Novel Cersil Kho Ping Hoo akan dicetak Ulang oleh Gramedia!

Cersil Kho Ping Hoo


 Kabar gembira untuk para pecinta cersil Kho Ping Hoo, Elex Media (divisi penerbit Gramedia) akan menerbitkan ulang dua buku novel Kho Ping Hoo yang berjudul Dewi Sungai Kuning dan Peang Pusaka Naga Putih.

Penerbitan ulang ini dalam rangka perayaan 100 tahun kelahiran almarhum Kho Ping Hoo. Jadi ya biarpun beliau sudah meninggal pada tahun 1994 silam, tetapi karya-karyanya tetap membekas di hati para pecinta cerita silat di seluruh Indonesia.

Selain hadir dengan cover baru yang bergaya lebih modern, sekarang cersil ini hadir dalam satu volume saja, jadi jika dulu diterbitkan secara berseri sampai beberapa jilid, memaksa kita harus berburu dan koleksi satu per satu, kini lebih efisien karena satu judul sudah hanya perlu satu jilid saja.

Khusus bagi orang yang mengambil bundling (paket) dua judul sekaligus akan mendapatkan bonus berupa:

  1. Lap kacamata
  2. Pembatas buku
  3. Teka-teki silang spesial
Ya, lebih direkomendasikan ambil dua sekaligus sih, karena selain bonus juga lebih murah yaitu 165 ribu, daripada beli satuan yang harganya untuk judul Pedang Pusaka Naga Putih di Shopee tertera 115 ribu, Tokopedia dan TikTok Shop tertera 110 ribu (harga sebelum diskon), situs Gramedia Online ditulis habis stok, sedangkan Lazada biarpun ditulis ada, tetapi saya cek tidak muncul. Sedangkan untuk judul Dewi Sungai Kuning, agak rancu harganya, masa di Shopee 75 ribu tetapi di Tokped 110 ribu.

Elex Media melakukan dua periode pre-order, periode pertama tanggal 7-11 Juli 2026, periode kedua tanggal 14-21 Juli 2026.

Sebagai perkiraan ukuran, cersil Dewi Sungai Kuning memiliki ukuran buku 18 cm x 11 cm, berat: 0.35 kg, total 200 Halaman.

Semoga jika ini sukses, Elex Media dan Gramedia akan menerbitkan ulang judul-judul cersil Kho Ping Hoo lainnya.

Sinopsis Pedang Pusaka Naga Putih

Empat pendekar hebat menggembleng satu pemuda di balik tabir hutan lebat. Tujuannya satu: mempersiapkan pewaris Ilmu Pedang Pek-liong untuk menghadapi dunia yang penuh tantangan. Sekarang, Si Han Liong siap turun gunung. Setiap sekte menginginkannya, setiap master ingin menguasai kekuatannya. Siapa yang bisa dipercaya? Siapa yang akan dikalahkan? Buku ini bukan kisah silat biasa.

Ini adalah awal dari sebuah legenda. Inilah karya cerita silat pertama yang ditulis oleh maestro tak tertandingi, Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Sebuah tonggak sejarah di Indonesia yang menandai lahirnya ribuan jilid kisah fenomenal lainnya.

Sinopsis Dewi Sungai Kuning

Sungai Kuning melahirkan kehidupan ... juga bencana. Dari banjir bandang yang merenggut segalanya, seorang bayi perempuan diselamatkan oleh Thian Bong Sianjin, mantan “Setan Air” Sungai Huang-ho yang memilih jalan kebenaran. 

Bayi itu dinamai Thian Hwa, dibesarkan di tepian sungai, dan ditempa menjadi pendekar perempuan luar biasa yang mampu bertarung di atas air laksana ikan. Lalu, darah kembali menodai Sungai Kuning. Ma Tek San, si Buaya Emas Kepala Besi, melanggar hukum lama dan menindas rakyat kecil. 

Thian Hwa pun bangkit melawannya. Namun, siapa sebenarnya Thian Hwa? Dan mengapa takdir justru menyeretnya ke pusaran intrik para pangeran Manchu? Dewi Sungai Kuning bukan sekadar kisah persilatan di atas air. Inilah legenda tentang asal-usul, keadilan, dan kehormatan. Sebuah mahakarya wuxia klasik dari maestro Asmaraman S. Kho Ping Hoo, kisah yang akan memuaskan penggemar setia sekaligus memikat pembaca baru.

Tentang Kho Ping Hoo

Kho Ping Hoo, yang dikenal juga dengan nama pena Asmaraman Sukowati, lahir pada tahun 1926 di Sragen, Jawa Tengah, Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Ia berasal dari keluarga Tionghoa peranakan yang memiliki akar Jawa, sehingga sejak kecil ia terbiasa dengan budaya Jawa dan mistisisme lokal. Kehidupan awalnya penuh perjuangan; ia hanya bersekolah hingga kelas satu HIS, kemudian menjadi pekerja keliling, menjual obat tradisional, dan sempat tinggal di kamp pengungsian sebelum menetap di Tasikmalaya. Meski demikian, kegemarannya membaca mendorongnya mulai menulis cerita pendek di majalah-majalah lokal pada tahun 1950-an.

Pada tahun 1959, ia meluncurkan serial pertamanya Pek Liong Po Kiam (Pedang Pusaka Naga Putih), yang menjadi awal kesuksesannya sebagai maestro cerita silat. Kemudian, Ia mendirikan penerbitan sendiri (Gema) di Solo.

Jumlah Karya Cersil Kho Ping Hoo Yang Kabur

Jumlah karyanya sangat banyak, tergantung darimana Anda melihat sumbernya, karena setiap sumber menyebut angka yang berbeda, tetapi untuk main amannya kita sebut seratusan sampai dua-ratusan judul.
Tidak ada kepastian angka tentang jumlah novel cersilnya yang disepakati bersama, dikarenakan terlalu banyak karya-karyanya dan beliau tidak pernah melakukan verifikasi resmi tentang hal itu, yang membuat para penggemarnya memiliki pendapat yang berbeda. Apalagi tidak semua karyanya adalah cersil.

Berikut beberapa kutipan dari sumber yang saya temukan di internet:

1. Kho Ping Hoo or Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo is a beloved Indonesian author of Chinese ethnicity. He is well known in Indonesia for his martial art fiction set in the background of China or Java. During his 30 years career, at least 120 stories has been published (according to Leo Suryadinata). However, Forum magazine claimed at least Kho Ping Hoo had 400 stories with the background of China and 50 stories with the background of Java.
2. Diantara sekian banyak cerita rekaan (fiksi) yang pernah beredar di Indonesia, maka tidaklah sulit orang menunjuk cerita rekaan bergenre silat karya Kho Ping Hoo sebagai referensi. Kho PingHoo merupakan legenda pengarang cerita silat Indonesia peranakan Cina. Selama 30 tahun lebih berkarya (1958-1994) telah menghasilkan sekitar 250 judul serial, diantaranya 200 judul berlatar Cina. 
Salmon(1985:166) menyebut Kho Ping Hoo sebagai penulis cerita silat paling fenomenal sepanjang sejarah dengan untaian kata "satu-satunya pengarang untuk siapa kami mempunyai suatu kepustakaan yang membentang melewati tahun 1960".
3. Sejarah mencatat, pengarang cerita silat, Kho Ping Hoo, telah menghasilkan lebih dari 200 judul cerita yang masing-masing judul terdiri dari sekitar 35 jilid. Beberapa karyanya yang begitu populer antara lain Suling Emas, Istana Pulau Es, Pendekar Bongkok, dan Kisah Sepasang Rajawali dan serial Bu kek Sian-su. Selain cerita silat, pengarang yang bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo ini juga menulis sejumlah roman, cerita detektif, dan novel bertema sejarah Indonesia, sehingga pembaca buku Kho Ping Hoo tidak terbatas pada kalangan etnis Tionghoa saja, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat lainnya.
4. Throughout his career, he wrote 116 books of Wuxia stories and 24 books taking place in Indonesian kingdoms. (thejakartapost.com)
5. Semenjak itu mulailah novel-novel silatnya bermunculan dan mengalir bak air. Tercatat hingga kini, Kho Ping Hoo telah menulis tak kurang dari 400 judul, masing-masing judul terdiri dari puluhan jilid dan seri. (www.indonesiana.id)
6. From the 180 titles that Kho had written himself, a number were episodes drawn from Indonesian History, for example the building of the Borobudur, a Buddhist temple in central Java and the founding of Majapahit, a medieval kingdom in Java. A small number are novels; some of them are mystery stories. Kho has only translated one Chinese Story, the Jin Ping Mei, which, as he confessed, was translated from an English version. (Myra Sidharta)
7. Selama 30 tahun ia telah menulis sedikitnya 120 judul cerita. Walaupun menulis cerita-cerita silat berlatar Tiongkok, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan. Karena tidak bisa berbahasa Mandarin, Kho Ping Hoo tidak memiliki akses ke sumber-sumber sejarah negeri Tiongkok berbahasa Cina, sehingga banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Dari sebab itu, karya Kho Ping Hoo akan membingungkan bagi yang mengerti sastra atau sejarah Tiongkok yang sebenarnya. (lonteraemas)
8. Wattpad memberikan daftar 140 judul.
9. Dalam catatan CV Gema, Kho Ping Hoo sudah menulis 133 judul cersil, baik judul lepas maupun serial. Terdiri atas 110 judul cerita silat Mandarin dan 23 judul cerita silat berlatar budaya Indonesia. Tiap-tiap judul terdiri atas puluhan jilid. Yang terbanyak adalah Jodoh Rajawali, 62 jilid. Data itu belum mencakup karya-karya awal saat Kho Ping Hoo masih berada di Tasikmalaya. (Jawapos.com)
10. Kho Ping Hoo sudah menulis lebih dari 200 judul cerita silat. Tiap judul terdiri atas puluhan seri. Cerita silat itu, antara lain, adalah Pendekar Baju Putih (Jakarta, 1959), Darah Mengalir di Borobudur (Jakarta, 1959), dan Keris Pusaka Nogopasung (Solo, 1980). Dia menggarap cerita dari dua sumber utama, Cina dan Jawa. Serial silat terpanjangnya adalah Kisah Keluarga Pulau Es (17 judul cerita, mulai "Bu Kek Siansu" sampai "Pusaka Pulau Es"). (kemdikbud.go.id)
11. By the time of his death, Kho had produced more than 130 titles. (Wikipedia)
12. Blog seperti ambangberita dan bacaonlinegratis menyebut angka 231 judul

Dan masih banyak sumber lain yang berbeda-beda. Berbagai AI juga memberikan jawaban yang berbeda-beda pula.

Daftar Lengkap Judul Karya Kho Ping Hoo

Saya mengambil dari sumber blog ambangberita karena dirasa yang paling lengkap memberikan judul, dan juga memberikan angka kepastian jumlahnya yaitu 231 judul. 

  1. Gin kiam gi to ( 1961)
  2. Pedang penakluk iblis (Solo : Gema, 1987 – Kho Ping Hoo / Djelita / 1963)
  3. Drama gunung Kelud (1966)
  4. Tersesat (1966)
  5. Lintang-lintang dadi seksi (1966)
  6. ? (tidak diketahui judulnya)
  7. Membasmi bandit air (1978)
  8. Goda remadja (1966 )
  9. Setan kober (1966)
  10. Komplotan kuda binal (1967)
  11. Geger solo (bandjir bandang) (1966)
  12. Sebilah pedang keradjaan (1961)
  13. Pendekar sakti (Bu pun su lu kwan tju) (1963)
  14. Si Walet Hitam (Ouw Yan Tju) : anak si Teratai Merah (1961)
  15. Djago pedang tak bernama : (Bu Beng Kiam Hiap) (1961)
  16. Sin Kun Bu Tek : (kepalan dewa tanpa tandingan) (1960)
  17. Darah mengalir di Borobudur (1961)
  18. Sekarsih (dara segara kidul) (1966)
  19. Kim kong kiam (Pedang sinar emas)(1964)
  20. Kepalan dewa (Sin Kun Bu Tek) (1965)
  21. Nona berbunga hidjau (Kunlun Hiap-Kek)(1965)
  22. Kasih diantara remadja (Bu Lim Kuntju) (1965)
  23. Keris maut (1966)
  24. Senam kesehatan Cina tradisional : Yi-jin-jing, Pa-tuan-jin, Tal chi-cuan dan Tai-chi Ci-kung (1987) = yang satu ini, kalo dari judul kok ga kayak judul cersil ya.
  25. Tiga naga dari angkasa (Sam liong shia thian)(1961)
  26. Karena wanita (1958)
  27. Dewi Sungai Kuning (Huangho Lihiap)(1967)
  28. Geger Demak (1966)
  29. Randa Kuning membalas dendam : iblis mengamuk di Mataram (1963)
  30. Mutiara Hitam ; jilid 1-18 = 1969. Jilid 19-23 = 1985
  31. Iblis mengamuk di Mataram (1961)
  32. Dara perkasa retnawulan (1961)
  33. Pendekar2 bernasib sial (Sianli engtju) (1963)
  34. Pendekar arak dari Kanglam (Kanglam Tjiuhiap)(1961)
  35. Djaka Wulung, ksatrya Gunung Lawu (1962)
  36. Pendekar gila dari Shantung  (Shantung koayhiap)(1961)
  37. Pendekar bodoh (1961)
  38. Pendekar buta (1967)
  39. Pendekar budiman (Hwa i enghiong)( 1962)
  40. Sepasang naga berebut mustika (1960)
  41. Pendekar tjengeng (1968)
  42. Pedang pusaka naga putih (1961)
  43. Ang I Niotju (dara badju merah) (1971)
  44. Satria Gunung Kidul (1961)
  45. Radjawali Emas(1966)
  46. Pedang Pusaka Naga Putih (1965)
  47. Pendekar Remadja (1962)
  48. Radja Pedang (1966)
  49. Pusaka Gua Siluman (196x)
  50. Angliong Pekho (1962)
  51. Si tangan geledek (196x)
  52. Sam Liong To (1963)
  53. Darah patriot (lanjutan kasih diantara remaja) (1965)
  54. Djaka Lola (sambungan pendekar buta)(1968)
  55. Badjak laut Kertapati (1965)
  56. Bu Eng Tju (1963)
  57. Pek I Lihiap (1960)
  58. Ang Bi Tin (1962)
  59. Tjinta bernoda darah (1968)
  60. Keris Pusaka dan Kuda Iblis (1960)
  61. Suling emas (1968)
  62. Dara Badju Putih (1965)
  63. Tjheng Hoa Kiam (19xx)
  64. Toat-Beng Mo-Li (1962)
  65. Keris pusaka jang haus darah (1962)
  66. Pendekar gaib berbadju putih (1961)
  67. Keris Pusaka dan Kuda Iblis (1990)
  68. Pendekar super sakti (1970)
  69. Istana Pulau Es : landjutan Mutiara Hitam (1970-1972)
  70. Pedang Sinar Emas (1971)
  71. Dara pendekar (1976)
  72. Dewi Maut (1974)
  73. Kepalan maut (1973)
  74. Ji Liong Jio Cu (1975)
  75. Ang I lihiap : (Si badju merah dari Hengsan) (1961)
  76. Badai Laut Selatan (1990)
  77. Apa yang dinamakan ilmu kasekten, ilmu gaib? (1991)
  78. Kidung senja di Mataram (1986)
  79. Bajak laut kertapati (1990)
  80. Pendekar Gunung Lawu (1990)
  81. Jaka Galing (1990)
  82. Rondo Kuning membalas dendam (1990)
  83. Asmara berdarah ; Jil. 25. – Cet. 1. – 1979. Jil. 1-30, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1979
  84. Ang I Niocu ; Jil. 1-3, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1973
  85. Cinta bernoda darah ; Jil. 1-22, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1975
  86. Suling Naga : kisah para pendekar Pulau Es bagian ke-II ; Jil. 9-10,12-14,16-17,23, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1980
  87. Sintaro Koayhiap ; Jil. 1-8,10,11, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1975
  88. Kisah para pendekar Pulau Es ; Jil. 1-3, 5-14, 17-23, 26, 28, 30-32, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1978
  89. Pendekar-pendekar Patah Hati ; Djil. 1-4, 6-8, 10-13, 15-22, 25-28, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Marga Djaja / 1972
  90. Si muka bopeng ; Djil. 1-5, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Genta / 1973
  91. Pembakaran Kuil Thian-Lok-Si ; Jil. 1-3 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1979
  92. Jodoh si mata keranjang ; Jil. 1-15 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1984-1985
  93. Si Bangau Merah : lanjutan Si Bangau Putih ; Jil. 1-15 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1984
  94. Kisah sepasang rajawali ; Jil. 1-34 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1979-1980
  95. Sejengkal tanah sepercik darah! ; Jil. 1-23 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1982-1983
  96. Kisah Pendekar Bongkok ; Jil. 1-26 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1983
  97. Kisah si Bangau Putih ; Jil. 1-23 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1981-1982
  98. Pendekar Sadis, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1977
  99. Darah pendekar : Sriwidjono ; Jil. 1-5, 6,8-10, 11-27, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1977
  100. Asmara di balik dendam membara ; Jil. 1-13 Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1988
  101. Sepasang Garuda Putih : lanjutan Perawan Lembah Wilis ; Jil. 1-16, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1988
  102. Pendekar baju putih ; Jil. 1-11, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1987
  103. Pendekar buta ; Jil. 13, 15-20, Kho”Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1982
  104. Raja pedang ; Jil. 1-22, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1980
  105. Wanita iblis dari lembah Cia Ling, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1979
  106. Perawan lembah Wilis, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1977-1978
  107. Si Tangan Sakti (Sin-Ciang Tai-Hiap) ; Jil. 1-15, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1985
  108. Datuk pendekar : (Lam-hai tai-swe) ; Jil. 1-10, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Karya Baru / 1979
  109. Sepasang naga penaluk iblis ; Jil. 1-18, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1982-1983
  110. Pedang awan merah ; Jil. 1-13, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1987
  111. Keris Pusaka Nogopasung ; Jil. 1-6, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1981
  112. Pedang Kayu Harum, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994
  113. Si naga beracun, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1984
  114. Kisah tiga naga sakti, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1982
  115. Suling Emas dan Naga Siluman, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1993
  116. Kisah si Tawon Merah Bukit Heng-San (pendekar wanita), Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1991
  117. Kisah si Naga Langit, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  118. Si Teratai Emas, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1991
  119. Suling pusaka kemala, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1990
  120. Pendekar tanpa bayangan, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1992
  121. Pendekar mata keranjang ; Jil. 1-48, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1992-1993
  122. Patung Dewi Kwan Im ; Jil. 1-17, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  123. Gelang Kemala ; Jil. 1-18, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  124. Asmara Si Pedang Tumpul ; Jil. 1-16, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  125. Si Pedang Tumpul ; Jil. 1-10, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  126. Sakit hati seorang wanita ; Jil. 1-13, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1991-1992
  127. Dewi Ular ; Jil. 1-15, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  128. Pendekar Cengeng ; Jil. 1-17, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994
  129. Liong-San Tung-Hiap ; Jil. 1-7, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  130. Sepasang pedang iblis ; Jil. 1-50, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994
  131. Kisah Si Pedang Terbang ; Jil. 1-13, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1986
  132. Maling Sakti ; Jil. 1-6, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1980
  133. Tiga dara pendekar Siauwlim ; Jil. 1-9, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  134. Ouwyang Heng-Te ; Jil. 1-7, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994
  135. Ouwyang Heng-Te ; Jil. 1-20, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1996
  136. Nurseta Satria Karang Tirta ; Jil. 1-20, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1991-1992
  137. Pecut Sakti Bajrakirana ; Jil. 1-17, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1989
  138. Ang I Niocu ; Jil. 1-20, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  139. Kemelut Blambangan ; Jil. 1-22, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1991-1992
  140. Bayangan Bidari ; Jil. 1-21, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1992
  141. Pendekar Gila ; Jil. 1-9, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  142. Pendekar dari Hoasan ; Jil. 1-5, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. ke-4 / Gema / 1988
  143. Pendekar Pemabuk ; Jil. 1-18, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  144. Pendekar-pendekar Siauwlim ; Jil. 1-9, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1979
  145. Iblis dan bidadari ; Jil. 1-6, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Solo: Gema / 1996
  146. Pedang Pusaka Thian-Hong-Kiam ; Jil. 1-20, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Solo: Gema / 1993-1994
  147. Jodoh Rajawali ; Jil. 1-62, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Solo: Gema / 1993-1994
  148. Pedang Asmara ; Jil. 1-34, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Solo: Gema / 1995
  149. Keris pusaka Sang Megatantra ; Jil. 1-22, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Solo: Gema / 1990-1991
  150. Antara dendam dan asmara ; Jil. 1-30, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Solo: Gema / 1994
  151. Bagus Sajiwo ; Jil. 1-21, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Solo: Gema / 1991
  152. Sepasang Rajah Naga ; Jil. 1-32, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Solo: Gema / 1989-1990
  153. Dendam membara ; Jil. 1-4, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1982
  154. Pusaka Pulau Es ; Jil. 1-18, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994-1995
  155. Sepasang Naga Lembah Iblis ; Jil. 1-12, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1987
  156. Pedang Naga Hitam ; Jil. 1-17, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1987
  157. Kemelut Kerajaan Mancu ; Jil. 1-14, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 1 / Gema / 1993
  158. Kisah sepasang naga ; Jil. 1-10, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  159. Kemelut di Mojopahit ; Jil. 1-37, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1991-1992
  160. Si Naga Beracun ; Jil. 1-34, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994
  161. Petualang asmara ; Jil. 1-50, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  162. Badai Laut Selatan ; Jil. 1-39, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990-1992
  163. Si Kumbang Merah Pengisap Kembang ; Jil. 1-32, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  164. Ratna Wulan ; Jil. 1-6, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990-1991
  165. Bu Kek Siansu ; Jil. 1-24, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  166. Siluman Guha Tengkorak, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  167. Harta karun Jenghis Khan ; Jil. 1-6, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  168. Banjir darah di Borobudur ; Jilid 1-7, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  169. Si Rajawali sakti ; Jil. 1-17, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  170. Pendekar Lembah Naga ; Jil. 1-57, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  171. Mestika golok naga, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1995
  172. Pendekar remaja, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1994
  173. Jodoh Si Naga Langit ; Jil. 1-16, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 2 / Gema / 1998
  174. Pendekar Bunga Merah ; Jil. 1-9, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Cet. 2 / Gema / 1998
  175. Rajawali Hitam : lanjutan Dewi Ular ; Jil. 1-15, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  176. Lembah Selaksa Bunga ; Jil. 1-14, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  177. Si Tangan Halilintar ; Jil. 1-22, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1997
  178. Seruling gading ; Jil. 1-24, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1989-1990
  179. Pendekar buta, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1974
  180. Dendam si anak haram ; Jil. 1-13, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Tjet. ke-3 / Gema / 1989
  181. Pembalasan Suma Eng ; Jil. 1-16, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1975
  182. Perawan Lembah Wilis, Kho Ping Hoo , Asmaraman S. / Gema / 1991
  183. Cheng hoa kiam, Kho Ping Hoo , Asmaraman S. / Gema / 2001
  184. Rajawali lembah Huai, Kho Ping Hoo , Asmaraman S. / Cet. 3 / Gema / 2001
  185. Gin kiam gi to, Kho Ping Hoo , Asmaraman S. / Gema / 2000
  186. Pendekar Sadis, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 2000
  187. Toat-Beng Mo-Li, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  188. Toat-Beng Mo-Li ; 7, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  189. Toat-Beng Mo-Li ; 6, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  190. Toat-Beng Mo-Li ; 5, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  191. Toat-Beng Mo-Li ; 4, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  192. Toat-Beng Mo-Li ; 3, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  193. Toat-Beng Mo-Li ; 2, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1990
  194. Pedang penakluk iblis, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1986
  195. Mutiara Hitam, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1984-1985
  196. Ciuman gadis berbisa, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1977
  197. Bintang-bintang menjadi saksi, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Kresno / 1977
  198. Si Dewi Hijau ; Jil. 1, Kho Ping Ho, Asmaraman / Up. Genta / 1972
  199. Daftar judul cerita silat Indonesia, cerita roman, karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo, Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) / s.n. / 1999
  200. Djaka galing, Asmaraman / Analisa / 1961
  201. Pendekar Sungai Huangho – Asmaraman / Analisa / 1961
  202. Perawan Lembah Wilis : sambungan Badai Laut Selatan ; Djil. i-xxiii – Asmaraman / Gema / 1970-1971
  203. Pendekar bodoh – Syailendra, Anda / Sastra Kumala / 1980
  204. Si Teratai Merah – Asmaraman / Tjet. ke-4 / Gema / 1970-1972
  205. Badjak laut Kertapati – Asmaraman / Analisa / 1961
  206. Pahlawan-pahlawan sejati – Khopinghoo, Asmaraman S. / Kresno / 1978
  207. Sekarsih – Asmaraman S. / Kresno / 1978
  208. Ji liong jio cu (sepasang naga berebut mustika) ; Jil. 1-10, Kho Ping Hoo / Genta / 1975
  209. Keris maut ; Jilid 1-3, Kho Ping Hoo / Gema / 1974,
  210. Banjir darah di Borobudur ; Jilid 1-6, Kho Ping Hoo / Gema / 1973
  211. Djaka Wulung : ksatria gunung Lawu ; Djilid 1-3 – Kho Ping Hoo / tj. ke-2 / Gema / 1966
  212. Jaka Galing ; Jilid 1-3 – Kho Ping Hoo / Gema / 1974
  213. Kisah dua ksatria Bali ; Jilid 1-3 – Kho Ping Hoo / Gema / 1973
  214. Leak dari guwa gadjah ; Djilid 1-2 – Kho Ping Hoo / Gema / 1966
  215. Pedang keramat (Thian Hong Kiam) ; Djilid 1-2 – Kho Ping Hoo / cet. ke-2 / Gema / 1966
  216. Rondo kuning membalas dendam ; Jilid 1-4 – Kho Ping Hoo / Gema / 1973
  217. Siane – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Yayasan Remaja Press / 1981
  218. Geger Demak : setan kober – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1980
  219. Geger Solo : banjir bandang – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1979
  220. Merdeka atau mati – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1979
  221. Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo : writer of cloak-and-dagger stories in Indonesia (1926- 1994), Sidharta, Myra / In: Archipel; (1994), afl. 48, pag. 157-176 / 1994
  222. Dua pendekar dari Bali – Kho Ping Hoo / Analisa / 1966 – 223. Peristiwa sejarah dan karya sastra dan masyarakat : [paper pada] Seminar ilmu dan seni Pusat Penelitian dan Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, [tg. 14 – 15 Ag.] 1982, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Pusat tsb. / 1981
  223. Pendekar super sakti – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1985
  224. Dendam seorang perempuan – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1980
  225. Si bayangan iblis – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1983
  226. Mestika burung Hong Kemala ; Jil. VIII: 64 p. – Jil. IX: 64 p. – Jil. X: 64 p. – Jil. XI: 64 p. – Jil. XII: 64 p. – Jil. XIII: 77 p, Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1986
  227. Naga sakti sungai kuning (Huang-ho-Sin-liong) – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1982
  228. Kisah si pedang kilat – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1984
  229. Dendam sembilan iblis tua – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1985
  230. Badai Laut Selatan – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1976
  231. Kemelut di Mojopahit – Kho Ping Hoo, Asmaraman S. / Gema / 1974
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url