HSDS2019

HSDS2019

Selasa, 20 Agustus 2019

Kenapa Shaolin tidak ada di LOCH dan ROCH dan turnamen Huashan?



Shaolin adalah aliran terbesar dalam novel Jin Yong, mereka sangat disegani oleh dunia persilatan. Pada cerita DGSD (demi gods and semi devils/pendekar negeri tayli) dan HSDS (heavenly sword and dragon saber/pedang langit dan golok naga), Shaolin menjadi salah satu tema utama cerita .
Tapi kenapa pada cerita LOCH (legend of condor heroes/pendekar pemanah rajawali) dan ROCH (return of condor heroes/kembalinya pendekar pemanah rajawali) mereka tidak muncul? terus kenapa mereka tidak ikut turnamen Huashan yang pertama?



Mari kita bagi pembahasannya,

pertama, di ROCH, sebenarnya Shaolin ada disebut, tetapi hanya sebagai cerita minor, dimana kepala hall Arhat, Wuse, ada memberikan hadiah ulang tahun kepada Guo Xiang melalui perantara. Juga ada disebut bahwa abbot(kepala) Shaolin saat itu adalah Tianming, dan dikatakan Yang Guo pernah berkunjung ke Shaolin. Kemudian pada akhir cerita juga ada 2 biksu bernama Jueyuan dan Zhang Junbao yang sedang melakukan pengejaran terhadap Xiaoxianzi dan Yinkexi yang mencuri kitab shaolin. 
Sedangkan di LOCH, Shaolin tidak ada muncul, tetapi setidaknya sekte XianXia, yang merupakan anak cabang dari Shaolin, ada muncul diawal cerita.

Kemudian alasan mereka tidak menjadi cerita utama pada LOCH dan ROCH adalah karena kasus "Insiden Pekerja Dapur" di Shaolin. Insiden ini terjadi minimal sekitar 6 tahun sebelum turnamen huashan yang pertama atau 29 tahun sebelum LOCH. 

Jadi apa dan bagaimana itu Insiden Pekerja Dapur?
Insiden ini bermula dari cerita dimana ada seorang biksu muda bernama Huagong Toutuo (toutuo itu biksu yang boleh berambut), Huagong bekerja dibagian dapur dan bersih-bersih. Huagong ini sering di-bully oleh sesama pekerja, kemudian juga oleh para atasannya selama beberapa tahun, karena hal itu sehingga dia berkeinginan untuk mempelajari ilmu beladiri, karena itu kemudian setiap ada waktu luang, dia sering pergi ke perpustakaan Shaolin untuk belajar ilmu beladiri (saat itu di Shaolin peraturannya masih bebas, siapa saja murid shaolin boleh ke perpustakaan).
Setelah belajar sampai 20 tahun lebih lamanya, juga karena rajin dan bakat yang tinggi, akhirnya dia menjadi seseorang ahli beladiri yang kuat tanpa ada orang yang tahu. 

Suatu waktu, saat acara tradisi pertunjukkan ilmu beladiri yang diselenggarakan oleh internal Shaolin setiap tahun , dimana para kepala dan senior Shaolin ingin mengetahui kemajuan ilmu para muridnya. Kepala Shaolin (KuCheng) dan Kepala hall Damo (KuZhi) dan kepala hall Luohan (KuWei) datang evaluasi kemajuan ilmu murid shaolin. biksu KuZhi ditunjuk sebagai pemberi nilai kemajuan murid shaolin. Tiba-tiba saja seseorang meneriaki bahwa tetua biksu KuZhi itu tidak becus dan tidak mengerti intisari ilmu beladiri shaolin , dia tidak pantas menjadi kepala hall Damo, hanya memalukan nama Shaolin saja, terlebih lagi muridnya yang makin tidak berguna. Orang yang berteriak itu adalah Huagong Toutuo. Dia maju kedepan dan melawan satu per satu murid shaolin dan mengalahkan mereka dengan mudah. Dia bahkan mengalahkan 9 murid senior tingkat pertama dari hall Damo, dan bahkan melukai mereka sampai parah tanpa belas kasihan.

KuZhi yang marah atas perilaku Huagong, kemudian berdiri dan menantang Huagong Toutuo. Karena umur KuZhi yang sudah tua, pertarungan itu menjadi seimbang , mereka bertarung sangat lama sampai lebih dari 500 jurus. Akhirnya KuZhi berada diatas angin, dan berhasil mengunci gerakan dan titik akupuntur Huagong, jika saat itu dia ingin menghajar titik penting akunpuntur Huagong, maka kemungkinan Huagong akan mati, KuZhi tidak melakukannya dan melepaskannya, tetapi tidak disangka setelah melepaskannya, Huagong Toutuo menyerang balik. Dengan kedua tinju nya menyerang tubuh biksu KuZhi, pukulan keras itu membuat organ dalam KuZhi terluka berat. Saat semua orang terkejut, Huagong Toutuo melarikan diri dalam kepanikan massal itu.
Malam itu juga, biksu KuZhi meninggal dunia karena luka berat itu. Yang lebih mengejutkan adalah, Huagong Toutuo ada kembali ke Shaolin secara diam-diam dan kemudian membunuh kepala pekerja dan 5 biksu lain yang dulu pernah mem-bully dia.
Seluruh Shaolin mengalami shock berat atas insiden itu, para tetua senior Shaolin berunding yang berujung pada perdebatan sengit karena perbedaan pendapat dan saling menyalahkan. Kepala biksu hall Arhat, KuWei, memilih  meninggalkan Shaolin dan pergi ke wilayah barat yang jauh, mendirikan Shaolin Wilayah Barat. Terakhir diketahui bahwa Huagong Toutuo juga mendirikan sendiri sebuah sekolah Vajra Shaolin di wilayah barat, yang nantinya ketiga muridnya muncul di cerita HSDS dan bekerja pada Mongol (A San, A Er)

Karena insiden itu , Shaolin mengalami kemunduran, kemudian kepala biksu KuCheng juga membuat peraturan baru dimana seorang murid hanya boleh belajar ilmu beladiri Shaolin dari seorang guru pembimbing, tidak boleh belajar sendiri. Saat itu juga Shaolin memilih untuk sementara menutup diri dari dunia persilatan, itu sebabnya mereka juga tidak ikut dalam Turnamen Huashan yang pertama. 

demikian alasan kenapa Shaolin tidak muncul di LOCH, tidak menjadi tema utama di cerita ROCH, dan tidak ikut berpartisipasi dalam turnamen pedang Huashan yang pertama. 
Cerita Insiden Pekerja Dapur ini dimuat pada bab-bab awal novel HSDS. Setelah puluhan tahun berdiam diri, mereka lambat laun kembali muncul dan menjadi dominasi dunia persilatan saat era HSDS.





2 komentar:

  1. Insiden pekerja dapur Shaolin,
    Pembayaran ini yg saya Cari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf bukan pembayaran tapi pembahasan.

      Hapus