HSDS2019

HSDS2019

Kamis, 25 Juni 2020

Wolong Sheng, penulis wuxia kreatif


Cover novel 金筆點龍記 dari JohnD


Wolong Sheng (wo lung shen, lahir 1930 - 1997) adalah salah satu penulis cersil (wuxia) yang paling terkenal selain trio Jin Yong, Gu Long, dan Liang Yusheng. Secara total dalam kurun waktu 36-37 tahun, terdapat lebih dari 100 judul cerita yang menggunakan namanya, padahal yang aslinya benar-benar ditulis oleh dia cuma 40-50an. Hal ini disebabkan karena pada suatu waktu Wolong Sheng membutuhkan dana karena sedang banyak hutang, sehingga memperbolehkan orang lain atau penulis lain menggunakan namanya untuk cerita yang bukan ditulis olehnya. Wolong Sheng meninggal dunia pada tahun 1997 saat berumur 66 tahun. Sebelum meninggal dia sempat berkeinginan untuk melakukan revisi pada ceritanya, dia berkeinginan untuk memilih 30 karya terbaiknya untuk direvisi, kemudian di cap stempel "Original Wolong Sheng". Sayangnya mimpi itu gagal terlaksana.
Gaya cerita Wolong Sheng mirip dengan Liang Yusheng dimana para pendekar Wanitanya memiliki pengaruh besar dan kuat atau dominan dalam cerita, memiliki ilmu silat yang tinggi , terkadang melebihi pria. 
Karya-karya Wolong Sheng awalnya dipublikasikan ke koran, kemudian dijilidkan kedalam novel. Karya pertama dan keduanya tidak selesai , dilanjuti oleh orang lain, sedangkan karya ketiganya merupakan yang pertama diselesaikan ceritanya yaitu yang berjudul Jade Hairpin.
Beberapa karya utamanya adalah Jade Hairpin, Swallow Startles the Dragon, dan Red Snow, Black Frost

Senin, 22 Juni 2020

Di saat Adaptasi Jin Yong "ngawur" soal cerita cinta para tokohnya

Ode To Gallantry versi 1989


Di saat Adaptasi  karya Jin Yong "ngawur" soal cerita cinta para tokohnya


Adaptasi TV tidak selamanya setia terhadap isi novel, biasanya producer suka mengubah cerita, beberapa producer bahkan cukup banyak mengganti jalan cerita. Berikut beberapa diantaranya yang melenceng dan berhubungan dengan topik "cerita cinta" tokohnya.

Rabu, 17 Juni 2020

Sepuluh Besar Ilmu Jari

Tentu saja sebuah ilmu itu lebih tergantung bagaimana orang yang melatih atau menggunakannya, juga tergantung seberapa dalam atau tinggi tahapan tingkatan pemahaman dan penguasaannya.  Berikut adalah 10 ilmu jari dan sejenisnya yang memiliki kekuatan besar.

Kamis, 11 Juni 2020

Xiao Feng ketua generasi ke berapa?




Sebenarnya Xiao Feng (Qiao Feng) itu ketua pengemis (Gaibang) generasi keberapa? Berapa generasi jarak antara Xiao Feng ke Hong Qigong?

Minggu, 31 Mei 2020

Tokoh dan Organisasi yang muncul di ADS



Tidak banyak partai yang muncul dalam cerita ADS karya Om Jin Yong, tokoh utamanya yang bernama Di Yun pun tidak berafiliasi dengan partai apapun. Dia dilatih ilmu silat oleh gurunya di pinggiran desa kecil , jauh dari kota.
Saya akan menggunakan bahasa inggris untuk nama partainya karena beberapa nama jadi aneh saat diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Kamis, 28 Mei 2020

Wanita Tercantik dalam dunia Gu Long



Dalam cerita Jin Yong, dari total 15 karya-nya, wanita tercantik adalah Kasili (puteri harum) dan kemudian diikuti Xiao Long Nu pada peringkat dua. Tetapi bagaimana dengan karya di dunia Gu Long?

Kedua wanita yang mendapat predikat wanita tercantik versi Gu Long jatuh kepada....

Lin Xian'er dari cerita si pisau terbang Li novel pertama, dan Shen Bi Jun dari cerita Xiao Shi Yi Lang (judul indonesia: Kisah Anak Berandalan / Cinta Kelabu Seorang Pendekar).

Berbeda dengan Jin Yong yang dimana wanita cantiknya biasanya berpakaian putih yang melambangkan kesucian wanita (Kasili, Xiao Long Nu, dan Huang Rong berpakaian putih), maka Gu Long malah wanita cantiknya kebanyakan yang kurang benar, seperti Lin XIan’er yang menggunakan tubuhnya kemana-mana untuk menundukkan dan mengendalikan pria, juga tidak segan menanggalkan baju didepan pria yang tidak dikenalnya.

Gaya cerita Gu Long dalam mengheboh-hebohkan kalimat atau hyperbola diatas Jin Yong, kata-katanya biasa agak menghebohkan dan berlebihan, terkadang sulit untuk di imajinasi.

Mari kita lihat alasan Gu Long menjatuhkan pilihannya kepada dua wanita ini.


Senin, 25 Mei 2020

Review kecil Buku Trilogy Condor Heroes / Pahlawan Rajawali


testfff
Gambar diambil dari Google

gambar dari google



seri Pendekar Rajawali (trilogy condor heroes) terdiri dari 3 judul cerita; Pendekar Pemanah Rajawali, Rajawali Sakti & Pasangan Pendekar, dan Golok Naga & Pedang Langit. Novel karya alharhum Jin Yong ini dicetak dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2014, dan ditranslasi ke bahasa Indonesia oleh saudara Robi Wijaya. Masing-masing judul itu ada 4 buku, jadi totalnya 12 buku , tentu saja jika kalian cuma tertarik dengan salah satu judul, kalian cukup membeli 4 buku. Satu Buku tebalnya sekitar 400-an halaman. 

Selasa, 12 Mei 2020

Cover Novel Jin Yong versi Jepang

Selain Indonesia, Tiongkok, Vietnam, Korea, dan Thailand, negara yang cukup menggandrungi novel-novel karya dari Jin Yong adalah negara Jepang. Jepang memiliki novel Jin Yong versi mereka dalam bentuk fisik yang sangat keren, berikut sampul (cover) nya:

Minggu, 03 Mei 2020

[Rumor Film] The Legend of the Condor Heroes versi spin-off

Ada satu situs yang klaim bahwa akan ada 2 film drama yang menggunakan cerita berkaitan dengan The Legend of The Condor Heroes, dengan mengambil tema ilmu cakar tulang putih 9 yin dan 18 tapak penakluk naga, yang tentunya spin-off. Saya mencari informasi ini dibeberapa situs lain tetapi tidak banyak orang yang membicarakannya, jadi anggap masih sebatas rumor. ini juga pertama kali saya memuat sesuatu tentang "rumor berita"

Sabtu, 25 April 2020

Senjata-senjata Aneh di dunia Jin Yong




Setelah kemarin kita membahas sedikit soal senjata di dunia Gu Long, kali ini kita membahas di dunia Jin Yong. Seorang ahli dalam dunia persilatan, terkadang menggunakan senjata untuk bertarung, setiap senjata memiliki keunggulan dan kelemahan, masing-masing orang memiliki keahlian senjata yang berbeda dan menjadi favorit mereka. Dalam cerita Jin Yong, terdapat beberapa senjata yang rasanya tidak umum ataupun malah aneh. Mungkin ada yang berpikir soal penggunaan kipas dalam bertarung, itu bukanlah suatu senjata yang umum untuk bertarung di dunia nyata. Mungkin jika digunakan seolah membuat penggunanya terasa elegan terutama jika dia adalah pria, ataupun membentuk aura karakter cendekiawan dan terpelajar. Juga ada yang menggunakan alat musik seperti seruling dan kecapi/guzheng.

Dalam cerita Jin Yong terkadang disebut soal istilah 18 jenis senjata. Sebenarnya jenis senjata itu sangat banyak jumlahnya, tetapi istilah 18 jenis senjata ini mungkin merujuk pada 18 rupa senjata yang umum digunakan. Istilah 18 rupa senjata dalam cerita Jin Yong ini juga berdasarkan fakta pada dunia nyata . Pinyin untuk 18 senjata ini adalah shi ba ban wu yi, muncul di era sekitar dinasti Song dan Yuan. Kembali ke topik, 


Berikut senjata ter-aneh versi saya dalam cerita Jin Yong:
*singkatan bisa check di singkatan judul

Jumat, 24 April 2020

Singkatan Pada Cerita Karya Jin Yong






Dalam menulis sebuah artikel , terkadang menulis judul karya Jin Yong itu agak kepanjangan, sehingga memakan waktu, jadi untuk berikutnya saya akan menggunakan singkatan kata (terutama pada judul karya), jadi silahkan di hafal ya biar lebih memudahkan bacanya dikemudian hari. 

Jin Yong total ada 15 karya sepanjang hidupnya , berikut singkatannya dengan format "Singkatan - Judul Inggris - Mandarin (Pinyin) - Indonesia - Hokkien (jika ada) -  Tokoh utama" :

Senin, 06 April 2020

Li Xunhuan, si pisau terbang



Li Xunhuan adalah seorang tokoh utama dari cerita Si Pisau Terbang Li karya Gu Long. Dia terkenal akan teknik lemparan pisaunya yang disebut pisau terbang Li kecil. Dikatakan setiap kali dia melempar pisau, maka tidak akan luput, dengan korban total sudah lebih dari 60 orang, biarpun tidak semuanya dibunuh. Li Xunhuan merupakan seorang yang suka minum arak-alkohol, judi, wanita. Li Xunhuan saat awal novel dikatakan merupakan pria separuh baya yang kelihatan sakit-sakitan, kadang-kadang juga disebut tua, sehingga dia bukanlah seseorang yang sudah muda lagi, nanti diketahui dia berumur sekitar 40 tahun. Karena kebiasaan minum araknya yang berlebihan, dia jadi adiktif berat dan memiliki toleransi arak yang kuat, biarpun terkadang mabuk juga. Kebiasaan minum arak itu juga yang membuatnya memiliki penyakit batuk-batuk yang ga kunjung sembuh selama 10 tahun terakhir. Tidak diketahui bagaimana Li Xunhuan mempelajari ilmu silatnya yang tinggi , bahkan tidak dibilang apakah ayahnya juga bisa ilmu pisau terbang.