lebih banyak soal kuda ini nantinya.
Lain-lain: Kuda Kuning "Sang Pengejar Angin" milik si 'dewa kuda' Han Baoju yang juga doyan minum arak, Kuda Putih Hasil Rampasan Luo Bing yang sering berpindah tangan dan jadi aset Kelompok Bunga Merah sebelum berakhir ke tangan Hu Fei, serta Kuda Abu-abu.
Beberapa kuda, seperti Kuda Kuning & Kuda Putih milik pasangan Ksatria Kembar Pedang Lonceng (Shui Sheng), tidak masuk daftar karena tampak seperti kuda biasa doank cuma dihiasi cantik, juga kuda Yuan Chengzhi.

