HSDS2019

HSDS2019

Sabtu, 29 Agustus 2020

Perbedaan Edisi 1 dan 2+3 tentang Biksu asing di HSDS


*Salah satu perbedaan HSDS edisi 1 dan edisi 2+3

pas lagi utak-atik ebook edisi 1, ketemu 3 tokoh sakti yang tergolong kuat. 3 tokoh dari india ini membuat Zhang Wuji kewalahan. Mereka adalah Mohan Fa, Kioe Cun Cia, dan Mohan Singh (ntah kenapa Jin Yong koq suka banget pake nama Singh utk tokoh india). Pada edisi 2 (dan edisi 3 tentu saja), 3 tokoh ini dihilangkan, diganti Wuji melawan 24 Biksu wilayah barat yang mempelajari ilmu india.
karena revisi tersebut, Wuji seolah dibuat menjadi lebih kuat.

ntah apa alasan di revisi, mungkin karena 3 orang dari india itu dirasa terlalu kuat. tambahan info 3 orang ini punya ilmu aneh yang setiap menyemburkan darah dari mulut itu dapat membuat tenaga dalamnya bisa menjadi lebih kuat, atau kalo perlu menyembur darah ke leher teman.
alasan lain revisi mungkin karena biksu india itu tidak pernah bertemu dengan zhao min, gimana bisa tahu wajah zhao min? Pada edisi 2 dan 3, dua puluh empat biksu itu sempat muncul lebih awal, yaitu saat di event Pagoda Wan'an (cerita Wuji menyelamatkan enam sekte besar yang ditawan mongol) , dikatakan mereka berasal dari wilayah barat.

dikatakan mereka berjubah merah, kalau mendengar biksu berjubah merah, yang pertama kali saya pikir koq kesannya seperti biksu Tibet ya?

Edisi 1
Bu Kie terkejut dan segera menghentikannya. Dilain saat, dari sebuah tikungan muncul tiga orang hoan ceng (pendeta asing), yang satu mengenakan jubah warna merah, yang lain memakai jubah kuning, yang ketiga bertubuh kate kecil mengenakan jubah warna kuning emas. Si jubah merah merangkap kedua tangannya dan berkata sambil membungkuk, “Atas titah Ong-ya, siauw ceng menunggu di sini untuk menyambut Kuncu Nio nio pulang ke Ong hu.”
Tio Beng tak kenal ketiga pendeta itu. “Siapa kalian?” tanyanya, “Aku belum pernah mengenal kalian.”
“Siauw ceng Mohan Fa,” jawabnya. Ia menunjuk si kate kecil dan berkata pula, “Yang itu Supeh Kioe Cun cia sedang yang ini kakak seperguruan siauw ceng, Mohan Singh. Kami bertiga datang dari Thian tiok (India) dan bekerja di Ong hu. Waktu kami datang Kuncu sudah berkelana maka tak heran jika Kuncu tak mengenal kami.” Setelah berkata begitu, ia membungkuk diikuti oleh kedua kawannya.
“Lweekang orang itu tidak lemah,” piker Bu Kie selagi Mohan Fa bicara. “Paman dan kakak seperguruannya tentu lebih hebat lagi. Seorang diri aku belum tentu bisa melawan mereka bertiga.”
“Perlu apa kalian mencegat aku di sini?” tanya Tio Beng.
Mereka tidak menyahut hanya Mohan Singh mengangkat tinggi-tinggi seekor merpati putih yang dipegangnya. Tio Beng tahu bahwa itulah merpati pos yang membawa warta dari kakak kepada ayahnya. Ia menduga bahwa ayahnya yang berkepandaian tinggi sudah turun tangan sendiri. Ia melirik Bu Kie dan melihat paras yang muram, “Apa ketiga pendeta itu sukar dimundurkan?” bisiknya.
Bu Kie mengangguk.

Edisi 2 dan 3
Saat itu didepan terdengar seseorang berkata lantang "Tuan Putri, hamba menerima perintah Tuan untuk menjemput Tuan Putri kembali."
dari balik gunung muncul dua puluh lebih biksu-Fan, semua berjubah merah. Zhang Wuji mengenali pakaian para biksu ini. Malam itu dibawah pagoda di kuil Wan'an mereka pernah menghalanginya. Ilmu silat mereka hebat, untungnya Wei Yixiao membakar Wisma Raja Ruyang, baru berhasil menyingkirkan mereka. Jika tidak, dirinya akan kesulitan untuk menyelamatkan para pendekar enam aliran besar."
Biksu-Fan yang didepan menempelkan kedua telapak, lalu membungkuk. "Tuan Putri terluka, pangeran khawatir dan memerintahkan hamba untuk menjemput tuan putri." ia mengangkat tangan, diatasnya ada merpati putih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar