HSDS2019

HSDS2019

Rabu, 07 Agustus 2019

Siapa Tokoh Utama dalam karya Jin Yong yang paling tragis nasibnya?

Jika ditanya tokoh utama dalam cerita silat Jin Yong, siapakah yang paling kasihan dan tragis nasibnya? mayoritas orang pasti akan menjawab Xiao Feng (Qiao Feng) dalam cerita Pendekar Negeri Tayli (demi gods and semi devils), karena dia mati bunuh diri diakhir cerita. Tapi sebenarnya bukan dia, ada seorang tokoh yang lebih tragis dan kasihan pengalaman hidupnya dibanding Xiao Feng, orang itu adalah Di Yun dalam cerita si kangkung pendekar lugu (A Deadly Secret), sebuah cerita yang paling kelam dalam semua karya Jin Yong.


Xiao Feng dan Di Yun, keduanya sama-sama melakukan bunuh diri, perbedaannya adalah; Xiao Feng bunuh diri demi kehormatan diri dan perdamaian (gencatan senjata) antara 2 negara, sedangkan Di Yun? dia bunuh diri karena kesedihan hati yang mendalam, patah hati karena cinta, kekasihnya yang adalah adik seperguruannya dan sejak kecil telah bersama, tidak mempercayainya lagi dan menikahi orang lain yang dibencinya, ditambah berbagai peristiwa yang membuatnya putus harapan, capek akan kekejaman dunia, dan kemudian memilih jalan pendek. Setelah bunuh diri, Di Yun kemudian di hidupkan kembali oleh Ding Dian dengan sebuah ilmu aneh. ibaratnya sudah pasrah dan capek terhadap dunia, terus mau mati untuk mengakhiri segalanya pun tidak bisa, dipaksa hidup lagi. Sehingga kita tidak bisa membuat kesimpulan kalau Xiao Feng dalam hal ini lebih tragis dari Di Yun karena Di Yun pada akhir cerita tetap hidup, malahan sebaliknya Di Yun disini lebih tragis , toh sama-sama pernah bunuh diri dan pernah mengalami kematian.

Xiao Feng mati meninggalkan nama besar, orang-orang dunia persilatan memuji nya, menganggap dia pahlawan. Bagaimana dengan Di Yun? dia tetap dianggap sebagai kriminal yang melarikan diri dari penjara, namanya tetap kotor tidak pernah bersih oleh dunia persilatan sampai akhir cerita. Xiao Feng memiliki banyak teman dan sahabat, Di Yun tidak ada sama sekali, dia cuma punya 1 sahabat dan itupun mati dibunuh. 

Bagaimana dengan kisah cinta mereka? ya betul kisah Xiao Feng dan Azhu itu tragis, mereka cuma pernah bersama dalam waktu yang sangat singkat , tapi sampai akhir hayat Azhu, mereka tetap saling mencintai. Bagaimana dengan Di Yun? wanita yang dicintainya (bernama Qi Fang), yang merupakan adik seperguruannya, tidak mempercayai dia lagi, lebih percaya pria lain yang belum lama dikenalnya, bahkan menikahi pria tersebut , kemudian melahirkan seorang anak. Perasaan dikhianati itu sangat menyakitkan dan menyayat hati. 

Yang lebih parah, permintaan terakhir Qi Fang disaat mendekati kematiannya , Di Yun disuruh untuk menjaga anak Qi Fang dan suaminya yang merupakan orang yang dibenci Di Yun. Mungkin permintaan itu dirasa sepele, anak itu memang tidak bersalah, tetapi Di Yun yang mengasuhnya akan melihat anak itu setiap hari, dan kemudian mengenang dan mengingat masa lalunya yang pahit setiap hari. Baik Azhu maupun Qi Fang, kedua-duanya meninggal dunia di dalam cerita. 

Bicara soal pencapaian, Xiao Feng pernah menjadi ketua partai pengemis, nama besarnya tinggi, mendapat julukan "Utara Qiao Feng, Selatan Murong" , setelah keluar dari partai pengemis, dia pernah menjabat sebagai "Khan" ibukota selatan negara Liao dan diberi title pangeran, jabatannya sangat tinggi, hanya dibawah kaisar Liao. Sedangkan Di Yun? dia bukan siapa-siapa, hanya anak kampung/desa yang bahkan tidak dipandang sebelah mata.

Bagaimana dengan masa-masa hati gembira? Xiao Feng orangnya sangat easy going, dia mengatakan bahwa dia paling suka bergaul dengan orang , terutama yang suka minum , dan kurang menyukai orang yang tidak minum dan tidak banyak bicara (alias pendiam), itu yang membuatnya mudah akrab dengan Duan Yu (bawel dan ahli minum arak biarpun belakangan ketahuan curang). hidupnya sangat simple sederhana, minum arak bersama dengan teman-temannya pun sudah membuatnya bahagia , dia tidak mempermasalahkan tingkatan atau derajat, biarpun cuma pengemis kantong 1 yang rendah, dia tidak peduli untuk bergaul, berbincang, dan minum bersama mereka. Sedangkan Di Yun, setelah keberangkatannya dari desa/kampung halamannya bersama guru dan adik seperguruannya, tidak pernah mengalami masa hati gembira didalam cerita, sepanjang cerita selalu bernasib buruk tanpa ada hal yang menyenangkan. Bahkan dia sempat berpikir sewaktu dia dipenjara, itu adalah salah satu saat yang paling nyaman buatnya. Seolah-olah semua orang yang dia kenal adalah kejam. Saya membayangkan dia tidak pernah tersenyum sama sekali. Beberapa contoh kejadian yang pernah menimpanya diantaranya adalah:
- saat pertama kali ke kota, sudah langsung mengalami kesialan, ada seseorang yang ntah siapa melempar air kotoran ke arah gurunya, terpaksa sang guru harus menahan dengan jubah baru agar tidak mengenainya
- diajarin ilmu pedang yang palsu oleh gurunya
- di keroyok dan dihajar oleh 8 murid keluarga Wen
- guru mendadak menghilang tanpa jejak
- dituduh mencuri emas dan perhiasan
- difitnah memperkosa
- semua jari pada tangan kanan di potong
- dipukul habis2an sampai pingsan
- di penjara selama 5 tahun 
- bahu kiri-kanan dilubangi kemudian dipasangi rantai besi mengelilingi lubang bahu nya, agar tidak bisa keluar tenaga dalam
- otot pada lengan dipotong
- tunangannya yg merupakan adik seperguruannya dan tumbuh bersama sejak kecil tidak mempercayainya lagi 
- tunangannya di rebut oleh musuh besarnya yang telah memfitnahnya
- di penjara dan dianiaya oleh teman penjara 1 sel
- di hina-hina dan di ejek oleh keluarga Wen dan berbagai orang
- tunangannya menikah dengan musuh dan melahirkan anak
- akhirnya bunuh diri karena ga tahan , tapi dihidupkan lagi, mau mati pun susah
- satu-satunya sahabatnya mati 
- rambut dia cabut sendiri sampai botak secara paksa dan manual dgn cara tarik pake tangan kosong
- ga tega lihat kesedihan adik seperguruan, terpaksa menolong nyawa musuh besarnya yang sedang terkena racun 
- di tuduh sebagai biksu jahat yang cabul dan dari aliran iblis
- kaki-nya sampai patah karena di injak-injak kuda. Karena sangat sakit sampai pingsan dipinggir jalan dan tidak ada yang peduli kondisinya
- terkurung di gunung es dan menghadapi rangkaian kejadian
- wanita yang dicintainya meninggal
- disuruh mengasuh anak orang lain, yang ayahnya adalah musuhnya
- guru sendiri tega berusaha mau membunuh-nya hanya karena harta
- dan berbagai kejadian lainnya.

Xiao Feng memang pernah juga di fitnah membunuh, tetapi akhirnya semua menjadi jelas dan terang, namanya jadi bersih, sedangkan Di Yun difitnah untuk perbuatan yang lebih bejat yaitu memperkosa dan sampai akhir cerita, masih tidak bersih namanya.
Xiao Feng pernah ditahan juga, tetapi dia diperlakukan dengan baik selama di penjara, sedangkan Di Yun tidak, bahu nya dilubangi dan dikelilingi oleh rantai besi dan otot lengannya disayat, kemudian terkadang disiksa.

Satu-satunya kejadian cerita yang Xiao Feng lebih tragis daripada Di Yun adalah saat dia harus membunuh Azhu dengan tangannya sendiri .

Karena berbagai kemalangan yang terus menimpa dia secara terus menerus, akhirnya Di Yun memilih untuk hidup menyendiri dan terpencil , jauh dari dunia, berharap kemalangan tidak akan datang lagi. di akhir cerita, setelah sampai di suatu gua untuk menjadi tempat tinggal permanen, dia menemui fakta bahwa ada seorang wanita yang menunggunya, Shui Sheng. Di Yun tidak mencintai Shui Sheng (perasaan 1 arah), tetapi setidaknya ada yang temanin. Ya, setelah mengalami berbagai kisah pahit yang datang bertubi-tubi, akhirnya dia mendapat sebuah kehidupan yang tidak terlalu buruk, ibarat kata pepatah, badai pasti berlalu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar