HSDS2019

HSDS2019
Tampilkan postingan dengan label TB&TS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TB&TS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2021

Pohon Kekerabatan pada cerita Pedang dan Kitab Suci

Pedang dan Kitab Suci

the book and the sword


Rasanya sudah beberapa waktu saya tidak membuat infografik, kali ini saya membuat infografik soal pohon keluarga dan relasi kekerabatan keluarga Chen di tiga judul novel karya Jin Yong (chin yung). Keluarga Chen ini adalah langganan jabatan pemerintahan dinasti Qing secara turun temurun. Tentunya langganan jabatan pemerintahan itu putus di tangan Chen Jialuo, sang tokoh utama cerita Pedang dan kitab suci, yang nantinya menjadi kepala dari kelompok bunga merah yang anti-Qing.

Untuk melihat gambar yang lebih jelas:

  1. Klik Gambarnya untuk memperbesar
  2. Untuk pengguna smartphone, di sarankan menggunakan screen layar Horizontal karena gambarnya memanjang.

Sabtu, 29 Mei 2021

Etnis Hui atau Uighur, mana yg benar pada cerita Putri Harum?





Pada cerita Putri Harum & Kaisar (atau nama lain "Pedang dan Kitab Suci", inggris: The Book and The Sword) karya Jin Yong, terdapat beberapa tokoh yang berasal dari etnis muslim di wilayah Xinjiang, beberapa sumber informasi terdapat perbedaan, tokoh perempuan seperti Huo Qingtong (hokkien: Ceng-tong) ada yang menyebut etnis Hui, ada juga yang menyebut Uyghur (atau Uighur). Sebenarnya mana yang benar?

Etnis dan Suku didalam pembahasan ini dianggap sama pengertiannya biar tidak bikin pusing, biarpun secara terperinci, kedua kata itu terdapat perbedaan makna sedikit. Suku lebih ke berkaitan dengan letak geografis dari suatu kelompok. 

Senin, 11 Januari 2021

Partai/Organisasi pada cerita The Book & The Sword (puteri harum dan kaisar)

Cerita Pedang dan Kitab Suci (atau puteri harum dan kaisar) berkisah seputar politik, sehingga tidak banyak partai dunia persilatan yang muncul disini. 

Chen Jialuo,  Anggota Bunga Merah
Chen Jialuo dan kelompok bunga merah

Puteri Harum , Chen Jialuo

Senin, 09 Maret 2020

Akhir Cerita Puteri Harum dan Kaisar pada novel edisi revisi terakhir



Dalam cerita "Pedang dan Kitab Suci" (atau judul lainnya Puteri Harum dan Kaisar / the book and the sword) karya Jin Yong, pada ending novel edisi 1 dan edisi 2 terasa kurang, terasa hambar, padahal harusnya Chen Jialuo dan Puteri Harum (kasili) memiliki perasaan cinta yang sangat dalam, sehingga Jin Yong merevisi cerita dengan menambahkan sebuah bab pendek . Jika di edisi lama, diceritakan Chen Jialuo dan anggota perkumpulan bunga merah secara kebetulan menemukan lokasi peti mati tempat puteri harum di makamkan, dan hanya diceritakan secara pendek-ringkas, kali ini ditambahin cerita yang menunjukkan bagaimana emosional Chen Jialuo yang begitu terguncang oleh kematian puteri harum, boleh dibilang Chen Jialuo kehilangan setengah kewarasannya pasca kejadian itu.

Selasa, 17 Desember 2019

Lokasi Nyata Wuxia bag. 1: Liuhe Pagoda





Liuhe Pagoda atau dalam bahasa Indonesia berarti Pagoda Enam Harmoni terletak di Hangzhou, provinsi Zhejiang. Pagoda ini muncul dalam cerita Pedang dan Kitab Suci (the book and the sword) karya Jin Yong. Pagoda ini memiliki 13 lantai. dan salah satu sisi berhadapan dengan sungai Qiantang. Sungai Qiantang sendiri terkenal dengan pasang surut nya yang menjadi salah satu kejadian cerita Pedang dan Kitab Suci, yaitu saat tokoh utama Chen Jialuo dan kaisar Qianlong menikmati pemandangan itu sambil bercakap-cakap.

Dalam cerita Pedang dan Kitab Suci, kaisar Qianlong diperdaya oleh seorang wanita prostitusi yang di suruh oleh kelompok bunga merah (red flower society), kemudian dijebak, diculik, dan disekap di Pagoda Liuhe ini , selama disekap, Qianlong dikerjain oleh para anggota Bunga Merah, mulai dari tidak diberi makan selama beberapa hari hingga kelaparan, dan disiksa secara batin, tujuannya adalah agar sang kaisar Qianlong juga merasakan bagaimana penderitaan rakyat kelas bawah itu seperti apa, dan berharap semoga sang kaisar sadar.

Yang menarik adalah setiap lantai dari Pagoda ini dijaga oleh anggota kelompok bunga merah dan sekutunya. Kaisar Qianlong disekap di lantai 12, dan setiap lantai dijaga oleh salah satu dari 15 anggota utama kelompok bunga merah (atau sekutunya).

Luar Pagoda - Ma Sian Kun dan Ma Tay Thing (nama hokkien, ga tau mandarinnya, lodge master)
Lantai 1 - An Kiankong dan Beng Kian Hiong (dua murid Zhou Zhongying)
Lantai 2 - Zhou Qi dan Xin Yan
Lantai 3 - kosong (kemungkinan dijaga Jiang Sigen, tapi turun kebawah bantu)
Lantai 4 - kosong (kemungkinan dijaga Wei Chunhua, yang naik keatas lt.6)
Lantai 5 - Shi Shuangying
Lantai 6 - Yang Chengxie , Wei Chunhua
Lantai 7 - Xu Tianhong
Lantai 8 - si kembar Chang Hezhi dan Chang Bozhi
Lantai 9 - Zhao Banshan
Lantai 10 - Zhou Zhongying (dari Villa Besi)
Lantai 11- Lu Feiqing (dari partai Wudang)
Lantai 12 - tempat QianLong ditahan, Chen Jialuo bincang2 disini
Lantai 13 - Taoist (pendeta) Wuchen

catatan: pada novel edisi 2 (terjemahan Graham Earnshaw), yang jaga lantai 3 adalah Shi Shuangying, lantai 4 = Wei Chunhua, lantai 5 = Yang Chengxie , lantai 11 = ruang makan . 

Saat perbincangan antara Chen Jialuo dan Kaisar Qianlong, tiba-tiba Pagoda Liuhe diserang oleh 2 orang tak dikenal , yang juga membawa 4 anjing buas. Kedua orang ini memiliki ilmu silat yang sangat tinggi, yang nantinya berhasil menyerbu sampai ke lantai 12 tempat Chen Jialuo dan Kaisar Kangxi berada. Kedua orang pasangan tua ini adalah sepasang elang dari gunung Tianshan, Cheng Zhengde dan Guan Mingmei. Mereka bukanlah musuh kelompok bunga merah, tetapi berniat membunuh kaisar Kangxi. Karena mereka tidak pernah bertemu kelompok bunga merah sebelumnya, maka saling salah paham kedua belah pihak. Setelah pembicaraan , akhirnya mereka sadar dan menghentikan perkelahian. Pendeta Wuchen sempat bertarung sengit cukup lama dengan si elang botak Cheng Zhengde dan kelihatan seimbang. 

Setelah kesalahpahaman itu selesai, Chen Jialuo berdiskusi secara privasi dengan kaisar Qianlong, dan didapat keputusan bahwa mereka saling berjanji untuk melaksanakan Grand Plan ("Rencana Megah", yaitu menjatuhkan Qing dari pemerintahan, memasang kembali orang Han sebagai pemegang kendali negara, dengan Qianlong tetap menjadi Kaisar). Saat itu pasukan Qing telah datang mengepung Pagoda Liuhe itu. Akibat pernjanjian Grand Plan itu, kelompok bunga merah melepaskan Qianlong, dan Qianlong juga membubarkan pasukan yang sedang mengepung Pagoda dengan dalih hanya mengunjungi kenalan disitu.



Selasa, 13 Agustus 2019

Peringkat Pendekar di cerita Pedang & Kitab Suci





Pedang dan Kitab Suci (atau Puteri Harum dan Kaisar) adalah novel cersil pertama-nya Jin Yong. Disini cukup banyak yang kuat tingkatan ilmu nya. Berikut adalah urutan peringkat untuk 10 petarung terkuat di dalam cerita , dengan syarat "tidak boleh ada yang imbang" :

Senin, 25 Februari 2019

Kapan Pertama Kali 18 Tapak Naga muncul di Cersil?


18 Tapak Penakluk Naga (18 dragon subduing palm) atau kita singkat menjadi 18 Tapak Naga biar ga kepanjangan, merupakan sebuah ilmu tapak favoritnya Jin Yong, yang menjadi populer karena beliau, sebelum beberapa pengarang lain ikut menggunakannya dalam karangan atau karya mereka sendiri karena cukup populer.
Ilmu 18 Tapak Naga merupakan ilmu trademark dari partai pengemis (kaipang/beggar sect), biasanya seorang ketua pengemis menguasainya, biarpun ada juga anggota diluar partai pengemis yang menguasainya.

 Di jaman DGSD (demi gods and semi devils/pendekar dari negeri tayli), ilmu ini masih berupa 28 Tapak, sebelum disederhanakan menjadi 18 Tapak (10 tapak lainnya dianggap repetation atau mirip2 pengulangan dari 18 tapak, sehingga digabung) .

Lalu kapan kah pertama kali Jin Yong memperkenalkan 18 Tapak Naga ke dalam karya / novel nya?

Minggu, 30 September 2018

The Battle at Lama Temple


The Battle at Lama Temple
 Lokasi: Peking (Beijing)
 Waktu: sekitar tahun 1741-1751 Dinasti Qing
 Hasil:
 - Pasukan khusus utusan Dowager musnah
 - Perjanjian Gencatan Senjata antara Red Flower Society dan Qianlong
 - Kaisar Qianlong memantapkan posisinya di kekaisaran dinasti Qing

Belligerent 1Belligerent 2Belligerent 3
Red Flower SocietyManchu - QianlongEmpress Dowager
*********************************************************
Anggota Red FlowerLama Monk Pasukan khusus Qing
jumlah: 10+jumlah: 800 biksujumlah : 100 tentara
partai Wudang----------------------------
jumlah: 1 Penerima tamu
-----------------------------------jumlah: 3
Reinforcement:----------------------------
Shaolin Selatanteam pembasmi
jumlah: ratusan biksukomandan: Baizhen
Xu Tianhong & gangjumlah: ribuan
jumlah: ??----------------------------
Iron Manorteam pembersih
jumlah: 2komandan: Fu Kangan
TwinEagles of Heaven mountjumlah: ribuan (perkiraan)
------------------------------------
Rescue Force:
Xin Yan
Lodge Provinsi
jumlah: ??
Gate Force:
Leopard Wei
Iron Pagoda Yang
jumlah : ??



Jumlah Korban
tidak diketahuiratusan100

Ringkasan peristiwa:
Pertempuran ini terjadi disebabkan oleh keinginan oleh Kaisar Qianlong untuk memantapkan kekuasaan nya sebagai seorang kaisar tanpa dipengaruhi oleh pihak lain. sang Kaisar sengaja mengundang Perkumpulan Bunga Merah untuk acara makan, tetapi dibelakang mengumpulkan pasukan untuk membasmi mereka dengan api, sekaligus melenyapkan "barang penting" yang disimpan oleh Empress Dowager (ibu suri) didalam Temple, jadi 1 batu untuk melempar 2 ekor burung sekaligus. Perkumpulan bunga merah telah mendengus siasat kaisar Qianlong ini, melalui kecurigaan terhadap meninggalnya secara mendadak putri Kasili (hasli, puteri harum, dll). Kaisar Qianlong memerintahkan Jendral Baizhen untuk memimpin pasukan besar untuk membasmi mereka, dan biksu biksu di Lama temple untuk menghabisi pasukan khusus Empress Dowager dan menyalakan api. Jendral Utama Qing, Fu Kangan, diperintahkan untuk menjaga di sekitar pagoda dan pagar-gerbang luar untuk menangkap orang yang berusaha kabur melarikan diri. Gencatan Senjata diberlakukan setelah terjadi penyanderaan dan perjanjian.

Sabtu, 25 Agustus 2018

Chen Jialuo

Chen Jialuo (陳家洛) adalah seorang tokoh utama dari karya Jin Yong yang berjudul The Book and The Sword (biasa di tranlasi ke adaptasi indonesia menjadi "pedang dan kitab suci" atau "putri harum"). Chen Jialuo lahir dari keluarga Chen di Haining, propinsi Zhejiang (Haining merupakan kota kelahiran Jin Yong juga). 

Chen Jialuo merupakan anak bungsu dari perdana menteri Chen. Keluarga Chen adalah langganan pejabat pemerintahan selama beratus-ratus tahun. Saat umur 15 tahun, dia disuruh oleh ibunya untuk pergi mengikuti Yu Wanting tanpa tahu alasannya, bahkan ayah dan abang kandungnya tidak tahu dan sempat mencari keberadaannya di kemudian hari. Penampilannya seperti orang kaya, bangsawan, rapi, dan terpelajar dengan menggunakan baju putih dan memegang sebuah kipas dalam genggamannya. Dia mengerti ilmu sastra, kaligrafi, musik (terutama kecapi), catur Go, puisi, dll .

Dia dibawa oleh Yu Wanting ke daerah uyghur dan belajar ilmu silat dari seorang aneh bernama Yuan Shixiao disekitar daerah Pegunungan Surga (Tianshan). Selama sepuluh tahun disitu, dia pun fasih berbahasa uyghur dan ilmu beladirinya menjadi sangat tinggi di usia muda.

Setelah meninggalnya Yu Wanting, melalui pesan terakhir Yu Wanting, dia diangkat menjadi ketua dari kelompok bunga merah, sebuah organisasi yang memberontak terhadap pemerintahan Qing atau anti-Qing.
Karena merupakan pesan terakhir dari Yu Wanting , mau tidak mau dia pun menjabat dan menjalankan tugasnya sebagai ketua kelompok bunga merah. Dibanding anggota inti kelompok bunga merah lainnya, Chen Jialuo merupakan orang yang tenang dan tidak mudah terbawa emosi dalam menghadapi suatu masalah.

Chen Jialuo berkenalan dengan 2 wanita dari etnis Uyghur, Huo Qingtong dan Kasili (putri harum), yang tak disangka ternyata kedua wanita ini adalah kakak-adik dan Chen Jialuo mencintai kedua-duanya. Chen Jialuo menghadapi berbagai dilema, selain karena perihal kedua wanita tersebut, juga ternyata sang kaisar dari dinasti Qing ingin memiliki wanitanya yaitu Kasili (putri harum) dan berjanji untuk restorasi dinasti Ming kembali. Chen Jialuo mempercayainya, apalagi dia dan kaisar Qianlong merupakan saudara kandung, yang dimana sewaktu saat masih bayi, Qianlong ditukar dari keluarga Chen karena alasan politik istana sehingga mereka hidup terpisah.





biodata Chen Jialuo

nama julukan atau samaran:
  • Luo Jiachen (kebalikan dari nama asli)
  • Ahmed

umur: 

  • 25 tahun (di novel the book and the sword)
  • 35 tahun (di novel young fox / other fox)
keluarga:
ayah = perdana menteri Chen Shiguan
ibu = Xu Chaosheng
ayah asuh = Yu Wanting
saudara :
- kaisar Qianlong (abang kandung)
- abang ke-2 yang tak disebut namanya
- kakak perempuan tertua(bukan kandung), di edisi 1 ada dibilang nikah dgn seseorang, di edisi 2 ga ada dibilang sama sekali
- tidak memiliki saudara angkat

Guru: master Yuan Shixiao

hubungan asmara:
  • Kasili/Hasli/PrincessFragrance/PrincessSavory/Xiang2/PuteriHarum/PrincessHuang/Hiang2 kongcu/Ayesha/Asri/Xiangfei/Kesili (pacar resmi)
  • Huo Qingtong

Organisasi/sekte/partai:
Kelompok Bunga Merah (Red Flower Society)

Senjata:
  • Perisai dengan 9 tonjolan hook
  • biji Go 
  • Pearl String, 5 utas tali panjang dengan steel (besi) di ujungnya
  • Pisau/Belati antik warisan suku Uyghur

Ilmu silat:
Major:
  • Hundred Flowers Technique 
ilmu ini diajarkan oleh Master Yuan sejak umur 15 tahun, merupakan ilmu hasil ciptaan master Yuan sendiri.
  • "ga disebut namanya" , ilmu yang didapat dari secret city 
ilmu ini berhubungan dengan kitab yang ditulis oleh Zhuang Zi (ahli taoisme), tukang daging, dan alunan musik. disebut gerakannya agak unik. tidak disebut apa namanya ilmu ini, cuma disebut bahwa ini adalah ilmu kungfu Tiongkok, yang dipelajari oleh seorang uyghur untuk melawan kekuasan tirani. ilmu ini menjadi dahsyat jika dilakukan bersamaan dengan mendengar alunan musik.
  • teknik melempar senjata biji Go

Minor:
  • saat melawan biksu di hall pertama di shaolin, dikatakan Chen Jialuo mengerti dan pernah mempelajari ilmu yang dikeluarkan oleh biksu itu, yaitu ilmu pukulan mabuk.
  • Chen Jialuo mengerti salah satu teknik senjata rahasia projectile yang merupakan keahlian dari Zhao Banshan bernama Silver Shuttle of The Flying Shadow (trik projectile memantul)
Cuma diadaptasi:
adaptasi tahun 2008, Yu Wanting pernah mengajar ilmu Spiritual Elusive Fist , sebelum dia kirim Chen Jialuo ke master Yuan.

Khusus Edisi 1:
  • 18 Tapak Penakluk Naga
lain-lain (tambahan info):
Hasil check edisi 3 source mandarin, Chen Jialuo pernah menggunakan teknik 满天花雨 dengan biji Go .


note: 1 Leviathan di spcnet pernah juga menyebut ilmu silat Chen Jialuo yang jumlahnya sangat banyak , saya tidak tahu dia ambil darimana atau sebab karena apa bisa beda dengan versi buku yang saya baca. Diantaranya adalah: 
  • Shaolin Fist Forms* (termasuk Storming Shaolin & Five Elements Interlinking Fist)  
  • Bagua Eight Trigram Swimming Body Palm (atau Bagua Palm)
  • Yue Family Sanshou Techniques 
  • Taijiquan 
  • Eagle Claw** 
  • Chaquan Muslem Boxing
  • Mianzhang Soft Palm 
  • Wudang Long Fist* 
  • 36 Roads of Great Qinna Joint Locking Hands 
  • Dividing Tendons and Dislocating Bones Hands (分筋錯骨手)

**dipertanyakan , *confirm ada di edisi 1 bahasa indonesia-hokkien

note 2: Wikipedia malahan lebih banyak , membuat list sebanyak 15 ilmu silat yang pernah dipelajari oleh Chen Jialuo. Beberapa yang tidak ada disebut diatas adalah:
  • 醉拳 (drunken fist)
  • 庖丁解牛掌 (paoding jieniu palm, ilmu dari secret city?)
  • 金剛伏魔刀法 (di translate jadi... Vajra Mistis Penakluk Ilmu Pisau Iblis?)
  • 五行連環拳 (Five Elements Fist?)