HSDS2019

HSDS2019

Kamis, 29 November 2018

Zhang Jizhong, Sang Producer Adaptasi Wuxia

๐™๐ก๐š๐ง๐  ๐‰๐ข๐ณ๐ก๐จ๐ง๐  : “๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐š๐ค๐š๐ง ๐ฉ๐ซ๐จ๐๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข ๐ค๐š๐ซ๐ฒ๐š ๐‰๐ข๐ง ๐˜๐จ๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ ๐ข ๐ฌ๐ž๐ฌ๐ฎ๐๐š๐ก ๐…๐ฅ๐ฒ๐ข๐ง๐  ๐…๐จ๐ฑ”
Zhang Jizhong, seorang producer aka sutradara TV yang terkenal akan karya-karya Jin Yong nya, menyatakan Flying Fox akan menjadi karya Jin Yong terakhirnya , sebagai memory terhadap sepeninggalan Jin Yong. Nampaknya dia merasa sangat terpukul akan kepergian sang maestro wuxia Jin Yong.
 
Zhang Jizhong mengatakan beberapa hari sebelumnya dia telah mengetahui kondisi Jin Yong dari Nyonya Cha (suami JY) bahwa sedang menurun. Dia ingin melihatnya di Hong Kong, tapi keesokan harinya, nyonya Cha bilang bahwa situasinya terkendali, jadi dia pergi ke Amerika Serikat untuk bisnis. Sayangnya tidak sesuai harapan dan begitu tiba-tiba terjadi. Benar-benar sedih.
 
Zhang Jizhong mengatakan dia terakhir kali melihat Jin Yong pada ulang tahunnya yang ke-93. Dia mendorong kursi roda Jin Yong di depan mobil, memeluknya dan menciumnya. Nyonya Cha juga mengatakan bahwa saya adalah satu-satunya pria dalam kehidupan Jin Yong yang pernah menciumnya. Mengingatnya kembali, saya berpikir itu kejadian sesuatu yang tak terduga.
 
Hampir 20 tahun Zhang Jizhong melakukan kontak dengan Jin Yong, Zhang Jizhong mengatakan Jin Yong kelihatan seperti halus , tetapi ada perasaan ksatria yang kuat didalam hatinya. Melakukan berbagai hal kepada orang-orang, baik adalah baik, buruk adalah tidak baik. Saya rasa dia adalah Qiao Feng, Yang Guo dan kombinasi semua sifat ksatria. Dari pandangannya kita dapat melihat semangat ilmu silat. Dia menginginkan saya membuat seri Jin Yong.
 
Tahun 1999, Zhang Jizhong membeli loyalti Xiao Ao Jiang Hu (pendekar hina kelana) seharga 1 yuan. Dan menjadi adaptasi Jin Yong nya yang pertama dalam tv, sesudah itu Tian Long Ba Bu (demi gods and semi devils) dan lainnya. “Dia bilang , dia ingin saya membuat karya-karyanya kedalam seri. Saya melakukan apa yang diharapkannya, dan melampaui apa yang saya harapkan. Hari ini, pada saat ini, saya merasa sangat sakit dalam kehidupan saya.” kata Zhang Jizhong sambil mengeluarkan air mata.
 
Jin Yong suatu kali pernah mengatakan bahwa dia dan Zhang Jizhong memiliki watak perangai yang bagus. Alasan nya adalah mereka dapat berdebat sengit, saya akan memberi point pandangan saya , tentu kemudian dia akan melawan point pandanganku. Sewaktu mem-filmkan Xiaoao Jianghu dan The Legend of Condor Heroes, mereka berdebat keras tentang perbedaan pendapat mereka tentang perubahan cerita plot. Suara Jin Yong lebih tinggi dari saya, lebih keras dari saya. Tetapi setelah perdebatan, keduanya akan melakukan makan bersama dengan senang gembira. Perbedaan pendapat tentang seni tidak melukai perasaan kita.

Suatu waktu setelah bertengkar, Nyonya Cha pernah meminta Jin Yong untuk minta maaf kepada Zhang Jizhong, Zhang Jizhong mengatakan bahwa Jin Yong kemudian meminta maaf menggunakan suara yang kecil seperti anak-anak. Kami sangat cocok dalam hal temperamen, berani untuk mencintai, berani untuk membenci, berani untuk mengatakan, berbicara, dia pernah bicara soal kematian ayahnya dan anaknya (anaknya Jin Yong bunuh diri), air mata masa lalu. Kamu akan melihat tulang berbalut besi dalam diri Jin Yong. Jin Yong adalah orang yang baik, sewaktu saya hangout dengannya, dia sering memberikan tips dalam jumlah banyak kepada pelayan restoran. 

Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak karya Jin Yong yang akan diremake. Zhang Jizhong berkata dengan jujur, Jin Yong akan marah besar jika dia melihat shooting yang hancur tidak beraturan. Tetapi tidak ada cara lain, karena loyalti telah diberikan kepadamu, kamu dapat mengambilnya dan mengadaptasinya sesuai keinginanmu.

Jin Yong telah pergi, Zhang Jizhong mengatakan sesudah Flying Fox of Snowy Mountain (si rase terbang), dia akan berhenti produksi karya Jin Yong. Awalnya dia ingin menggabungkan si rase terbang dari pegunungan salju dan legenda si rase muda, tapi loyalti si rase terbang dari pegunungan saltu sudah diambil orang lain, sehingga karya terakhir Jin Yong yang akan diadaptasinya ke tv seri sebagai penutup adalah Legenda si rase terbang (young fox).

Si Kuda Putih di Angin Barat tidak cocok untuk drama TV, karena agak pendek, saya mempertimbangkannya untuk menjadi versi Film Televisi (FTV) , tetapi itu nanti baru dipikirkan kedepannya. Sebelumnya Zhang Jizhong ingin menggarap The Book and the Sword (pedang dan kitab suci), yang dimana terakhir kali diadaptasi adalah tahun 2008, itu rencananya setelah Flying Fox, tapi harusnya dibatalkan setelah kepergian Jin Yong. Sungguh sangat disayangkan.


catatan: terjemahan bahasa inggrisnya agak kurang di site itu, jadi saya terjemahkan kira-kira saja, dan saya cuma translate sebagian, dan menambah sendiri berbagai info kecil.

sumber:















๐“๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐™๐ก๐š๐ง๐  ๐‰๐ข๐ณ๐ก๐จ๐ง๐ 

Zhang Jizhong lahir tahun 1951 (umur 67 sekarang) di kota Yantai, Shandong. Dia dijuluki si Jenggot. Zhang Jizhong yang terkenal akan karya-karya adaptasi Jin Yongnya, telah sukses mengangkat sederet artis-artis menjadi terkenal, mulai dari Liu Yifei , Hu Jun, Huang Xiaoming. Selain menggarap adaptasi Wuxia , dia juga pernah menggarap seri sejarah Sun Tzu kedalam tv, berjudul Bing Sheng.

Zhang Jizhong telah banyak mendapat berbagai penghargaan . Dia juga telah membangun banyak lokasi syuting dan perkampungan dengan kordinasi dengan pasar turis lokal dan telah membuat 11 kota syuting. Dengan negosiasi, Jizhong berhasil membuat pemerintah lokal ikut berinvestasi didaerah. Investasi itu berbuah hasil, salah satu contohnya adalah Pulau Bunga Persik mendapat jumlah pengunjung meningkat 10x lipat stelah dirilisnya The Legend of the Condor Heores . Tahun 2008, pengunjung Peach Blossom Island (pulau bunga persik) naik drastis jadi 900.000 pengunjung. Shooting film Demi Gods and Semi Devils di Dali juga membuahkan hasil, dengan biaya 110 juta Yuan untuk membangun, dan tamannya mencakup area sekitar 4500m2.

catatan TS:
jika sesuai rencana sih harusnya Zhang Jizhong berencana menggarap semua karya Jin Yong, setelah Flying Fox, dia uda rencana The Book and the Sword, jadi tersisa cuma A Deadly Secret (si kangkung pendekar lugu) dan 3 karya minor Jin Yong (dan salah satu dari 3 karya minor pun sudah direncanakan digarap dalam bentuk lain). A Deadly Secret sendiri memang sekarang sedang diproduksi, tapi bukan digarap oleh Zhang Jizhong, tidak tahu sudah sampai tahap mana, ntah sudah shooting atau masih dalam fase awal, kalo ga salah yang ambil malahan adalah mantan istri Zhang Jizhong . jadi mantan istrinya ini kalo ga salah pun baru bercerai dari dia, dan dulu waktu masih suami-istri sempat bertengkar hebat, dan menyebabkan Ode To Gallantry yang harusnya sudah siap sejak awal, di tunda sampai 3 tahun, kemudian semua penghasilan dari 3 film nya (termasuk ode to gallantry) merupakan hak istri setelah penceraian (ga gitu ingat ceritanya ataupun gimana proses hukum di negara sana, silahkan google)


K๐š๐ซ๐ฒ๐š-๐ค๐š๐ซ๐ฒ๐š ๐™๐ก๐š๐ง๐  ๐‰๐ข๐ณ๐ก๐จ๐ง๐ :

๐‰๐ข๐ง ๐˜๐จ๐ง๐ 
•Laughing in the Wind (2001) – pendekar hina kelana
•The Legend of the Condor Heroes (2003) – juga sebagai aktor Wang Chongyang
•Demi-Gods and Semi-Devils (2003) – juga sebagai aktor Wang Jiantong
•The Return of the Condor Heroes (2006) – juga sebagai aktor Yelu Chucai
•Sword Stained with Royal Blood (2007) – juga sebagai aktor Meng Bofei
•Royal Tramp (2008)
•The Heaven Sword and Dragon Saber (2009)
•Ode to Gallantry (2017)
•Young Fox (2019 atau 2020)
4 ๐™ˆ๐™–๐™๐™–๐™ ๐™–๐™ง๐™ฎ๐™– ๐™†๐™ก๐™–๐™จ๐™ž๐™ :
•Water margin (1998)
•Romance of three kingdoms( 1994)
•Journey to the west (2011)
๐Š๐š๐ซ๐ฒ๐š ๐†๐ฎ ๐‹๐จ๐ง๐ :
the proud Twins (2005)
๐’Œ๐’‚๐’“๐’š๐’‚ ๐‘ณ๐’Š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’€๐’–๐’”๐’‰๐’†๐’๐’ˆ:
Dร  tรกng yรณuxiรก chuรกn (2008)


Selain itu masih ada belasan karya-karya lainnya.

Rabu, 21 November 2018

Pengarang/penulis Wuxia terkenal













Penulis atau Pengarang Cersil (buku/novel) Wuxia yang terkenal dan contoh adaptasi TV nya jika ada:
note: hanya wuxia classic, tidak termasuk pengarang sub-genre xianxia yang belakangan populer
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jin Yong - uda ga usah disebut karyanya apa aja karena semua uda tau
Gu Long - sekitar ada ratusan jika dihitung semuanya, cuma ga tau mana yang asli mana yang palsu
Liang Yusheng
- Bride white hair maiden
- Seven Swordsmen
Ni Kuang 
- Fist of fury / chen zhen
- Drama Permusuhan Luar Biasa
- Naskah buat film Deadful Melody
Huang Yi
- Fuyu Fanyun (Chinese: ่ฆ†้›จ็ฟป้›ฒ)
- Xun Qin Ji (Chinese: ๅฐ‹็งฆ่จ˜)
- Datang Shuanglong Zhuan
di adaptasi judulnya menjadi:
- A Step Into The Past (2001)
- Twin of Brothers (2004)
- Lethal Weapons of Love and Passion (2006).
Wang Dulu
- Crouching Tiger, Hidden Dragon
Wolong Sheng
- Divine Strum(as in playing a zither) Finger ( ??? Zhi Shen Gong)
- 7 Extraordinary Demonic Sword (Qi ??? Mo Jian)
- Yin Yang Three Scholars
http://wuxiasociety.freeforums.net/thread/22/list-wolong-shengs-works
Woon Swee Oan / Wen Rui An- the Four (ada adaptasi tv, di indo judul 4 opas)
Ma Wing-shing- a man called hero (adaptasi tv)
Huang Yin / huang ying / Wong Ying (้ปƒ้ทน) - pendekar ulat sutera / reincarnated / tian chan bian
Kho Ping Hoo- Sepasang Pendekar Kembar (Ouw Yang Heng Te)

Yun Zhongyue  (telah buat 80 novel).
- Peerless Heroes (็ต•ไปฃๆขŸ้›„)
- Song of the Exile
worth to mention:
- Shihma Lin / Shima Ling
- Ci Ru
- Chen Yu Hui
- King Hu
- Cheng Peipei
- Qin Hong (็งฆ็ด…)
- XIAO YI ่•ญ้€ธ / Shiao Yi / Shiao Ching Jen
- Batara (pengarang asal Indonesia)
- Tonghong Giok (Tongfang Yi)

note: yang di Indo kebanyakan adalah Penyadur, kalo pun dia merangkap penulis cerita original, biasa hasil karangannya hanya sebatas di kenal orang indonesia. Sehingga TS hanya menaruh 1 nama saja yaitu sang legenda Kho Ping Hoo .

Kamis, 15 November 2018

Partai/Organisasi/Sekte di Ode To Gallantry



Berikut daftar partai/organisasi/kelompok/keluarga/sekte/aliran/Wisma (dan lain2 sejenis) yang muncul di novel Ode To Gallantry (alias Medali Wasiat / Xia Ke Xing / Hap Hak Hang):
  1. Golden Sabre Bandit Camp
  2. Eagle Claw Clan
  3. Xuanshu Mansion
  4. Snowy Mountain Sect (alias XueShan, dibagi menjadi 4 inner hall, dan 5 outer hall)
  5. Ding Family
  6. Isle of the White Whale
  7. Changle sect (Clan of Eternal Happiness)
  8. 3 Evils of Central Hebei
  9. The 4 Great Clans of North East
  10. Shaolin
  11. Wudang
  12. Emei
  13. Kunlun
  14. Flying Fish Sect
  15. Iron Fork Society
  16. Heroes' Island
  17. Golden Phoenix (atau Crow) School
  18. Shanqing Temple
  19. QingCheng
  20. Kongtong
  21. Hand of Palm sect
  22. Taishan Sect
  23. Sichuan Escort Agency in Yuzhou
  24. Mount Wutai sect
  25. Red Spear Society in Henan
  26. Wuji sect
  27. 4 Heroes of Guandong
  28. Black Dragon sect in Jinzhou
  29. Peng Brothers of Hunan
  30. Sharp Sword sect di Changbai
  31. Wan Ma manor
  32. 7 Tyrants of North Shanxii
  33. 8 Immortal Sword sect in Shandong 

Jumat, 09 November 2018

Ilmu 6 Meridians Divine Sword

  


Duan Yu

Liu Mai Shen Jian (alias 6 Meridians Divine Sword). Ilmu yang merupakan salah satu terkuat di dunia persilatan ini , dikatakan pada jaman DGSD sudah tidak ada lagi orang yang mempelajarinya secara penuh, disebabkan oleh kemerosotan (deterioration) era pada keluarga Duan ataupun biksu di Kuil Naga Langit (akhirnya Duan Yu berhasil mempelajarinya biarpun tidak sempurna, masih sering macet). 

Ilmu ini sekilas mirip dengan Yiyang Finger , tetapi lebih kuat , ibaratnya perkembangan tahap lebih lanjut, dengan menggunakan Qi membentuk semacam aura pedang yang menusuk (itu alasan kenapa ilmu ini disebut Sword atau pedang) dan energinya tidak kelihatan alias tak kasat mata. Jika menguasai Yiyang Finger, tentu saja membantu dalam mempelajari ilmu ini, tetapi bukan syarat mutlak (contoh: Duan Yu). LMSJ ini menggunakan 6 jalur meridian dalam tubuh, yang berakhir di jari-jari pada tangan, Jadi pada akhirnya menggunakan jari juga sebagai media mengeluarkan tenaga dalam menyerang lawan. 

Lalu jari apa saja yang digunakan? kemaren saya sempat googling dan mencari info, ternyata jawabannya beda-beda, sampai saya temukan 4 versi, berikut saya copy paste dari yang saudara-saudara lain menjawab:


versi 1
Sebetulnya Pedang Dewa 6 Nadi hanya menggunakan 4jari. Cuma nadi yg digunakan mencapai 6 nadi.

Jari jempol - pedang besar
Jari telunjuk - pedang serasi
Jari tengah - pedang kuat
Jari kelingking - pedang lentur
Jari jempol - pedang besar matahari (2jempol disatukan)
Jari telunjuk - pedang matahari ( it yang ci/yi yang zhi yg dikuasai para Kaisar Dali)

versi 2
memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. ada yang lebih kuat, ada yang lebih cepat.
1. pedang kecil sembilan matahari (kelingking)
2. pedang sembilan matahari (telunjuk)
3. pedang besar sembilan matahari (ibu jari)
4. pedang lentur (jari manis)
5. pedang ksatria (jari tengah)
6. sepasang matahari menyatu (sembilan matahari menyatu, 2 ibu jari)

versi 3

http://zh.wikipedia.org/zh-hk/ๅ…ญ่„ˆ็ฅžๅŠ

This site says that on the Right hand:-
Siu Seong ๅฐ‘ๅ•†ๅŠ - Thumb
Chung Chung ไธญ่กๅŠ - Middle
Siu Chung ๅฐ‘่กๅŠ - Little

Left Hand:-
Seong Yeung ๅ•†้™ฝๅŠ - Index
Kwan Chung ้—œ่กๅŠ - Ring
Siu Chak ๅฐ‘ๆพคๅŠ - Little

The site also says mentions the speciality of each sword, but I can't really understand it.. too technical.

versi 4
‘Shaoshang’ sword of the thumb
‘Shangyang’ sword of the index finger
‘Zhongchong’ sword of the middle finger
‘Guanchong’ sword of the ring finger
‘Shaochong’ sword of the right little finger
‘Shaoze’ sword of the left little finger

For ordinary people, the ring finger is the least dexterous, whereas the index finger is the most nimble. Thus, the ‘Guanchong Sword’ technique strove to achieve victory in a sluggish, simple, and unsophisticated way, whereas the techniques of the ‘Shangyang Sword’ were ingenious, lively, and difficult to ascertain. The ‘Shaochong Sword’ was similar to the ‘Shaoze Sword’ technique in that it used the pinky; however, one was on the left hand, whereas one was on the right hand. Thus, in terms of technique, the ‘Divine Sword of the Six Meridians’ had techniques that were ‘skilled’ as well as ‘clumsy’, ‘nimble’ as well as ‘sluggish’. And yet, the ‘clumsy’ techniques were not any less wonderful, nor the ‘sluggish’ techniques contain any less might. They were just displayed in different ways.


Lalu mana yang benar dari ke-empatnya? berikut yang saya dapat dari kompilasi berbagai sumber yang terdapat dalam novel Demi Gods and Semi Devils selama beberapa waktu , saya menggunakan edisi 2 (alias revisi 1). Jawaban yang benar adalah....



*jadi pada versi Jin Yong, satu kelingking kiri, satu kelingking kanan.

berarti dari empat versi jawaban yang saya dapat dari berbagai sumber, yang lebih tepat adalah versi jawaban yang nomor empat.
nah sudah jelaskan?

Untuk membaca bagian kedua bisa buka halaman ini



Bonus:
kalo ini gambar yang tidak begitu terkait dengan pembahasan diatas, tetapi cuma sebagai tambahan doank. Tetapi tentunya Jin Yong (chin yung) bermodalkan informasi terkait meridian ini yang ada dalam dunia nyata, untuk ilmu hawa pedang enam nadi di cerita pendekar negeri tayli.

  • Taiyin Lung Channel of Hand or Taiyin Lung Meridian of Hand Taiyin (greater yin) Hand Metal Lung
  • Shaoyin Heart Channel of Hand or Shaoyin Heart Meridian of Hand Shaoyin (lesser yin) Hand Fire Heart
  • Jueyin Pericardium Channel of Hand or Jueyin Pericardium Meridian of Hand Jueyin (absolute yin) Hand Fire Pericardium
  • Shaoyang Sanjiao Channel of Hand or Shaoyang Sanjiao Meridian of Hand Shaoyang (lesser yang) Hand Fire Triple Heater
  • Taiyang Small Intestine Channel of Hand or Taiyang Small Intestine Meridian of Hand Taiyang (greater yang) Hand Fire Small Intestine
  • Yangming Large Intestine Channel of Hand or Yangming Large Intestine Meridian of Hand

Kamis, 01 November 2018

Siapakah yang mengubur peti golok pusaka di Flying Fox?

Salah satu yang menjadi tema utama cerita di novel Fox Volant of Snowy Mountain alias Flying Fox  alias si Rase Terbang dari Pegunungan Salju adalah tentang Golok Pusaka yang memiliki petunjuk untuk harta karun besar. Pada awal cerita , dikisahkan ada 3 kelompok bertarung dalam memperebutkannya, tetapi sepanjang cerita tidak diceritakan dengan jelas siapa yang mengubur nya. 

Sabtu, 20 Oktober 2018

Lu Xiaofeng dan wanita disekelilingnya


Lu Xiaofeng
Lu Xiaofeng by Hiliuyun

Lu XiaoFeng (cantonese: Lee Chum Foon/Luk Siu-fung , hokkien: Liok siao hong) merupakan tokoh utama dari salah satu karya Gu Long (Khu Lung), dengan nama judul seri novel yang sama. Dia dijuluki sebagai orang yang memiliki 4 alis , karena memiliki kumis yang menyerupai alis. Seorang ahli beladiri yang suka menyelesaikan masalah dengan cara detektif ini mempunyai penampilan yang menarik, pecinta alkohol dan arak, dan pelanggan tetap rumah bordil. Di belakang sifat suka merayu wanitanya, Lu Xiaofeng adalah seorang yang cerdas dan berilmu silat tinggi. Sepanjang cerita, dia mengandalkan kelebihannya itu beserta teman dan koneksi kuatnya untuk menyelesaikan berbagai masalah yang muncul.

Jumat, 12 Oktober 2018

Duan Yu seberapa besar TD nya

Duan Yu saat menghisap lainnya,
Gan Baobao beruntung tidak ikut dihisap

Sepanjang cerita Demi Gods and Semi Devils (atau Pendekar Negeri Tayli), Duan Yu yang mempelajari ilmu penghisap / penyedot tenaga adalam Bei Ming Sheng Gong, pernah menyedot tenaga dalam berbagai pendekar, ada yang sampai ludes / habis total, ada yang cuma sedikit. Siapakah saja korban-korbannya?

Edisi 1
  • Menghisap 6 murid biksu alis kuning. Mereka adalah senior yang berusia 40an tahun. Mereka ber-enam dihisap sampai kering
  • Hua Hegen si menteri Dali (tayli), yang punya keahlian menggali tanah 
  • saat permainan catur, Duan Yanqing ada dihisap tapi sangat sedikit  
  • Menghisap habis total 2 orang kuat, yaitu biksu alis kuning (hokkien: ui-bi-ceng) dan ahli pedang yang seorang pendeta Taoisme bernama Sek Ching Zhi (hokkien: Ciok-jing-cu), mereka adalah sahabat sekaligus juga saingan. Mereka dihisap saat berlomba untuk menyembuhkan Duan Yu
  • ibu Duan Yu, Dao Baifeng, sempat di hisap sedikit saat checking kondisi Duan Yu
  • Duan Zhenming dan 4 orang biksu di Heaven Dragon Temple. mereka cuma dihisap sedikit masing-masing. Saat ini Duan Yu uda lebih bisa mengendalikan cara menghisap setelah diberikan ajaran dan arahan oleh Duan Zhengming
  • dari Jiumozhi sedikit
  • Nenek Peng, bawahan ibu Wang Yuyan yang mengikat Abi dan Azhu. Dihisap total
  • Lalu beberapa tokoh dari kelompok penguasa 72 pulau dan 32 gua, yang sempat berseteru dengan Murong. Duan Yu juga sedikit mendapat tambahan dari mereka.
  • Menghisap sampai habis tenaga dalam Jiumozhi didalam sumur
  • 2 orang pengawal dari negeri Turfan/Tubo/Tibet saat menjaga gerbang di negeri Xi Xia

Edisi 2 dan 3
  • 7 pengawal Limitless Sword sect. Dihisap total sampai habis
  • Yue Laoshan dihisap sebentar 2x
  • Duan Yan Qing saat di permainan catur. sedikit saja
  • Hua Hegen. dihisap dikit. (mungkin juga Ba Tianshi dan Fan Hua, saat meleraikan mereka)
  • Yellow-Browed Monk, Ye erNiang, Divine Croc Yue Laoshan, Yun Zhonghe, Zhong Wanchou, Cui Baiquan , dan Zhong Ling , dihisap cukup banyak. Saat ini tenaga dalam Duan Yu sudah melimpah dan melebihi Xiao Feng
  • Duan Zhengming dihisap sedikit saat memeriksa keadaan Duan Yu
  • Duan Zhengming dan Jiumozhi dihisap dikit saat di Tianlong Monastery (JMZ 2x)
  • Bau Dingdi, Ben Guan, Ben Xiang, Ben Yin and Ben Can dari Heaven Dragon Monastery
  • Nenek Yan , maid dari madam Wang, dihisap sampai habis
  • Wu LaoDa dari 36 caves & 72 islands, dan Taoist BuPing
  • Murong Fu sempat dihisap sedikit
  • Jiu Mozhi dan Wang Yuyan. Dihisap total habis.
  • edit tahun 2021: ternyata 2 orang pengawal dari negeri Tubo yang saat menjaga gerbang ibukota negeri Xi Xia, masih tetap ada dihisap di edisi 2 dan 3, tapi bagian ini kelupaan atau kelewat oleh translator (penerjemahnya)

Kamis, 11 Oktober 2018

Yang Guo (Yo ko)

Yang Guo (Yo Ko) adalah tokoh utama dari novel The Return of the Condor Heroes (pendekar rajawali & pasangannya / kembalinya pendekar rajawali), yang merupakan karya Jin Yong. Sejak kecil, dia sudah terbiasa hidup mandiri setelah ibunya meninggal karena sakit parah disaat dia berumur 11 tahun dan bahkan ayahnya sudah meninggal sebelum dia lahir. 

Yang Guo saat kecil mempunyai sifat nakal, kekanak2an, jahil, suka bermain. Karena menolak untuk mengalah dan menghibur Guo Fu, anak pendekar Guo, disaat kecil , kemudian dia keluar dari Pulau Persik dan berguru di sekte Quanzhen , disana dia juga tidak bertahan lama, karena sifat nakalnya dan tidak bisa dididik, akhirnya dia keluar dari Quanzhen dan bergabung dengan aliran Kuburan Kuno . Huang Rong sendiri tidak bersedia mengajarkannya ilmu silat dikarenakan rekam jejak ayahnya yang buruk, bahkan sampai dewasa nanti, Huang Rong tetap mencurigai dia. 

Biarpun Huang Rong (oey yong) dan pendeta di Quanzhen tidak ingin mengajarinya ilmu silat, tetapi keberuntungan membuatnya mendapat ajaran ilmu dari 4 Greats (Hong Qigong, Ouyang Feng, tulisan Wang Chongyang, dan Huang Yaoshi), belum lagi ilmu Aliran Kuburan Kuno yang luas dan teknik pedang tetua Dugu. Yang Guo mempunyai wajah perawakan yang tampan, ditambah dengan mulut manis membuatnya disukai oleh banyak wanita .

Yang Guo


Selasa, 09 Oktober 2018

Kenapa isi antara 2 novel yang berjudul sama bisa berbeda?

Pernah ga sih saat membaca sebuah novel cersil ,ternyata isinya ada yang berbeda dengan yang sebelumnya kita baca? padahal bukunya sama , judulnya sama. Bisa ada beberapa penyebabnya:

1. perbedaan Revisi
beberapa penulis wuxia, terkadang melakukan revisi pada novel cersilnya, sebagai contoh Jin Yong telah melakukan 2x revisi pada semua 14 novelnya (cuma 1 yang ga pernah di revisi dan merupakan cerita pendek/cerpen) . Revisi pertama jin yong lakukan sekitaran tahun 1970-1980an , dan revisi kedua (disebut edisi 3) dilakukan antara tahun 2002-2005. Penulis melakukan revisi untuk beberapa hal termasuk melakukan perbaikan kesalahan, membuang cerita yang dianggap tidak penting, menambah elemen-elemen cerita, ataupun mengikuti suara komplain dari pembaca. 

2. kenakalan penyadur
ya ada penyadur yang nakal, memperbaiki sebagian isi dari cersil , diubah sesuai kehendaknya, karena cuma sebagian kecil yang diubahnya, siapa yang tahu? hal ini cukup sering terjadi untuk cersil yang di sadur kedalam bahasa Indonesia. Juga ada penyadur yang menambahkan opini pribadi dia kedalam pemikiran seorang tokoh cerita yang harusnya ga ada. Kadang ada penyadur yang comot sana , comot sini beberapa karya Gu Long, terus dijadikan satu, sehingga terkadang terkesan aneh ceritanya, ada yang ga nyambung. Memang sih untuk yang kurang ahli alias cuma baca-baca biasa doank, ga akan mengetahuinya, tetapi untuk yang benar benar mendalami, akan sadar dan merasa aneh. 

3. versi Singkat
ada penyadur yang mempersingkat cerita nya, sehingga potong sana potong sini isinya, tidak semua isi cersilnya disadur secara total. Alasan mempersingkat terbagi menjadi beberapa, bisa karena alasan untuk menghemat kertas, bisa juga karena penyadurnya males (ini nih yang paling umum) , ada juga yang alasannya agar pembaca lebih mudah mengerti isi ceritanya (seperti cersil pedang dan kitab suci). Ya, hilangnya beberapa isi cerita membuat perbedaan antara 2 cersil . 

4. kesalahan translate
ya... terkadang penyadur bisa salah dalam menerjemahkan ke dalam bahasa lain. Contohnya jika cerita wuxia itu berbahasa mandarin, saat di translate ke bahasa indo, hasilnya bisa berbeda. terkadang suatu kata itu bisa memiliki banyak arti atau arti berbeda-beda, apalagi bahasa mandarin, sering mempunyai beberapa arti ataupun tidak ada arti baku nya. Perbedaan semakin terasa jika di translate ke dalam 2 bahasa berbeda terus dibandingkan, sebagai contoh yang satu inggris , satu lagi bahasa lain. Bahasa inggris memiliki synonym yang super banyak, sehingga menambah keruwetan kosakata. 

5. Palsu!
nah ini nih yang paling parah, banyak banget penulis yang numpang nama bahwa ini karya orang terkenal, padahal itu adalah karya nya, tapi agar terkenal, dia menggunakan nama penulis terkenal, hal ini cukup sering terjadi di Indonesia, terutama karya Gu Long (Khu Lung), jadi covernya ditulis karya Gu Long, padahal bukan, alias palsu. Kalo karya Jin Yong sih mudah ketahuan, karena total karya beliau cuma 15 biji, tapi Gu Long? jika ditotalin dengan yang palsu jumlahnya ratusan, siapa yang tau mana yang asli, mana yang palsu? bukti dan verifikasinya gimana? wong orangnya aja uda meninggal. Paling yang ketahuan asli yang karya-karya terkenalnya doank.

6. Makna berbeda
ini adalah hal yang lucu, saya juga dapat infonya dari sebelah forum spcnet, jadi ada orang yang memiliki 2 buku novel wuxia yang berjudul sama tapi penerbitnya beda (yang satu versi Taiwan), dua dua nya bahasa mandarin, tapi ada beberapa huruf/kata yang bisa beda. Ya memang sih jumlahnya dikit dan biasa ga gitu pengaruh, tetapi kalo lagi sial-sial , itu katanya bisa bermaksud ganda, sehingga mempunyai arti berbeda, dan efeknya jadi besar . Mungkin ini lebih sering terjadi pada kata-kata di bahasa mandarin.

7. Kurangnya kualitas Penyadur
ya... ini lagi-lagi kesalahan Penyadur. Beberapa penyadur kurang memiliki kualitas untuk translate atau menerjemahkan, sehingga isinya jadi kacau-balau. Hal ini pernah terjadi untuk saduran novel cersil kembalinya pendekar rajawali, ada satu penyadur yang isinya kacau-balau, urutan peristiwa tidak berurutan , isinya tidak beraturan , lompat sana sini, tidak rapi, ada bagian yang hilang, asal kopas, asal translate, sehingga kualitasnya jadi hancur, yang baca akan merasa pusing dengan jalan ceritanya seolah ga nyambung.

8. Pembuat E-book lagi ngantuk!
ini khusus untuk yang copy-paste cersil dari buku fisik ke e-book, mungkin karena yang mau diketik terlalu banyak dan waktu sudah tengah malam, jadi si tukang ketik jadi lelah, alhasil ada kalimat dalam suatu paragraf yang tidak diketik alias kelupaan. ini pernah saya temukan di buku cersil pendekar negeri tayli, ada perbedaan antara buku fisik dan e-book.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Yue Maiden (Pedang Gadis Yueh)

Yue Maidenyue maiden 2

Ternyata cerita Pedang Yue Maiden bukanlah karya orisinal Jin Yong, cerita silat Yue Maiden sebenarnya adalah sebuah cerita yang berasal dan berkembang dari tahun 25-220 masehi (dinasti Han Timur), dan merupakan Cerita Silat yang pernah paling awal terekam , yang akhirnya melahirkan berbagai cerita silat selanjutnya yang kita kenal sampai sekarang. Jadi boleh dibilang cerita Yue Maiden adalah nenek leluhur dari cerita silat. Dari sini lah Jin Yong kemudian mengambilnya dan kemudian mengubah sebagian isi nya dan menjadi versi nya. Beberapa perubahan yang dilakukan oleh Jin Yong contohnya seperti siapa dan bagaimana Gadis Yue melatih ilmu dan menjadi kuat. Sebenarnya cerita asli pun terbagi menjadi beberapa versi. Cerita antar versi original dan versi Jin Yong masih seputar tentang perang negara Yue dan Wu (dan Chu juga terlibat dikit) pada jaman Musim Semi dan Musim Gugur (496–465 SM atau sekitar 2500 tahun lalu), dimana Raja Goujian dari negara Yue (saat itu belum ada istilah kaisar) yang ingin menyerang negara Wu, atas saran seorang penasihat, merekrut seorang gadis muda yang ahli ilmu silat untuk melatih tentaranya. Setelah beberapa waktu melatih tentara Yue (versi jin yong cuma latih beberapa hari, versi original latih 3 tahun), tentara Yue menjadi ahli dan kemudian memenangkan peperangan dgn Wu.

Jika Raja Goujian adalah tokoh yang berdasarkan sejarah nyata, tetapi Gadis Yue ini masih diperdebatkan antara cerita sejarah ataupun cerita dongeng yang dibuat, tapi apapun itu , ceritanya dianggap merupakan cerita silat yang paling awal terekam. Beberapa sumber yang mendukung keaslian tokoh gadis Yue, mengakui teori-teori ilmu silat Gadis Yue dan mengatakan lebih ke aliran Taoisme. Yue maiden mempunyai berbagai sebutan nama, mulai dari "Aliao" dan "the Maiden of the Southern Forest" dan "the lady of Yue". Nama aslinya sudah tidak diketahui, gelar dan sebutan Yuenรผ (yue maiden) diberikan oleh raja Goujian. Pengaruh Yue Maiden (gadis yue) mempengaruhi ilmu silat tiongkok selama berabad-abad sesudahnya

Yue Maiden dalam karya Jin Yong

Yue Maiden yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti Gadis negeri Yue, bernama asli A`Qing (Ah Qing) , seorang gadis muda (karena disebut muda, diperkirakan berumur belasan tahun) , memiliki wajah lonjong / oval , cantik, kulit putih , alis panjang dan jelas, mempunyai mata besar yang terang. Dia suka menggunakan baju berwarna hijau dan bekerja sebagai pengembala hewan sehari-hari nya. Satu-satunya keluarga yang tinggal bersamanya adalah ibunya. A'Qing melakukan pelatihan ilmu pedang kepada para tentara Yue selama tiga hari (sekitar 80 tentara), kemudian pergi menghilang tanpa kabar.
  • Nama: A Qing
  • Umur: belasan tahun (perkiraan)
  • Organisasi: tidak ada
  • Ilmu silat: Pedang Gadis Yueh, tenaga dalam Gadis Yueh (secara resmi tidak memiliki nama)
  • Guru: Kakek Putih (seekor kera, guru tidak resmi)
  • Hubungan asmara: Fan Li
  • Senjata: bambu

Bonus tambahan: Fan Li dalam karya Jin Yong

Nama: Fan Li

Organisasi:
  • negara Yue
  • negara Chu (mantan)
Hubungan Asmara:
  • Xi Shi
  • Ah Qing (sepihak)
Ilmu Silat: tidak jelas bisa atau tidak, kemungkinan besar tidak.

Fan Li adalah seorang tokoh utama dari cerita pendek karya Jin Yong. Dia adalah menteri dari negara Yue, merupakan penasihat utama dari raja Goujian. Seorang pria yang sudah separuh baya ini dulunya bekerja pada negara Chu. Tidak jelas apakah dia mengetahui ilmu silat atau tidak karena tidak pernah kelihatan bertarung. Info yang paling mendekati juga samar-samar. Saat diperintah oleh raja Goujian untuk tes ketajaman senjata pedang, kemudian dia beradu pedang dan pedang lawan patah. Saat dia melihat Aqing dan gurunya bertanding , juga dikatakan dia bukan ahli ilmu pedang. Wanita yang dicintainya, Xi Shi, merupakan salah satu dari empat wanita tercantik dalam sejarah Tiongkok.


Gallery

yue maiden 3 yue maiden 4yue maiden 5yue maiden 6


Rabu, 03 Oktober 2018

Timeline Trilogy Flying Fox

Sebutan Trilogy Fox hanya akal2an saya karena aslinya bukan trilogy, biarpun ketiga novel itu memiliki jeda waktu yang berdekatan periodenya. Untuk timeline Trilogy Condor Heroes (golok naga dan pedang langit, pendekar pemanah rajawali, kembali nya pendekar rajawali) dan DGSD (demi gods and semi devils) , saya pernah lihat uda ada yang pernah membuatnya, sedangkan untuk timeline Young Fox, Fox Volant, dan The Book and the Sword (2 novel si rase terbang dan novel pedang & kitab suci) belum pernah ada yang membuatnya, jadi berikut saya buat timeline kejadiannya:

17xx - sengketa perebutan kekuasaan diantara pangeran-pangeran putra kaisar Kangxi
1711 - Qianlong lahir di kediaman keluarga Chen.
1722 - Yongzheng menjadi kaisar
1723-1729 - abang ke-2 Chen Jialuo lahir
1735- Qianlong menjadi kaisar
1736 :
- Usaha pembunuhan keluarga Chen atas perintah rahasia warisan kaisar Yongzheng
- Chen Jialuo lahir
1750-52 ? - Hu Yidao mencari jejak ayah Miao Renfeng, sampai ke lokasi harta karun, bertemu calon istri alias nyonya Hu (tidak disebut namanya)
1751 - Chen Jialuo dikirim ke daerah Uyghur oleh ibunya, tanpa dia sendiri mengerti alasannya. Berguru dengan si aneh Yuan Shixiao di gunung Tianshan.
1754 - pertarungan Hu Yidao vs Miao Renfeng di daerah gunung changbai
1757 - Lu Feiqing pertama kali mengajari Li Yuanzhi ilmu beladiri*
1761 :
- cerita utama The Book and The Sword
- Qianlong 50 thn** , Chen Jialuo 25 tahun
- Chen Jialuo menjadi ketua dari Perkumpulan Bunga Merah
- Usaha pemburuan, penangkapan dan penyelamatan si tangan geledek Wen Tailai
- Kekacauan di forbidden city (kota terlarang) oleh Shaolin, kebakaran besar
1764 - Miao Renfeng bertemu dengan Nan Lan setelah menyelamatkannya dari usaha perampokan pedang pusaka "Bulan Dingin". Mereka akhirnya menikah setelah tinggal beberapa saat.
1768 :
- cerita Young Fox (awal) .
- Perjalanan awal Hu Fei di Shang Manor
- lenyapnya Shang Manor.
1711 :
- seorang pemuda bernama Hu Fei membuat kacao dan keributan di kota Hoedsa 
- Jendral Fu Kangan
- Pertemuan pendekar akbar yang diselenggarakan oleh jendral Fu Kangan di Peking (beijing)
- seorang wanita bernama Yuan Zhiyi mengacaukan dunia persilatan dengan menentang ketua berbagai partai beladiri di Jianghu dengan ilmu beladiri mereka sendiri.
1772
- cerita Young Vox (akhir) , Hu Fei 19 tahun
- Fu Kangan memberi perintah untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap Hu Fei dan Yuan Zhiyi , dengan mengirim 18 orang Jago Utama Manchu dan Tian Guinnong
1779 - masalah besar internal keluarga Tian dan kematian Tian Guinnong. Hilangnya Golok
1780
- cerita Fox Volant of Snowy Mountain, 
- Hu Fei 27 tahun, Qianlong umur 69 tahun . 
- Usaha membunuh Miao Renfeng. 
- Pertarungan Hu Fei vs Miao Renfeng di gunung Changbai


* : kata athena (ahli novel silat di spcnet), tahun pertarungan hu yidao vs miao renfeng sama dengan bab pertama the book and the sword, tapi saya hitungnya tidak sama 
**ada 2 informasi kontroversi dibuku , dibilang Qianlong seorang pria sosok 40 tahun saat pertama kali kemunculannya bertemu Chen Jialuo, tapi berdasarkan hitungan, lebih tepat umur 50.

Minggu, 30 September 2018

The Battle at Lama Temple


The Battle at Lama Temple
 Lokasi: Peking (Beijing)
 Waktu: sekitar tahun 1741-1751 Dinasti Qing
 Hasil:
 - Pasukan khusus utusan Dowager musnah
 - Perjanjian Gencatan Senjata antara Red Flower Society dan Qianlong
 - Kaisar Qianlong memantapkan posisinya di kekaisaran dinasti Qing

Belligerent 1Belligerent 2Belligerent 3
Red Flower SocietyManchu - QianlongEmpress Dowager
*********************************************************
Anggota Red FlowerLama Monk Pasukan khusus Qing
jumlah: 10+jumlah: 800 biksujumlah : 100 tentara
partai Wudang----------------------------
jumlah: 1 Penerima tamu
-----------------------------------jumlah: 3
Reinforcement:----------------------------
Shaolin Selatanteam pembasmi
jumlah: ratusan biksukomandan: Baizhen
Xu Tianhong & gangjumlah: ribuan
jumlah: ??----------------------------
Iron Manorteam pembersih
jumlah: 2komandan: Fu Kangan
TwinEagles of Heaven mountjumlah: ribuan (perkiraan)
------------------------------------
Rescue Force:
Xin Yan
Lodge Provinsi
jumlah: ??
Gate Force:
Leopard Wei
Iron Pagoda Yang
jumlah : ??



Jumlah Korban
tidak diketahuiratusan100

Ringkasan peristiwa:
Pertempuran ini terjadi disebabkan oleh keinginan oleh Kaisar Qianlong untuk memantapkan kekuasaan nya sebagai seorang kaisar tanpa dipengaruhi oleh pihak lain. sang Kaisar sengaja mengundang Perkumpulan Bunga Merah untuk acara makan, tetapi dibelakang mengumpulkan pasukan untuk membasmi mereka dengan api, sekaligus melenyapkan "barang penting" yang disimpan oleh Empress Dowager (ibu suri) didalam Temple, jadi 1 batu untuk melempar 2 ekor burung sekaligus. Perkumpulan bunga merah telah mendengus siasat kaisar Qianlong ini, melalui kecurigaan terhadap meninggalnya secara mendadak putri Kasili (hasli, puteri harum, dll). Kaisar Qianlong memerintahkan Jendral Baizhen untuk memimpin pasukan besar untuk membasmi mereka, dan biksu biksu di Lama temple untuk menghabisi pasukan khusus Empress Dowager dan menyalakan api. Jendral Utama Qing, Fu Kangan, diperintahkan untuk menjaga di sekitar pagoda dan pagar-gerbang luar untuk menangkap orang yang berusaha kabur melarikan diri. Gencatan Senjata diberlakukan setelah terjadi penyanderaan dan perjanjian.

Jumat, 21 September 2018

Guo Jing

Guo Jing

Guo Jing adalah seorang tokoh utama dalam cerita Pendekar Pemanah Rajawali karya Jin Yong. Nama hokkien dari Guo Jing adalah Kwee Ceng, mungkin nama ini lebih terkenal di Indonesia. Pendekar ini terkenal dalam menjaga kota Xiangyang dari serangan Mongol. Dia dan ayah kandung dari Yang Guo adalah saudara angkat.

Kota Xiangyang merupakan pusat perbatasan penting dengan daerah kekuasaan Mongol, sehingga sangat kritis dan perlu dijaga ketat. Guo Jing sejatinya dibesarkan di Mongol dan mempunyai hubungan baik dengan keluarga Khan (mulai dari jengis khan, tolui, dll) . Tetapi dia tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Song. Saat bangsa Mongol menghancurkan negara Jin , berkeinginan untuk lanjut menyerang negera Song, dan memberi perintah rahasia jika Guo Jing melawan, akan dieksekusi. Guo Jing yang mengetahui ini kemudian melarikan diri dengan kuda merah nya.

Guo Jing yang berperawakan mata besar, alis tebal, dada bidang dan wajah sekilas seperti sosok kasar, mempunyai sifat yang mementingkan negara diatas urusan pribadi, dan mempunyai pikiran yang lambat (sekilas kelihatan seperti bodoh), lambat dalam belajar, dan kaku. Dia seperti seseorang yang susah atau agak kesulitan untuk mengutarakan apa yang ada dipikirannya atau mengutarakan pendapatnya.

Kwee Ceng
Kwee Ceng di Legend of the Condor Heroes


Keluarga Guo Jing adalah keturunan salah satu dari 108 pahlawan Liangshan (cerita Water margin/Suikoden) bernama Guo Sheng.  Guo Jing sangat lambat dalam mempelajari ilmu silat , biarpun dia memiliki keinginan yang keras dan tekun dalam belajar. Kekurangan itu lumayan terbantu saat dia memiliki tenaga dalam yang tinggi. Dengan rajin berlatih, tenaga dalam yang tinggi, dan orang-orang hebat yang mengajarinya, akhirnya dia berhasil menjadi seseorang tokoh yang sangat kuat. 

Guo Jing pertama kali pergi ke daratan tengah pada umur 18 tahun, saat itu dia masih belum mengetahui perjanjian yang dilakukan Qiu Chuji dan 7 orang aneh dari Jiangnan. Disitu dia bertemu dengan seorang gelandangan, yang kemudian menjadi teman pertama dia di daratan tengah, nantinya "teman" itu diketahui merupakan seorang wanita yang sedang menyamar, dan kelak menjadi kekasihnya (yaitu Huang Rong). Guo Jing sebelumnya sempat ditunangkan dengan Koji, putri Jenghis Khan, sehingga sempat membuat masalah menjadi rumit, apalagi dia tidak pernah mengatakannya kepada Huang Rong perihal itu.
Guru Guo Jing adalah 7 orang aneh dari Jiangnan, tapi sebenarnya yang melatih dia hanya 6 orang, karena satu telah meninggal dunia sebelum sempat melatihnya, padahal orang itu dikatakan memiliki karakteristik yang paling cocok dan mirip dengan Guo Jing (pikiran lambat), dimana ilmu silatnya pun kasar tanpa banyak perubahan sehingga cocok dengan tipikal Guo Jing. Selain 6 guru itu, dia juga dilatih oleh Ma Yu dari Quanzhen, tetapi Ma Yu tidak pernah mengangkatnya menjadi murid apalagi jadi anggota Quanzhen. Kemudian dia dilatih oleh tetua partai pengemis Hong Qigong, diajarin 15 tapak penakluk naga, saat itu dia belum diangkat menjadi murid Hong Qigong jadi cuma diajarin 15 tapak, dan Guo Jing sempat membuat sendiri 3 jurus palsu untuk melengkapi 18 tapak saat melawan Ouyang Ke.

Selain bertarung dan ilmu silat, Guo Jing juga ahli memanah dan berkuda, salah satu hal menghebohkan yang dia lakukan adalah saat memanah 2 ekor elang dengan sekali tembakan, saat itu dia menggunakan panah dan busur milik Jebe, yang lebih berat dari busur umumnya. Karena keahlian memanahnya itu juga, dia sering digambarkan menggunakan panah sebagai ciri khas atau ikonnya, padahal sepanjang cerita dia sendiri jarang memanah. 

Pada akhir novel the legend of the condor heroes, Guo Jing menjadi orang terkuat ke-7 yang masih hidup di era itu, cuma dibawah 4 "the Greats" , Zhou Botong, dan Qiu Qianren (hampir2 imbang). Suatu hasil yang menakjubkan untuk usia yang masih begitu muda.

Guo Jing Kwee Ceng

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Biodata Guo Jing

nama hokkien: Kwee Ceng
julukan: Pendekar Utara

umur:

  • 7-8 tahun (saat di latih 7 orang aneh Jiangnan di Mongol)
  • 16 tahun (saat bertemu Ma Yu)
  • 18 tahun (start novel setelah dewasa)
  • 19 tahun (saat membantu mongol menyerang negara Khoresm)
  • 20 tahun (perkiraan saat end loch)
  • 33 tahun (perkiraan awal roch)
  • 38 tahun (saat bertemu yang guo dewasa di gathering pengemis)
  • 40 tahun (saat yang guo berpisah dgn xiao long nu)
  • 56 tahun (post-16 tahun)
  • 68-69 tahun (saat meninggal mempertahankan Xiangyang) 

Orang Tua:

  • ayah: Guo Xiaotian
  • ibu: Li Ping
Partai/Organisasi: Tidak ada

Hubungan Asmara:

  • Huang Rong
  • Hua Zheng
  • Mu Nianci (dijodohkan Qiu Chuji dan Yang Tiexin)
  • Cheng Yaojia (sepihak)
  • Qin Nanqin (edisi 1)

Saudara Angkat:

Guru dan Pengajar:

  • 7 orang aneh Jiangnan (hanya sisa 6 orang) - Guru resmi
  • Ma Yu - pengajar bukan guru
  • Hong Qigong - Guru resmi
  • Jebe - pengajar bukan guru
  • Zhou Botong - pengajar bukan guru
  • Huang Yaoshi - pengajar bukan guru
Murid dan anak:
  • anak: Guo Fu, Guo Xiang, Guo Polu
  • murid: Wu bersaudara, Yang Guo(cuma sebentar), Yelu Qi
Senjata:
  •  Busur Panah
  •  Pisau Belati dari Qiu Chuji
  •  Golok emas (pisau) dari Jenghis Khan
Hewan Peliharaan
  • Sepasang Elang Kembar
  • Kuda Keringat Merah
  • Anjing kecil

Ilmu Silat

dari Tujuh Orang Aneh Jiangnan(tepatnya 6 orang, karena 1 sudah meninggal diawal cerita)
  • Melepas sendi mencabut tulang (Disconnect the Muscles and Separating the Bones) dari Zhu Cong
  • ilmu Tombak dari Quan Jianfa
  • Ilmu Tapak Pemecah Gunung (membelah gunung) dari Nan Xiren
  • ilmu Tapak Gunung Selatan dari Nan Xiren
  • ilmu tapak Pembuka Gunung dari Quan Jianfa
  • Ilmu Tongkat Penakluk Iblis dari Ke Zhen'e
  • Ilmu Cambuk Naga Emas dari Han Baoju
  • Ilmu Golok Pegunungan Selatan *
  • Ilmu Tombak Huyan *
  • Ilmu Pedang Gadis Yue dari Han Xiaoying
  • "tidak disebut namanya", ilmu kaki mirip bebek mandarin, diajarin Hao Baoju
  • Jurus Melucuti Tangan Kosong (ilmu Tangan Kosong Merebut Senjata)
  • jurus ikan kakap berdiri tegak
  • jurus tinju Harimau Hitam menerang jantung (jurus yang menyerang dada, gurunya berpesan agar jangan pernah menggunakan ini saat berlatih dengan Han Xiaoying)
  • dasar ilmu ringan tubuh diajarkan oleh Zhu Cong, Quan Jinfa, Han Xiaoying
dari Hong Qigong
  • 18 Tapak Penakluk Naga 
dari Ma Yu
  • Tenaga Dalam Quanzhen dari Ma Yu
  • ilmu meringankan tubuh Burung Welilis Emas (ed.1) - Flight of the Golden Eagle (ed.2) - Angsa Liar Emas (ed.3 hal 304) dari Ma Yu
dari Zhou Botong
  • 72 jurus Tinju Kosong
  • Ilmu membagi 2 pikiran dan ilmu kedua tangan saling bertempur
  • prinsip ilmu Quanzhen, Tenaga Dalam, juga jurus Quanzhen
  • berbagai teori dari kitab ilmu 9-Yin
dari orang Mongol
  • Teknik memanah dan ilmu tombak dari Jebe
  • ilmu Gulat Mongolia diajarin Jebe dan Borokul
  • bab menarik otot mengerutkan tulang
  • teori ilmu menggerakkan sukma (cuma teori, tidak tahu apakah dia bisa melakukannya)
  • ilmu pedang
  • Tenaga Kapas Terbang
  • ilmu memulihkan luka dalam
  • berbagai teori dari kitab 9-Yin
dari Biksu Yideng:
  • mendapat pencerahan lebih mengerti isi 9-Yin saat Yideng sedang menyembuhkan Huang Rong, dan penjelasan intisari terpenting dari 9-Yin yang dalam bentuk bahasa sansekerta diterjemahkan oleh Yideng
  • Yideng memberi pengarahan intisari ilmu silat selama 2 jam kepada Guo Jing, Huang Rong, dan 4 muridnya sesaat sebelum mereka berangkat pergi
lain-lain:
  • Meniru ilmu jari matahari (hanya luarnya)
  • ilmu meringankan tubuh Tangga ke Surga atau naik tangga ke surga (Stairs to Heaven/ไธŠๅคฉๆขฏ) 
  • Teknik Jari Peluru / Menjentik Jari dari huang yaoshi, saat di LOCH masih cuma meniru, di ROCH sudah diajarin.
  • Pengetahuan Formasi Tujuh Bintang Utara atau formasi bintang biduk Quanzhen
  • diberi tips ringan tipu muslihat oleh Qiu Chuji 
  • meminum darah ular khusus, edisi 1 dan 2 meningkatkan tenaga dalam dan anti racun, sedangkan edisi 3 jadi cuma anti racun
  • jurus Menyangga Balok Atap Mengganti Pilar
  • jurus Dengan Mudah Mendorong Perahu
  • pernah menciptakan 3 jurus tapak palsu, ciptaan sendiri saat melengkapi 18 tapak
  • menekan ribuan kilogram
Jurus-jurus yang tidak jelas dari ilmu apa (semua di loch):
  • jurus Burung feng terbang naga naik (pedang) *
  • jurus Membalik badan memetik buah
  • jurus Melangkah maju menjinjing keranjang
  • jurus Menggeser awan melihat matahari (tongkat)
  • jurus tapak Membariskan Awan Mendorong Bulan (jurus tapak, tapi bukan dari 18 tapak, karena GJ menggunakannya sebelum belajar 18 tapak naga)

Keahlian lain:

  • Taktik perang dari kitab Wumu yang dibuat jendral Yue fei
  • Mahir Berkuda
  • Anti Racun
  • Berenang dan mengatur pernafasan di air oleh Huang Rong
  • menulis oleh Zhu Cong
  • bahasa Mongol
  • cara menjinakkan kuda dari Hao Baoju