HSDS2019

HSDS2019

Sabtu, 12 Desember 2020

Review / ulasan berbagai versi adaptasi Smiling Proud Wanderer


Smiling Proud Wanderer
Linghu Chong 2013

Review ini bukanlah review dari saya pribadi, tetapi saya copy-paste dari review orang lain, jadi blogger singapura ini bernama Yanie atau apa gitu namanya, kemudian blognya sudah dihapus atau hilang, sehingga saya memunculin kembali reviewnya, mengingat cerita Pendekar Hina Kelana yang paling disering dibahas dan ditanya apa perbedaannya antara satu adaptasi dengan lainnya. Jadi disini saya hanya berfungsi untuk menerjemahkan ke bahasa Indonesia, saya sendiri hanya pernah menonton 1-2 adaptasi SPW.

Review ulasan ini membahas semua versi adaptasi Smiling Proud Wanderer yang bahasa indonesianya menggunakan judul pendekar hina kelana, dengan Linghu Chong (lenghou tiong) sebagai tokoh utamanya. Mayoritas jalan cerita versi adaptasi ada diubah oleh sutradara atau producernya dibanding novel aslinya.



The Smiling, Proud Wanderer / TVB (Hongkong) / 1984 – Versi  Lagu Tema (themesong)



Adaptasi seri TV yang paling pertama, dibintangi oleh aktor kawakan Chow Yun-fat, Rebecca Chan, Jamie Chik, dan Tung Wai. Adaptasi ini tidak banyak mendapat ketenaran seperti adaptasi Jin Yong lainnya di tahun keemasan 80-an. Masalahnya terletak pada miscast (kesalahan cast). Juga koreografi bertarungnya terlalu tergantung pada efek CGI warna-warni, tidak seperti produksi TVB tahun 80-an lainnya. Saya menyebut versi ini sebagai versi THEMESONG karena satu satunya hal yang menarik disini adalah themesong-nya yang dinyanyikan oleh Johnny Yip dan Frances Yip. Lagu ini merupakan yang paling epik dan wuxia klasik dan nadanya sangat cocok dengan semangat cerita. Saya merasa ingin memasukkan lagu ini di semua halaman novel. Tidak banyak yang bisa saya puji di adaptasi ini, tidak buruk, cuma terlalu biasa dan gagal bersinar.


The Smiling, Proud Wanderer / TTV (Taiwan) / 1985 – versi Yang Terlupakan



Adaptasi yang terlupakan ini dibintangi oleh Bryan Leung dan Leanne Liu. Saya merasa menyesal dengan versi ini, tidak pernah disebut sama sekali pada dikusi adaptasi SPW. Versi Chow Yun-fat sering disebut kesana, kesini sebagai perbandingan, tetapi saya tidak mengetahui versi ini ada sampai saya mengecek Wikipedia. Dalam hal kualitas, saya menemukan versi ini sedikit lebih baik dari versi TVB84. Adaptasi ini dibuat lumayan bagus, cukup mengejutkanku. Mempunyai cast yang lebih baik, jalan cerita yang lebih baik, dan lokasi syuting yang indah. Versi ini memiliki budget yang lebih tinggi dibanding semua adaptasi 80an TVB lainnya. Juga , tidak ada cerita yang membosankan sengaja ditarik panjang atau akting dramatis yang berlebihan. Yue Buqun disini adalah yang kedua terbaik aktingnya dari semua versi.


State of Divinity / TVB (Hongkong) / 1996 - versi SETIA Novel



Untuk pecinta setia novel, ini adalah adaptasi yang terbaik, dibintangi oleh Jackie Lui, Fiona Leung, Cherie Chan, Timmy Ho, dan He Meitian. Jika kamu tidak suka baca buku tapi ingin mengetahui cerita aslinya seperti apa, nonton lah versi ini. 95% setia dengan novel, hampir tidak ada perubahan, mungkin cuma ada 2 atau 3 tambahan adegan. Saya menonton versi ini tanpa subtitle dan membuka novel, dan saya bisa mengerti apa yang terjadi dalam cerita tanpa masalah, karena mereka mengambil paragraf cerita langsung dari buku kata per kata. Tingkat kesetiaannya menakjubkan. Tetapi, mereka kurang berupaya dibagian mengoreksi beberapa hal dibuku yang kurang cocok diangkat ke layar TV. Walaupun memiliki naskah dan cast yang bagus, tetapi dengan koreografi pertarungan yang buruk, lagu tema yang buruk, dan budget rendah, serta kostum, adaptasi ini gagal membuatku takjub, atau saya terlalu berharap lebih, karena banyak fans yang memuji ini adalah versi terbaik. Saya menikmatinya secara keseluruhan, karena saya menyukai beberapa castnya.



State of Divinity / CTV (Taiwan) / 2000 - versi DRAMA



diproduksi oleh wanita tua, Yang Peipei, dibintangi oleh Richie Ren dan Anita Yue, adaptasi ini mungkin adalah yang paling terkenal mendapat kritik negatif terhadap aktor Richie Ren. Saya membaca komentar negatif tentang Richie Ren sebelum menonton ini, dan saya bisa konfirmasi dengan mata saya sendiri bahwa Richie Ren adalah Linghu Chong yang hancur. Sebenarnya, saya menikmati beberapa episode awal karena berfokus pada Ren Yingying dan sekte Matahari Rembulan. Saya suka seri ini menambah bobot cerita Ren Yingying pada awal. Qu Yang dan Ren Yingying menjadi ayah dan anak perempuan angkat, dan QY mencoba membesarkan Ren Yingying menjadi wanita yang baik dan bermoral. Mirip dengan fanfiction Yang Peipei. Awal cerita juga memberikan rasa bahwa Sekte Matahari Rembulan awalnya memiliki sifat keanggotaan yang besar dan hangat. Konflik antara mereka lebih seperti konflik keluarga dibanding konflik antar persilatan. Saya tidak mempermasalahkan perubahan cerita di awal. Tetapi, sewaktu Qu Yang dituduh oleh Xiang Wentian bahwa dia memiliki hubungan dengan istri Ren Woxing, jadi RYY mungkin adalah anak kandung nya QY, elemen drama ini menjadi keluar dari jalur dan menjadi aneh untuk seleraku. Juga ada tambahan adegan Qu Yang memiliki cerita cinta dengan adik perempuan dari istri Ren Woxing. Kemudian ceritanya menjadi semakin membosankan, kadang terlalu makan waktu untuk satu bagian, terlalu banyak bicara. Saya menyukai lagu temanya, “Si Bu Liao” yang dinyanyikan oleh Richie Ren.


The Legendary Swordsman / TCS (Singapore) / 2000 – versi Percintaan



dibintangi oleh Steve Ma, Fann Wong, Jacelyn Tay. Saya membaca banyak yang mengkritik rambut mie kritingnya Steve Ma. Tapi mengejutkanku, saya menyukai adaptasi ini. Sangat menyenangkan dan mudah disukai adaptasi ini. Saya menemukan bahwa Linghu Chong versi ini yang paling romantis. Maksudku, Linghu Chong bergenit dan menggoda Ren Yingying sejak pertemuan pertama mereka di episode 1. Juga ada tambahan adegan cinta Tian Boguang dan Lan Fenghuang. Punya lagu original yang romantis juga oleh Fann Wong. Selain masalah romantis, elemen lainnya juga sangat bagus, dan saya menghormati kru singapura untuk usaha dan upaya mereka dalam membuat seri ini. Jujur, saya memandang rendah versi ini karena saya orang singapura dan ekspetasi saya rendah. Ternyata, pilihan lokasi cukup lumayan, bagus dan indah, walaupun mereka syuting di Singapura dan Myanmar, jadi agak lucu melihat SPW di daerah tropikal sebagai latar belakang. Mungkin orang yang mengkritik versi ini, terlalu terganggu dengan rambut mie kriting LHC sehingga gagal menikmati versi ini.


Laughing in the Wind / CCTV (China) / 2001 – versi Anak Nakal



Adaptasi Jin Yong pertama yang diproduksi oleh Zhang Jizhong, seorang sutradara terkenal yang nantinya beruntun merilis adaptasi Jin Yong lainnya. Dibintangi oleh Li Yapeng dan Xu Qing. Adaptasi ini merupakan versi yang paling banyak Jin Yong terlibat didalamnya. Saya menyebut versi ini sebagai versi anak nakal karena segala sesuatu dibuat lebih nakal dibanding aslinya. Perubahan yang ada dibuat untuk menjadikannya lebih baik di layar TV, tokoh dan adegannya kelihatan lebih nakal. Ini adalah satu-satunya versi dimana kamu dapat melihat biksuni botak menendang bokong orang lain. ini adalah adaptasi yang fokus bagaimana kejamnya dunia persilatan dan fokus dalam memamerkan adegan seni dan pertarungan inovatif dibanding menceritakan jalan cerita. mereka bahkan membuat pertarungan menakjubkan yang tidak ada didalam novel. dan semua pertarungan dibuat dengan sangat keren. Versi ini agak gelap dibanding bukunya, jadi mungkin tidak semua orang cocok. Adaptasi ini sangat nyata, detail, dan berseni. Memiliki cast yang kuat dan produksi yang sempurna. Tidak seperti adaptasi SPW lainnya, mulai dengan sangat bagus kemudian menurun di pertengahan, versi ini malahan kebalik. Hal yang bagus dan menarik adalah di pertengahan akhir, malahan 10 episodes awal agak membosankan. Saya menyukai versi anak nakal, sehingga seri ini menjadi favorit pertama saya. Sayangnya, Zhang Jizhong tidak membuat adaptasi Jin Yong lainnya senakal seperti versi ini. Saya juga menyukai lagu tema yang dinyanyikan oleh Liu Huan dan Faye Wong, cocok dengan adegan pertarungan nakal dalam seri.


 Swordsman / Cathay Media (China) / 2013 – versi FANTASI



Adaptasi Jin Yong dari Yu Zheng yang pertama, dibintangi oleh Wallace Huo, Joe Chen, Yuan Shanshan, Yang Rong, dan Chen Xiao. Versi ini menggabungkan dongeng dan wuxia, semua hal diadaptasi ini sangat fantasi dan khayalan. Baik dari kostum ataupun settingnya. Produksi nya secara keseluruhan seperti warna-warni pelangi, terkadang seperti anime jepang. Kostum dibuat mirip dengan game RPG. Mereka membuat sekte Matahari Rembulan seperti sebuah kerajaan dibanding sekte. Mereka bahkan memanggil Ren Yingying sebagai tuan putri. Saya sebenarnya menikmati beberapa episodes awal. Prolog cerita yang mengatakan Dongfang Bubai memberontak ke Ren Woxing dikerjai dengan cara yang keren, menarik untuk di tonton. Walaupun saya memutar mata saya ketika ada cerita ibu RYY dan dayangnya melompat dari tebing dengan payung ala Mary Poppins. Bagaimanapun, Yu Zheng punya masalah besar dalam hal casting aktor. Semuanya salah cast. Menonton adegan Linghu Chong vs Tian Boguang, saya langsung berpikir kenapa mereka tidak cast Han Dong (aktor Tian Boguang) sebagai Linghu Chong saja, dia lebih alami dalam adegan komedi. Wallace Huo seperti boneka kayu aktingnya. Yang Rong (yue lingshan) dan Yuan Shanshan (ren yingying) juga harus berganti peran. Semua orang di cast, jika tidak terlalu muda, maka terlalu ganteng atau cantik. Pertarungan nya pun mirip Dragonball, alih-alih pertarungan wuxia.

semuanya semakin hancur total sewaktu Dongfang Bubai yang memaksa Tian Boguang untuk menemukan Linghu Chong, bukannya biksu Bujie (ayah Yi Lin), dan adalah Dongfang Bubai yang membuat luka dalam Linghu Chong semakin parah, bukannya 6 bocah lembah persik.  Dan juga Dongfang Bubai lah yang mengorbankan dirinya untuk ditahan di Shaolin, bukan RYY.

RYY yang membawa LHC ke plum manor (tempat RWX ditahan). Ceritanya benar-benar berubah jauh diluar dari cerita asli. Versi ini tanpa diragukan merupakan versi yang paling saya benci dan tidak tahan. Saya tidak masalah dengan pergantian cerita, tapi yang ini tidak bisa saya toleransi. Jika kamu tidak pernah membaca novel SPW , dan jika kamu anak muda, mungkin kamu akan menyukai versi ini. Karena versi ini cukup memanjakan mata.


Secara keseluruhan, versi paling favorit saya adalah:

1. Laughing in the Wind (2001)

2. The Legendary Swordsman (2000)

3. State of Divinity (1996)

4. The Smiling, Proud Wanderer (Taiwan 1985)

5. The Smiling, Proud Wanderer (TVB 1984)

6. State of Divinity (2000)

7. Swordsman (2013)


Untuk film layar lebar, saya tidak memiliki favorit, tapi saya suka semuanya, yang paling tidak saya favoritkan mungkin Swordsman II.

The Proud Youth (1978)

Produksi Shaw Brothers, dibintangi oleh Wong Yue, Shih Szu, Michael Chan dan Ling Yun. Film ini mencoba mendorong paksa berbagai cerita dari buku ke film tanpa mencoba mengatur atau menyesuaikan ke durasi waktu film yang pendek. Walaupun semua adegan cerita utama di novel ada disini, tetapi secara keseluruhan isinya kurang bercerita. Banyak hal yang dipotong.

Swordsman (1991)

Seperti film diatas, banyak adegan yang dipotong. Penjahat utama dalam film ini adalah Yue Buqun, dan juga tidak ada Lin Pingzhi, tetapi seseorang yang menyamar jadi Lin Pingzhi. Hubungan LHC dan Yue Lingshan lebih mirip kakak-adik. Tidak ada cerita cinta segitiga disini, LHC langsung suka RYY dari awal.

Swordsman II (1992)

Penjahat utamanya adalah Dongfang Bubai, yang diperankan oleh Bridgette Lin, dan merupakan adaptasi film SPW yang paling populer. Jet Li sebagai Linghu Chong sangat mirip dengan Sam Hui di film pertama. Juga Michelle Reis sebagai Yue Lingshan mirip dengan Cecilia Yip di film pertama. Saya menyukai Rosamund Kwan sebagai Ren Yingying. Ada cerita cinta segitiga disini, Linghu Chong menyukai keduanya RYY dan DFBB.



-----------------

Blogger itu tidak pernah update blog nya sehingga tidak ada review SPW 2018 . Jadi jika saya boleh mengucap sepatah dua kata tentang versi 2018;


Smiling Proud Wanderer 2018 - versi ABG

ini juga merupakan salah satu versi adaptasi yang paling buruk dan hancur kualitasnya. Bukan hanya kesalahan cast pada pemilihan aktor dan aktrisnya, tetapi juga jalan cerita yang hancur, bukan hanya jalan cerita yang berubah total melenceng dari aslinya, tetapi juga naskah ceritanya tidak begitu rapi, lompat sana lompat sini berantakan, kemunculan tokoh-tokohnya yang muncul dan hilang begitu saja tanpa pengenalan lebih jauh, benar-benar tidak beraturan. Penonton akan mudah kebingungan dengan versi adaptasi ini, mungkin sutradaranya sendiri pun bingung karena terlalu banyak ubah sana sini dan akhirnya tidak mulus. Akting nya para aktor dan aktris pun terasa kurang pengalaman seperti baru bergabung di industri film. Peran Linghu Chong nya pun sangat tidak cocok. Koreografi bertarungnya pun tidak berkesan sama sekali. Kelihatan juga bahwa adaptasi ini punya budget yang rendah. Ga heran versi ini mendapat sangat banyak kritik negatif dan rating rendah.



Tag: Smiling Proud Wanderer, Swordsman, Xiao Ao Jiang Hu, Pendekar Hina Kelana, Laughing in the Wind, Balada Kaum Kelana, Menertawakan dunia persilatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar