HSDS2019

HSDS2019

Kamis, 29 November 2018

Zhang Jizhong, Sang Producer Adaptasi Wuxia

๐™๐ก๐š๐ง๐  ๐‰๐ข๐ณ๐ก๐จ๐ง๐  : “๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐š๐ค๐š๐ง ๐ฉ๐ซ๐จ๐๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข ๐ค๐š๐ซ๐ฒ๐š ๐‰๐ข๐ง ๐˜๐จ๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ ๐ข ๐ฌ๐ž๐ฌ๐ฎ๐๐š๐ก ๐…๐ฅ๐ฒ๐ข๐ง๐  ๐…๐จ๐ฑ”
Zhang Jizhong, seorang producer aka sutradara TV yang terkenal akan karya-karya Jin Yong nya, menyatakan Flying Fox akan menjadi karya Jin Yong terakhirnya , sebagai memory terhadap sepeninggalan Jin Yong. Nampaknya dia merasa sangat terpukul akan kepergian sang maestro wuxia Jin Yong.
 
Zhang Jizhong mengatakan beberapa hari sebelumnya dia telah mengetahui kondisi Jin Yong dari Nyonya Cha (suami JY) bahwa sedang menurun. Dia ingin melihatnya di Hong Kong, tapi keesokan harinya, nyonya Cha bilang bahwa situasinya terkendali, jadi dia pergi ke Amerika Serikat untuk bisnis. Sayangnya tidak sesuai harapan dan begitu tiba-tiba terjadi. Benar-benar sedih.
 
Zhang Jizhong mengatakan dia terakhir kali melihat Jin Yong pada ulang tahunnya yang ke-93. Dia mendorong kursi roda Jin Yong di depan mobil, memeluknya dan menciumnya. Nyonya Cha juga mengatakan bahwa saya adalah satu-satunya pria dalam kehidupan Jin Yong yang pernah menciumnya. Mengingatnya kembali, saya berpikir itu kejadian sesuatu yang tak terduga.
 
Hampir 20 tahun Zhang Jizhong melakukan kontak dengan Jin Yong, Zhang Jizhong mengatakan Jin Yong kelihatan seperti halus , tetapi ada perasaan ksatria yang kuat didalam hatinya. Melakukan berbagai hal kepada orang-orang, baik adalah baik, buruk adalah tidak baik. Saya rasa dia adalah Qiao Feng, Yang Guo dan kombinasi semua sifat ksatria. Dari pandangannya kita dapat melihat semangat ilmu silat. Dia menginginkan saya membuat seri Jin Yong.
 
Tahun 1999, Zhang Jizhong membeli loyalti Xiao Ao Jiang Hu (pendekar hina kelana) seharga 1 yuan. Dan menjadi adaptasi Jin Yong nya yang pertama dalam tv, sesudah itu Tian Long Ba Bu (demi gods and semi devils) dan lainnya. “Dia bilang , dia ingin saya membuat karya-karyanya kedalam seri. Saya melakukan apa yang diharapkannya, dan melampaui apa yang saya harapkan. Hari ini, pada saat ini, saya merasa sangat sakit dalam kehidupan saya.” kata Zhang Jizhong sambil mengeluarkan air mata.
 
Jin Yong suatu kali pernah mengatakan bahwa dia dan Zhang Jizhong memiliki watak perangai yang bagus. Alasan nya adalah mereka dapat berdebat sengit, saya akan memberi point pandangan saya , tentu kemudian dia akan melawan point pandanganku. Sewaktu mem-filmkan Xiaoao Jianghu dan The Legend of Condor Heroes, mereka berdebat keras tentang perbedaan pendapat mereka tentang perubahan cerita plot. Suara Jin Yong lebih tinggi dari saya, lebih keras dari saya. Tetapi setelah perdebatan, keduanya akan melakukan makan bersama dengan senang gembira. Perbedaan pendapat tentang seni tidak melukai perasaan kita.

Suatu waktu setelah bertengkar, Nyonya Cha pernah meminta Jin Yong untuk minta maaf kepada Zhang Jizhong, Zhang Jizhong mengatakan bahwa Jin Yong kemudian meminta maaf menggunakan suara yang kecil seperti anak-anak. Kami sangat cocok dalam hal temperamen, berani untuk mencintai, berani untuk membenci, berani untuk mengatakan, berbicara, dia pernah bicara soal kematian ayahnya dan anaknya (anaknya Jin Yong bunuh diri), air mata masa lalu. Kamu akan melihat tulang berbalut besi dalam diri Jin Yong. Jin Yong adalah orang yang baik, sewaktu saya hangout dengannya, dia sering memberikan tips dalam jumlah banyak kepada pelayan restoran. 

Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak karya Jin Yong yang akan diremake. Zhang Jizhong berkata dengan jujur, Jin Yong akan marah besar jika dia melihat shooting yang hancur tidak beraturan. Tetapi tidak ada cara lain, karena loyalti telah diberikan kepadamu, kamu dapat mengambilnya dan mengadaptasinya sesuai keinginanmu.

Jin Yong telah pergi, Zhang Jizhong mengatakan sesudah Flying Fox of Snowy Mountain (si rase terbang), dia akan berhenti produksi karya Jin Yong. Awalnya dia ingin menggabungkan si rase terbang dari pegunungan salju dan legenda si rase muda, tapi loyalti si rase terbang dari pegunungan saltu sudah diambil orang lain, sehingga karya terakhir Jin Yong yang akan diadaptasinya ke tv seri sebagai penutup adalah Legenda si rase terbang (young fox).

Si Kuda Putih di Angin Barat tidak cocok untuk drama TV, karena agak pendek, saya mempertimbangkannya untuk menjadi versi Film Televisi (FTV) , tetapi itu nanti baru dipikirkan kedepannya. Sebelumnya Zhang Jizhong ingin menggarap The Book and the Sword (pedang dan kitab suci), yang dimana terakhir kali diadaptasi adalah tahun 2008, itu rencananya setelah Flying Fox, tapi harusnya dibatalkan setelah kepergian Jin Yong. Sungguh sangat disayangkan.


catatan: terjemahan bahasa inggrisnya agak kurang di site itu, jadi saya terjemahkan kira-kira saja, dan saya cuma translate sebagian, dan menambah sendiri berbagai info kecil.

sumber:















๐“๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐™๐ก๐š๐ง๐  ๐‰๐ข๐ณ๐ก๐จ๐ง๐ 

Zhang Jizhong lahir tahun 1951 (umur 67 sekarang) di kota Yantai, Shandong. Dia dijuluki si Jenggot. Zhang Jizhong yang terkenal akan karya-karya adaptasi Jin Yongnya, telah sukses mengangkat sederet artis-artis menjadi terkenal, mulai dari Liu Yifei , Hu Jun, Huang Xiaoming. Selain menggarap adaptasi Wuxia , dia juga pernah menggarap seri sejarah Sun Tzu kedalam tv, berjudul Bing Sheng.

Zhang Jizhong telah banyak mendapat berbagai penghargaan . Dia juga telah membangun banyak lokasi syuting dan perkampungan dengan kordinasi dengan pasar turis lokal dan telah membuat 11 kota syuting. Dengan negosiasi, Jizhong berhasil membuat pemerintah lokal ikut berinvestasi didaerah. Investasi itu berbuah hasil, salah satu contohnya adalah Pulau Bunga Persik mendapat jumlah pengunjung meningkat 10x lipat stelah dirilisnya The Legend of the Condor Heores . Tahun 2008, pengunjung Peach Blossom Island (pulau bunga persik) naik drastis jadi 900.000 pengunjung. Shooting film Demi Gods and Semi Devils di Dali juga membuahkan hasil, dengan biaya 110 juta Yuan untuk membangun, dan tamannya mencakup area sekitar 4500m2.

catatan TS:
jika sesuai rencana sih harusnya Zhang Jizhong berencana menggarap semua karya Jin Yong, setelah Flying Fox, dia uda rencana The Book and the Sword, jadi tersisa cuma A Deadly Secret (si kangkung pendekar lugu) dan 3 karya minor Jin Yong (dan salah satu dari 3 karya minor pun sudah direncanakan digarap dalam bentuk lain). A Deadly Secret sendiri memang sekarang sedang diproduksi, tapi bukan digarap oleh Zhang Jizhong, tidak tahu sudah sampai tahap mana, ntah sudah shooting atau masih dalam fase awal, kalo ga salah yang ambil malahan adalah mantan istri Zhang Jizhong . jadi mantan istrinya ini kalo ga salah pun baru bercerai dari dia, dan dulu waktu masih suami-istri sempat bertengkar hebat, dan menyebabkan Ode To Gallantry yang harusnya sudah siap sejak awal, di tunda sampai 3 tahun, kemudian semua penghasilan dari 3 film nya (termasuk ode to gallantry) merupakan hak istri setelah penceraian (ga gitu ingat ceritanya ataupun gimana proses hukum di negara sana, silahkan google)


K๐š๐ซ๐ฒ๐š-๐ค๐š๐ซ๐ฒ๐š ๐™๐ก๐š๐ง๐  ๐‰๐ข๐ณ๐ก๐จ๐ง๐ :

๐‰๐ข๐ง ๐˜๐จ๐ง๐ 
•Laughing in the Wind (2001) – pendekar hina kelana
•The Legend of the Condor Heroes (2003) – juga sebagai aktor Wang Chongyang
•Demi-Gods and Semi-Devils (2003) – juga sebagai aktor Wang Jiantong
•The Return of the Condor Heroes (2006) – juga sebagai aktor Yelu Chucai
•Sword Stained with Royal Blood (2007) – juga sebagai aktor Meng Bofei
•Royal Tramp (2008)
•The Heaven Sword and Dragon Saber (2009)
•Ode to Gallantry (2017)
•Young Fox (2019 atau 2020)
4 ๐™ˆ๐™–๐™๐™–๐™ ๐™–๐™ง๐™ฎ๐™– ๐™†๐™ก๐™–๐™จ๐™ž๐™ :
•Water margin (1998)
•Romance of three kingdoms( 1994)
•Journey to the west (2011)
๐Š๐š๐ซ๐ฒ๐š ๐†๐ฎ ๐‹๐จ๐ง๐ :
the proud Twins (2005)
๐’Œ๐’‚๐’“๐’š๐’‚ ๐‘ณ๐’Š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’€๐’–๐’”๐’‰๐’†๐’๐’ˆ:
Dร  tรกng yรณuxiรก chuรกn (2008)


Selain itu masih ada belasan karya-karya lainnya.

Rabu, 21 November 2018

Pengarang/penulis Wuxia terkenal













Penulis atau Pengarang Cersil (buku/novel) Wuxia yang terkenal dan contoh adaptasi TV nya jika ada:
note: hanya wuxia classic, tidak termasuk pengarang sub-genre xianxia yang belakangan populer
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jin Yong - uda ga usah disebut karyanya apa aja karena semua uda tau
Gu Long - sekitar ada ratusan jika dihitung semuanya, cuma ga tau mana yang asli mana yang palsu
Liang Yusheng
- Bride white hair maiden
- Seven Swordsmen
Ni Kuang 
- Fist of fury / chen zhen
- Drama Permusuhan Luar Biasa
- Naskah buat film Deadful Melody
Huang Yi
- Fuyu Fanyun (Chinese: ่ฆ†้›จ็ฟป้›ฒ)
- Xun Qin Ji (Chinese: ๅฐ‹็งฆ่จ˜)
- Datang Shuanglong Zhuan
di adaptasi judulnya menjadi:
- A Step Into The Past (2001)
- Twin of Brothers (2004)
- Lethal Weapons of Love and Passion (2006).
Wang Dulu
- Crouching Tiger, Hidden Dragon
Wolong Sheng
- Divine Strum(as in playing a zither) Finger ( ??? Zhi Shen Gong)
- 7 Extraordinary Demonic Sword (Qi ??? Mo Jian)
- Yin Yang Three Scholars
http://wuxiasociety.freeforums.net/thread/22/list-wolong-shengs-works
Woon Swee Oan / Wen Rui An- the Four (ada adaptasi tv, di indo judul 4 opas)
Ma Wing-shing- a man called hero (adaptasi tv)
Huang Yin / huang ying / Wong Ying (้ปƒ้ทน) - pendekar ulat sutera / reincarnated / tian chan bian
Kho Ping Hoo- Sepasang Pendekar Kembar (Ouw Yang Heng Te)

Yun Zhongyue  (telah buat 80 novel).
- Peerless Heroes (็ต•ไปฃๆขŸ้›„)
- Song of the Exile
worth to mention:
- Shihma Lin / Shima Ling
- Ci Ru
- Chen Yu Hui
- King Hu
- Cheng Peipei
- Qin Hong (็งฆ็ด…)
- XIAO YI ่•ญ้€ธ / Shiao Yi / Shiao Ching Jen
- Batara (pengarang asal Indonesia)
- Tonghong Giok (Tongfang Yi)

note: yang di Indo kebanyakan adalah Penyadur, kalo pun dia merangkap penulis cerita original, biasa hasil karangannya hanya sebatas di kenal orang indonesia. Sehingga TS hanya menaruh 1 nama saja yaitu sang legenda Kho Ping Hoo .

Kamis, 15 November 2018

Partai/Organisasi/Sekte di Ode To Gallantry



Berikut daftar partai/organisasi/kelompok/keluarga/sekte/aliran/Wisma (dan lain2 sejenis) yang muncul di novel Ode To Gallantry (alias Medali Wasiat / Xia Ke Xing / Hap Hak Hang):
  1. Golden Sabre Bandit Camp
  2. Eagle Claw Clan
  3. Xuanshu Mansion
  4. Snowy Mountain Sect (alias XueShan, dibagi menjadi 4 inner hall, dan 5 outer hall)
  5. Ding Family
  6. Isle of the White Whale
  7. Changle sect (Clan of Eternal Happiness)
  8. 3 Evils of Central Hebei
  9. The 4 Great Clans of North East
  10. Shaolin
  11. Wudang
  12. Emei
  13. Kunlun
  14. Flying Fish Sect
  15. Iron Fork Society
  16. Heroes' Island
  17. Golden Phoenix (atau Crow) School
  18. Shanqing Temple
  19. QingCheng
  20. Kongtong
  21. Hand of Palm sect
  22. Taishan Sect
  23. Sichuan Escort Agency in Yuzhou
  24. Mount Wutai sect
  25. Red Spear Society in Henan
  26. Wuji sect
  27. 4 Heroes of Guandong
  28. Black Dragon sect in Jinzhou
  29. Peng Brothers of Hunan
  30. Sharp Sword sect di Changbai
  31. Wan Ma manor
  32. 7 Tyrants of North Shanxii
  33. 8 Immortal Sword sect in Shandong 

Jumat, 09 November 2018

Ilmu 6 Meridians Divine Sword

  


Duan Yu

Liu Mai Shen Jian (alias 6 Meridians Divine Sword). Ilmu yang merupakan salah satu terkuat di dunia persilatan ini , dikatakan pada jaman DGSD sudah tidak ada lagi orang yang mempelajarinya secara penuh, disebabkan oleh kemerosotan (deterioration) era pada keluarga Duan ataupun biksu di Kuil Naga Langit (akhirnya Duan Yu berhasil mempelajarinya biarpun tidak sempurna, masih sering macet). 

Ilmu ini sekilas mirip dengan Yiyang Finger , tetapi lebih kuat , ibaratnya perkembangan tahap lebih lanjut, dengan menggunakan Qi membentuk semacam aura pedang yang menusuk (itu alasan kenapa ilmu ini disebut Sword atau pedang) dan energinya tidak kelihatan alias tak kasat mata. Jika menguasai Yiyang Finger, tentu saja membantu dalam mempelajari ilmu ini, tetapi bukan syarat mutlak (contoh: Duan Yu). LMSJ ini menggunakan 6 jalur meridian dalam tubuh, yang berakhir di jari-jari pada tangan, Jadi pada akhirnya menggunakan jari juga sebagai media mengeluarkan tenaga dalam menyerang lawan. 

Lalu jari apa saja yang digunakan? kemaren saya sempat googling dan mencari info, ternyata jawabannya beda-beda, sampai saya temukan 4 versi, berikut saya copy paste dari yang saudara-saudara lain menjawab:


versi 1
Sebetulnya Pedang Dewa 6 Nadi hanya menggunakan 4jari. Cuma nadi yg digunakan mencapai 6 nadi.

Jari jempol - pedang besar
Jari telunjuk - pedang serasi
Jari tengah - pedang kuat
Jari kelingking - pedang lentur
Jari jempol - pedang besar matahari (2jempol disatukan)
Jari telunjuk - pedang matahari ( it yang ci/yi yang zhi yg dikuasai para Kaisar Dali)

versi 2
memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. ada yang lebih kuat, ada yang lebih cepat.
1. pedang kecil sembilan matahari (kelingking)
2. pedang sembilan matahari (telunjuk)
3. pedang besar sembilan matahari (ibu jari)
4. pedang lentur (jari manis)
5. pedang ksatria (jari tengah)
6. sepasang matahari menyatu (sembilan matahari menyatu, 2 ibu jari)

versi 3

http://zh.wikipedia.org/zh-hk/ๅ…ญ่„ˆ็ฅžๅŠ

This site says that on the Right hand:-
Siu Seong ๅฐ‘ๅ•†ๅŠ - Thumb
Chung Chung ไธญ่กๅŠ - Middle
Siu Chung ๅฐ‘่กๅŠ - Little

Left Hand:-
Seong Yeung ๅ•†้™ฝๅŠ - Index
Kwan Chung ้—œ่กๅŠ - Ring
Siu Chak ๅฐ‘ๆพคๅŠ - Little

The site also says mentions the speciality of each sword, but I can't really understand it.. too technical.

versi 4
‘Shaoshang’ sword of the thumb
‘Shangyang’ sword of the index finger
‘Zhongchong’ sword of the middle finger
‘Guanchong’ sword of the ring finger
‘Shaochong’ sword of the right little finger
‘Shaoze’ sword of the left little finger

For ordinary people, the ring finger is the least dexterous, whereas the index finger is the most nimble. Thus, the ‘Guanchong Sword’ technique strove to achieve victory in a sluggish, simple, and unsophisticated way, whereas the techniques of the ‘Shangyang Sword’ were ingenious, lively, and difficult to ascertain. The ‘Shaochong Sword’ was similar to the ‘Shaoze Sword’ technique in that it used the pinky; however, one was on the left hand, whereas one was on the right hand. Thus, in terms of technique, the ‘Divine Sword of the Six Meridians’ had techniques that were ‘skilled’ as well as ‘clumsy’, ‘nimble’ as well as ‘sluggish’. And yet, the ‘clumsy’ techniques were not any less wonderful, nor the ‘sluggish’ techniques contain any less might. They were just displayed in different ways.


Lalu mana yang benar dari ke-empatnya? berikut yang saya dapat dari kompilasi berbagai sumber yang terdapat dalam novel Demi Gods and Semi Devils selama beberapa waktu , saya menggunakan edisi 2 (alias revisi 1). Jawaban yang benar adalah....



*jadi pada versi Jin Yong, satu kelingking kiri, satu kelingking kanan.

berarti dari empat versi jawaban yang saya dapat dari berbagai sumber, yang lebih tepat adalah versi jawaban yang nomor empat.
nah sudah jelaskan?

Untuk membaca bagian kedua bisa buka halaman ini



Bonus:
kalo ini gambar yang tidak begitu terkait dengan pembahasan diatas, tetapi cuma sebagai tambahan doank. Tetapi tentunya Jin Yong (chin yung) bermodalkan informasi terkait meridian ini yang ada dalam dunia nyata, untuk ilmu hawa pedang enam nadi di cerita pendekar negeri tayli.

  • Taiyin Lung Channel of Hand or Taiyin Lung Meridian of Hand Taiyin (greater yin) Hand Metal Lung
  • Shaoyin Heart Channel of Hand or Shaoyin Heart Meridian of Hand Shaoyin (lesser yin) Hand Fire Heart
  • Jueyin Pericardium Channel of Hand or Jueyin Pericardium Meridian of Hand Jueyin (absolute yin) Hand Fire Pericardium
  • Shaoyang Sanjiao Channel of Hand or Shaoyang Sanjiao Meridian of Hand Shaoyang (lesser yang) Hand Fire Triple Heater
  • Taiyang Small Intestine Channel of Hand or Taiyang Small Intestine Meridian of Hand Taiyang (greater yang) Hand Fire Small Intestine
  • Yangming Large Intestine Channel of Hand or Yangming Large Intestine Meridian of Hand

Kamis, 01 November 2018

Siapakah yang mengubur peti golok pusaka di Flying Fox?

Salah satu yang menjadi tema utama cerita di novel Fox Volant of Snowy Mountain alias Flying Fox  alias si Rase Terbang dari Pegunungan Salju adalah tentang Golok Pusaka yang memiliki petunjuk untuk harta karun besar. Pada awal cerita , dikisahkan ada 3 kelompok bertarung dalam memperebutkannya, tetapi sepanjang cerita tidak diceritakan dengan jelas siapa yang mengubur nya.