HSDS2019

HSDS2019

Minggu, 23 Agustus 2020

Minggu, 16 Agustus 2020

Saudaraku, pinjamkan kepalamu! (cerpen Wen Rui'an)

Saudaraku, pinjamkan kepalamu!

cerpen oleh Wen Rui'an


Saat terbangun, air sungai di sampingnya masih merah, bibirnya putih pucat seperti perut bangkai ikan.

Ini sudah yang ketujuh kalinya.

Jumat, 14 Agustus 2020

Adaptasi TV Liang Yusheng

Tidak seperti adaptasi Jin Yong dan Gu Long, untuk adaptasi Liang Yusheng tidaklah banyak, bahkan kalau ada dibuat adaptasinya pun biasa yang sering diambil adalah cerita Iblis Rambut Putih dan 7 Pedang. Berikut dibawah ini adalah daftar adaptasi Liang Yusheng yang dari tahun 2000 keatas:


Kamis, 06 Agustus 2020

ilmu 18 Tapak Penakluk Naga (atau 28 Tapak Penakluk Naga)

Kwee Ceng 18 tapak naga
Legend of Condor Heroes 2017 - 18 Tapak Penakluk Naga
Tapak Penakluk Naga
ilustrasi Guo Jing (Kwee Ceng) 

Pendahuluan
Sebenarnya ini sudah umum dibicarakan, tetapi mari kita bahas ulang karena tidak semua orang tahu. 

Download Novel Jin Yong (chin yung)

Jin Yong's Novel Translation

ini masih rencana awal halaman untuk download novel Jin Yong, 
Link nya menyusul setelah saya upload filenya, karena masih bingung mau upload di cloud storage yang mana. Jadi bertahap uploadnya satu per satu.

Catatan:
  • edisi 1 (edisi awal tahun 1950-60an) mayoritas adalah bahasa Indonesia dengan ejaan lama dan nama Hokkien.
  • edisi 2 (revisi pertama, sekitaran tahun 70an) mayoritas adalah bahasa Inggris 
  • edisi 3 (revisi terakhir, sekitaran tahun 2000 awal) mayoritas adalah bahasa Mandarin
untuk format , 
kolom edisi 1 dan edisi 2 adalah merupakan file ebook/epub, sedangkan edisi 3 adalah mayoritas file microsoft word. Untuk aplikasi atau software agar bisa membaca file-file tersebut, banyak beredar di internet jadi bisa cari sendiri, ketik saja ebook reader di search engine atau mesin pencari semacam google.

Biarpun ini adalah halaman download, saya tetap merekomendasikan para agan-agan untuk membeli buku asli resminya, seperti trilogi condor heroes atau trilogi rajawali cetakan gramedia terjemahan Robi Wijaya. Mengingat mereka sudah membayar lisensi mahal-mahal, mencetaknya, dan menerjemahkannya dengan susah payah, jadi patut dihargai usaha keras mereka. Bisa cari buku fisik resminya di toko-toko e-commerce seperti tokped, shopee, dan lainnya. Jumlah buku adalah 4 jilid untuk satu judul, jadi total ada 12 jilid (trilogy condor heroes).

update berkala!
jika ada link yang rusak atau broken link, harap lapor di kolom komentar.

Senin, 20 Juli 2020

[Cek Fakta] Akhir Cerita ROCH paling awal , Xiao Long Nu mati




apakah benar ini versi original dari ending ROCH? rumornya ini adalah cerita original yang dibuat Jin Yong sebelum beliau jilidkan novel edisi 1 ataupun terbitkan di surat kabar ming pao. Bahkan ada yang bilang Jin Yong sempat menerbitkannya di surat kabar koran Ming Pao sebelum ditarik kembali dan di revisi. Disini disebut Xiaolongnu meninggal dunia dan Yang Guo berakhir dengan Guo Fu. Jadi rumor ini sempat jadi hot topic didunia maya. Mari kita investigasi apakah benar?

Minggu, 05 Juli 2020

Bagaimana Partai/Perguruan mencari nafkah?



Kadang ada seorang penggemar cerita silat menanyakan, bagaimana sebuah partai/perguruan besar gitu mencari nafkah? bagaimana mereka mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan hidup sehari-hari? kadang seolah mereka tidak bekerja, tapi bisa hidup untuk keperluan sehari-hari, bahkan kadang ada yang kelihatan seolah-olah kaya.

Ada seseorang yang pernah menanyakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan Jin Yong, ini kira-kira jawaban Jin Yong.

T: Tolong jelaskan bagaimana cara tokoh silat dalam novel anda mencari nafkah hidup mereka?
J: Ada tokoh silat membuka biaoke (piao kek) untuk mencari nafkah, dan ini termasuk kelas bawah. Ada beberapa perguruan sebenarnya adalah tuan tanah, seperti Wudang Bai, bisa menghidupi diri. Tetapi ada perguruan yang rada miskin, seperti Linghu Chong dari Huashan Bai, kalau tidak dikasih uang oleh gurunya, dia bahkan tidak punya uang untuk membeli arak. Para pendekar ini lebih banyak yang melarat. Tapi karena kegiatan ekonomi bukan tema utama dalam cersil, maka biasanya bagian ini diabaikan.

Jadi dari jawaban yang om Jin Yong diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Bagaimana suatu perguruan mencari nafkah memang bukanlah sesuatu yang perlu diseriusin dalam cerita. Jika ingin dijabarkan pun mungkin bisa seperti penjelasan contoh berikut :

Soal mencari nafkah, Gampang aja, jawabnya, banyak dan bermacam macam.
Shaolin punya wilayah pertanian yang luas, ada beberapa ratus biksu pekerja, khusus di bagian pertanian. Adapula hukuman pelanggaran ketertiban, biksu ditetapkan untuk pada waktu tertentu, bekerja di bagian itu.
Sementara bila Wudang, tempat pertanian mereka digarap oleh para petani setempat, yang bekerja di Wudang.
Adapula perguruan yang mendapat hasil dari penempa'an barang olahan logam, misal Kongtong, kerajinan besi mereka amat terkenal.
Atau Kunlun, pandai dalam kerajinan bambu dan kayu, dan banyak membuat alat musik.
Lalu, sesuai wilayah. Ada partai di sekitar laut, mereka mengurus distribusi garam.
Di gunung, hasil kulit binatang semacam kulit harimau, kulit beruang, dan kulit menjangan sebagai hiasan.
Adapula khusus di bidang bahan pertabiban, mencari dan menanam ginseng dan rumput rumput serta tumbuhan untuk pengobatan.
Perguruan besar juga sering mendapat 'upeti persahabatan' dari biro pengawalan yang lewat, sudah biasa, untuk persahabatan dan keamanan.
Sementara biro pengawalan, dapat penghasilan dari orang orang kaya dan pedagang yang menyewa tenaganya.
Perguruan besar pun banyak yang 'mendapat panggilan' bila ada orang berkecukupan atau tuan tanah yang mendapat masalah atau ancaman, dan nyari 'bodyguard'.
Sementara sudah umum, banyak orang kaya pula yang suka berderma ke perguruan perguruan untuk menjalin persahabatan (alasan keamanan bila di masa depan terkena masalah agar gampang nyari bantuan).
Lalu adapula yang mengelola rumah judi, pintar menenun kain dari bahan ulat sutra, dekat dengan pertambangan misalkan minyak bumi (seperti di Puncak Terang, karena itulah mereka punya pasukan bendera api), dan lain lain. Masih ada agak banyak yang belum saya sebutkan.

itu diatas adalah sedikit penjelasan dari bung Khrisna Firman, dan kalau bisa kutambahin sedikit lagi 

Dalam cerita SPW, Biro Pengawalan Fu Wei ingin memperlebar sayapnya sampai ke Sichuan. Sichuan adalah tanah yang kaya, sangat makmur dan banyak penduduknya. Kalau bisa melewati Sichuan, bisa ke Shanxi di utara, atau Yunnan di selatan, bisnis akan bertambah palling sedikit tiga puluh persen. Akan tetapi propinsi Sichuan adalah tempat harimau mendekam dan naga sembunyi, jagoannya benar-benar tidak sedikit. Kalau kereta Biro Pengawalan Fu Wei ingin masuk ke Sichuan, tak bisa tidak harus berurusan dengan Perguruan Qingcheng dand Emei. Karena itu sejak 3 tahun lalu biro pengawalan Fu Wei selalu menyiapkan banyak hadiah untuk dikirim ke Kuil Cemara Angin milik Perguruan Qingcheng dan Vihara Puncak Emas milik Perguruan Emei.

Didunia nyata kita mengenal istilah "uang keamanan" , kadang juga memiliki nama-nama lain, harusnya di dunia wuxia juga gitu, ada uang keamanan yang harus dibayar secara periode ke "yang kuat" di wilayah kekuasaan itu. Kemudian juga ada "uang perkenalan" dan jasa tukang pukul.

Ada juga yang tidak mencari penghasilan, tetapi hanya makan dan bertahan hidup dari hasil alam ataupun bertani sendiri atau berternak sendiri untuk konsumsi sendiri. Juga ada yang memiliki tanah luas, menyewakan tanahnya ke orang lain dalam bentuk sewa tanah. Mungkin ada juga perguruan kecil atau miskin yang menyuruh muridnya kerja sampingan seperti melakukan buruh bangunan, mendirikan bangunan, rumah orang di sekitaran area.

Sedangkan banyak juga yang mendapat penghasilan dengan melakukan profesi kejahatan atau kriminal, seperti yang banyak terjadi di organisasi di cerita SSWRB. Mereka merampok , mengancam, mencuri, menyandera, membakar, menjarah harta benda orang lain, dan berbagai kejahatan lainnya. Juga ada partai Changle di cerita OTG (medali wasiat) yang melakukan jasa pembunuhan (pembunuh bayaran) atau menghancurkan suatu partai atas suruhan atau permintaan client , mereka dibayar dengan jumlah uang yang besar. Ada juga yang melakukan monopoli suatu usaha, seperti di cerita HSDS dan DOMD (pangeran menjangan) ada yang melakukan monopoli usaha garam.

Sedangkan untuk aliran lurus atau orthodox, bisa juga dengan menjual amulet yang telah di-blessing. Biasa aliran orthodox yang punya nama makin besar, akan makin di-hunting (dicari) barangnya dan memiliki nilai lebih tinggi, misalkan Shaolin gitu. Apalagi kalau barang itu dianggap sakral. Sumbangan pun sering dilakukan oleh orang kaya ke aliran orthodox sebagai bentuk kehormatan.
Suatu perguruan yang memiliki anggota berbakat seni tinggi, bisa menjual karya seni-nya dengan harga tinggi. Tidak lupa juga ada perguruan ilmu silat yang bisa menarik "uang sekolah" kepada muridnya, jadi kamu boleh bergabung dan diajarkan ilmu silat oleh sang guru, kemudian sang murid membayar "uang belajar" ke perguruan/guru itu. 


Sabtu, 04 Juli 2020

Perbedaan cerita Meteor, Kupu-kupu, Pedang antara versi adaptasi TV 2010 dan Novel



𝗽𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗼𝗿 , 𝗕𝘂𝘁𝘁𝗲𝗿𝗳𝗹𝘆, 𝗦𝘄𝗼𝗿𝗱 (𝗠𝗲𝘁𝗲𝗼𝗿, 𝗞𝘂𝗽𝘂𝟮, 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴) 𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗽𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗧𝗩 𝟮𝟬𝟭𝟬 𝗱𝗮𝗻 𝗡𝗼𝘃𝗲𝗹. 


Rabu, 01 Juli 2020

Organisasi/Partai/Kelompok yang ada di ROCH



Angela Baby




Tidak seperti pada cerita HSDS, tidak banyak partai yang muncul pada cerita ROCH (kembalinya pendekar rajawali), cerita hanya berpusat pada sekte Quanzhen, aliran kuburan kuno, partai pengemis, dan lembah tanpa cinta. Berikut nama-nama yang muncul pada cerita ROCH:

Kamis, 25 Juni 2020

Wolong Sheng, penulis wuxia kreatif


Cover novel 金筆點龍記 dari JohnD


Wolong Sheng (wo lung shen, lahir 1930 - 1997) adalah salah satu penulis cersil (wuxia) yang paling terkenal selain trio Jin Yong, Gu Long, dan Liang Yusheng. Secara total dalam kurun waktu 36-37 tahun, terdapat lebih dari 100 judul cerita yang menggunakan namanya, padahal yang aslinya benar-benar ditulis oleh dia cuma 40-50an. Hal ini disebabkan karena pada suatu waktu Wolong Sheng membutuhkan dana karena sedang banyak hutang, sehingga memperbolehkan orang lain atau penulis lain menggunakan namanya untuk cerita yang bukan ditulis olehnya. Wolong Sheng meninggal dunia pada tahun 1997 saat berumur 66 tahun. Sebelum meninggal dia sempat berkeinginan untuk melakukan revisi pada ceritanya, dia berkeinginan untuk memilih 30 karya terbaiknya untuk direvisi, kemudian di cap stempel "Original Wolong Sheng". Sayangnya mimpi itu gagal terlaksana.
Gaya cerita Wolong Sheng mirip dengan Liang Yusheng dimana para pendekar Wanitanya memiliki pengaruh besar dan kuat atau dominan dalam cerita, memiliki ilmu silat yang tinggi , terkadang melebihi pria. 
Karya-karya Wolong Sheng awalnya dipublikasikan ke koran, kemudian dijilidkan kedalam novel. Karya pertama dan keduanya tidak selesai , dilanjuti oleh orang lain, sedangkan karya ketiganya merupakan yang pertama diselesaikan ceritanya yaitu yang berjudul Jade Hairpin.
Beberapa karya utamanya adalah Jade Hairpin, Swallow Startles the Dragon, dan Red Snow, Black Frost

Senin, 22 Juni 2020

Di saat Adaptasi Jin Yong "ngawur" soal cerita cinta para tokohnya

Ode To Gallantry versi 1989


Di saat Adaptasi  karya Jin Yong "ngawur" soal cerita cinta para tokohnya


Adaptasi TV tidak selamanya setia terhadap isi novel, biasanya producer suka mengubah cerita, beberapa producer bahkan cukup banyak mengganti jalan cerita. Berikut beberapa diantaranya yang melenceng dan berhubungan dengan topik "cerita cinta" tokohnya.

Rabu, 17 Juni 2020

Sepuluh Besar Ilmu Jari

Tentu saja sebuah ilmu itu lebih tergantung bagaimana orang yang melatih atau menggunakannya, juga tergantung seberapa dalam atau tinggi tahapan tingkatan pemahaman dan penguasaannya.  Berikut adalah 10 ilmu jari dan sejenisnya yang memiliki kekuatan besar.

Kamis, 11 Juni 2020

Xiao Feng ketua generasi ke berapa?




Sebenarnya Xiao Feng (Qiao Feng) itu ketua pengemis (Gaibang) generasi keberapa? Berapa generasi jarak antara Xiao Feng ke Hong Qigong?