HSDS2019

HSDS2019

Sabtu, 29 Mei 2021

Etnis Hui atau Uighur, mana yg benar pada cerita Putri Harum?





Pada cerita Putri Harum & Kaisar (atau nama lain "Pedang dan Kitab Suci", inggris: The Book and The Sword) karya Jin Yong, terdapat beberapa tokoh yang berasal dari etnis muslim di wilayah Xinjiang, beberapa sumber informasi terdapat perbedaan, tokoh perempuan seperti Huo Qingtong (hokkien: Ceng-tong) ada yang menyebut etnis Hui, ada juga yang menyebut Uyghur (atau Uighur). Sebenarnya mana yang benar?

Etnis dan Suku didalam pembahasan ini dianggap sama pengertiannya biar tidak bikin pusing, biarpun secara terperinci, kedua kata itu terdapat perbedaan makna sedikit. Suku lebih ke berkaitan dengan letak geografis dari suatu kelompok. 


Penyebutan Dalam Media

  • Wikipedia Inggris =  Islamic tribesmen (suku islam)
  • Wikipedia China = 回部 (Hui Bu) 
  • banyakan site (situs) / artikel menggunakan Uyghur/Uighur
  • adaptasi TV atau film banyakan menggunakan Uyghur
  • e-book terjemahan inggris oleh Graham Earnshaw = Muslim Tribe (suku muslim)
  • buku fisik terjemahan Graham Earnshaw, di-edit John Minford = Uighur tribe
  • Terjemahan indonesia oleh Gan KT. = Terkadang menggunakan "Suku Ui", terkadang menggunakan "suku Uigor", bolak-balik bergantian gitu. "Ui" disini tidak tahu apakah singkatan dari Uigor karena si penyadur males tulis panjang, atau memang dia tahu bahwa Ui dan Uigur itu mengarah merujuk ke sebuah kelompok suku yang sama.
Dalam novel asli mandarin, Jin Yong menggunakan kata 回部 (Hui Bu). Pada jaman era dinasti Qing, saat itu belum dikenal nama suku Uyghur, saat itu orang china dan pemerintahan Qing menggunakan nama Hui Bu atau Hui untuk orang muslim keturunan Turki atau luar yang bermukim di daerah Huijiang (xinjiang sekarang ini), jadi saat itu pun nama wilayah tersebut masih Huijiang, kemudian kaisar Qianglong nantinya mengganti nama menjadi Xinjiang.

Wilayah Huijiang/xinjiang ini sebenarnya ga hanya ditempati oleh uyghur, tetapi suku lainnya yang juga turunan dari Turki, seperti Kazakstan, Turkmenistan, Uzbekistan, dll , dan Hui atau Hui Bu ini juga diperuntukkan ke mereka (lebih ke generalisasi) yang beragama islam di wilayah situ, tetapi tentunya memang dominan mayoritas keturunan etnis Uyghur.

Etnis Uyghur biasa lebih banyak berdiam dan bermukim dibagian selatan dari Xinjiang, atau yang dikenal dengan sebutan daerah Tarim Basin. Berada di pertengahan antara pegunungan Tianshan (di utara) dan pegunungan Kunlun (di selatan). Saat itu, Hui juga menjadi identik dengan agama islam, terkadang juga disebut agama/ajaran Hui (hui jiao) oleh orang tiongkok atau manchu. 

Jin Yong adalah orang yang menyukai sejarah, sehingga dia tahu benar dengan hal ini, dan tetap menggunakan Hui Bu dalam ceritanya. Sedangkan pada adaptasi, kebanyakan mereka menggunakan "Uyghur" agar tidak memusingkan pembaca atau penonton, karena banyak dari kita yang tidak tahu sejarah tentang hal ini. 

Etnis Uyghur era modern sekarang ini diperkirakan bukan keturunan langsung dari Uighur Kuno pada jaman dahulu sekitar abad ke-8 atau 9, Uighur Kuno itu juga bukan beragama islam. Bahasa Uyghur modern sendiri merupakan turunan dari bahasa Karluk, bukan turunan bahasa Uighur Kuno.

Ada beberapa tokoh etnis Uyghur pada cerita Putri Harum & Kaisar (atau Pedang dan Kitab Suci); Huo Qingtong, Kasili (putri harum), Muzhuolun, Huo'ayi, Nasrudin Affandi, Ali, dan beberapa di cerita flashback. Dari para tokoh itu, yang berdasarkan tokoh sejarah nyata adalah Putri Harum dan Nasrudin Affandi, keduanya dipercaya merupakan tokoh beretnis Uyghur yang tinggal didaerah Xinjiang. Sedangkan sisa yang lainnya adalah tokoh fiksi.
(catatan: Putri Harum bukanlah Selir Harum-nya kaisar Qianlong di dunia nyata, hanya berdasarkan tokoh sejarah itu, Jin Yong bahkan bilang Putri Harum secara imajinasi lebih cantik dari selir harum) 

Nama modern Uyghur untuk etnis dicanangkan pertama kali oleh Uni Soviet  pada tahun 1921 pada konferensi Tashkent, dengan nama "Uyghur" diambil dari "Uyghur Kuno Khaganate". Karenanya, sumber sejarah dari periode Pemberontakan Dungan tidak menyebut nama Uyghur.

Sekarang ini, Etnis Hui dan Etnis Uyghur terpisah menjadi etnis yang berdiri sendiri. Etnis Hui menjadi salah satu dari 56 kelompok etnis minoritas Tiongkok dan terkonsentrasi berpusat di wilayah Ningxia. Etnis Hui agak berbeda dengan Etnis Uyghur yang turunan Turki, Etnis Hui banyakan merupakan hasil campuran dari etnis Han (China) dan berbagai ras dari Persia dan Arab.


Referensi:

  • Wikipedia China
    Sebelum tahun 1949, istilah “orang Hui” merupakan istilah umum untuk kelompok minoritas yang menganut agama Islam, dan bahkan lebih sempit lagi disebut sebagai kelompok etnis Uyghur di Xinjiang. Misalnya, "Hui" di republik lima etnis yang diusulkan oleh Sun Yat-sen terutama mengacu pada etnis minoritas di Xinjiang. Hal ini terlihat dari nama sejarah "Return to Xinjiang" dalam novel tersebut. Sebelumnya, "Huizu" secara luas disebut "Huimin", dan tidak diakui sebagai minoritas tetapi sebagai kelompok agama. Saat ini, nama resmi Uyghur baru diusulkan pada tahun 1930-an, dan baru ditentukan setelah tahun 1949 ketika kelompok etnis tersebut diidentifikasi. Nama lama "Huiren" mengacu pada Uighur atau kelompok etnis Muslim lainnya di Xinjiang. Orang Uighur adalah yang paling mungkin. Sebagai etnis minoritas kelas atas, tidak mengherankan jika Huo Qingtong dan ayahnya lebih banyak berhubungan dengan orang-orang Han dan bahkan akrab dengan bahasa Tionghoa. Bahasa Uyghur termasuk dalam kelompok bahasa Turki, dan bahkan bahasa Uyghur termasuk dalam negara pan-Turki. Namun, Jin Yong mungkin belum melakukan penelitian tentang pembuatan nama tersebut, jadi tidak perlu mempelajarinya dengan cermat.
  • Hui people
    Setelah berdirinya Republik Rakyat Cina pada tahun 1949, istilah "Hui" diterapkan oleh pemerintah Cina sebagai salah satu dari sepuluh sejarah minoritas Islam Cina. 
    Sebelumnya, istilah tersebut merujuk pada kelompok berbahasa Mandarin dengan keturunan Muslim (asing). Mempraktikkan Islam bukanlah kriteria. Penggunaan nama kategori Hui untuk menggambarkan Muslim asing yang pindah ke Tiongkok berasal dari Dinasti Song (960–1279).
  • Islam in China
    Currently, "Hui" in Chinese refers to both Islamic and ethnic Hui Chinese. Previously, however, "Hui" referred to Islam and all Chinese Muslims, particularly ethnic Hui and Uyghurs.
  • Huo Qingtong
    Kebangsaan: Uyghur (Suku Hui, juga dikenal sebagai Huijiang), adalah nama daerah di selatan Tianshan di Xinjiang (Wilayah Barat) di Dinasti Qing. Karena orang Uyghur yang tinggal di sini pada Dinasti Qing disebut "Cangtouhui" atau "Topi Putih Hui ", maka dinamai Huibu. Tanahnya kira-kira setara dengan daerah selatan Pegunungan Tianshan di Xinjiang saat ini, serta bagian timur Provinsi Badakhshan di Afghanistan, Prefektur Otonomi Gorno-Badakhshan di Tajikistan, dan bagian timur dari Kyrgyzstan. Area antara Huibu dan Jalan Utara Tianshan Kementerian relatif, dan disebut "Standar Selatan ke Utara".)
  • Terjemahan kasar menggunakan Google Translate
    Islam awalnya disebut Dashi Jiao selama Dinasti Tang, ketika umat Islam pertama kali muncul di Tiongkok. "Dashi Fa" secara harfiah berarti "hukum Arab" dalam bahasa China Kuno. Karena hampir semua Muslim di Cina secara eksklusif adalah orang Arab atau Persia asing pada saat itu, itu hampir tidak disebutkan oleh orang Cina, tidak seperti agama lain seperti Zoroastrisme atau Mazdaisme, dan Kristen Nestorian yang diikuti di Cina. Sebagai masuknya orang asing, seperti Persia, Yahudi dan Kristen, sebagian besar tapi tidak semuanya adalah Muslim yang berasal dari daerah barat, mereka dicap sebagai orang Semu, tetapi juga dikira oleh orang Tionghoa sebagai Uyghur, karena mereka berasal dari barat (tanah Uyghur). Nama "Hui Hui" diterapkan pada mereka, dan akhirnya menjadi nama yang diterapkan pada umat Islam. Sementara Huihui atau Hui tetap menjadi nama umum untuk semua Muslim di Kekaisaran Tiongkok, istilah khusus ini terkadang digunakan untuk merujuk pada kelompok tertentu, mis. Chantou Hui ("Hui bersorban") untuk Uyghur, Dongxiang Hui dan Sala Hui untuk orang Dongxiang dan Salar, dan kadang-kadang bahkan Han Hui (漢 回) ("Hui Tionghoa") untuk (mungkin yang berbahasa Tionghoa) Muslim yang lebih berasimilasi dengan Masyarakat arus utama Cina


1 komentar:

  1. Harusnya yg benar se Uighur bkan Hui ya karna di jaman itu daerah Xinjiang di dominasi ama Uighur dan Turkic people lainnya kyak Kazakhs dan Uzbeks sedang Hui lebih ke "Persian"..

    BalasHapus