HSDS2019

HSDS2019
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2020

Bagaimana Partai/Perguruan mencari nafkah?



Kadang ada seorang penggemar cerita silat menanyakan, bagaimana sebuah partai/perguruan besar gitu mencari nafkah? bagaimana mereka mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan hidup sehari-hari? kadang seolah mereka tidak bekerja, tapi bisa hidup untuk keperluan sehari-hari, bahkan kadang ada yang kelihatan seolah-olah kaya.

Ada seseorang yang pernah menanyakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan Jin Yong, ini kira-kira jawaban Jin Yong.

T: Tolong jelaskan bagaimana cara tokoh silat dalam novel anda mencari nafkah hidup mereka?
J: Ada tokoh silat membuka biaoke (piao kek) untuk mencari nafkah, dan ini termasuk kelas bawah. Ada beberapa perguruan sebenarnya adalah tuan tanah, seperti Wudang Bai, bisa menghidupi diri. Tetapi ada perguruan yang rada miskin, seperti Linghu Chong dari Huashan Bai, kalau tidak dikasih uang oleh gurunya, dia bahkan tidak punya uang untuk membeli arak. Para pendekar ini lebih banyak yang melarat. Tapi karena kegiatan ekonomi bukan tema utama dalam cersil, maka biasanya bagian ini diabaikan.

Jadi dari jawaban yang om Jin Yong diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Bagaimana suatu perguruan mencari nafkah memang bukanlah sesuatu yang perlu diseriusin dalam cerita. Jika ingin dijabarkan pun mungkin bisa seperti penjelasan contoh berikut :

Soal mencari nafkah, Gampang aja, jawabnya, banyak dan bermacam macam.
Shaolin punya wilayah pertanian yang luas, ada beberapa ratus biksu pekerja, khusus di bagian pertanian. Adapula hukuman pelanggaran ketertiban, biksu ditetapkan untuk pada waktu tertentu, bekerja di bagian itu.
Sementara bila Wudang, tempat pertanian mereka digarap oleh para petani setempat, yang bekerja di Wudang.
Adapula perguruan yang mendapat hasil dari penempa'an barang olahan logam, misal Kongtong, kerajinan besi mereka amat terkenal.
Atau Kunlun, pandai dalam kerajinan bambu dan kayu, dan banyak membuat alat musik.
Lalu, sesuai wilayah. Ada partai di sekitar laut, mereka mengurus distribusi garam.
Di gunung, hasil kulit binatang semacam kulit harimau, kulit beruang, dan kulit menjangan sebagai hiasan.
Adapula khusus di bidang bahan pertabiban, mencari dan menanam ginseng dan rumput rumput serta tumbuhan untuk pengobatan.
Perguruan besar juga sering mendapat 'upeti persahabatan' dari biro pengawalan yang lewat, sudah biasa, untuk persahabatan dan keamanan.
Sementara biro pengawalan, dapat penghasilan dari orang orang kaya dan pedagang yang menyewa tenaganya.
Perguruan besar pun banyak yang 'mendapat panggilan' bila ada orang berkecukupan atau tuan tanah yang mendapat masalah atau ancaman, dan nyari 'bodyguard'.
Sementara sudah umum, banyak orang kaya pula yang suka berderma ke perguruan perguruan untuk menjalin persahabatan (alasan keamanan bila di masa depan terkena masalah agar gampang nyari bantuan).
Lalu adapula yang mengelola rumah judi, pintar menenun kain dari bahan ulat sutra, dekat dengan pertambangan misalkan minyak bumi (seperti di Puncak Terang, karena itulah mereka punya pasukan bendera api), dan lain lain. Masih ada agak banyak yang belum saya sebutkan.

itu diatas adalah sedikit penjelasan dari bung Khrisna Firman, dan kalau bisa kutambahin sedikit lagi 

Dalam cerita SPW, Biro Pengawalan Fu Wei ingin memperlebar sayapnya sampai ke Sichuan. Sichuan adalah tanah yang kaya, sangat makmur dan banyak penduduknya. Kalau bisa melewati Sichuan, bisa ke Shanxi di utara, atau Yunnan di selatan, bisnis akan bertambah palling sedikit tiga puluh persen. Akan tetapi propinsi Sichuan adalah tempat harimau mendekam dan naga sembunyi, jagoannya benar-benar tidak sedikit. Kalau kereta Biro Pengawalan Fu Wei ingin masuk ke Sichuan, tak bisa tidak harus berurusan dengan Perguruan Qingcheng dand Emei. Karena itu sejak 3 tahun lalu biro pengawalan Fu Wei selalu menyiapkan banyak hadiah untuk dikirim ke Kuil Cemara Angin milik Perguruan Qingcheng dan Vihara Puncak Emas milik Perguruan Emei.

Didunia nyata kita mengenal istilah "uang keamanan" , kadang juga memiliki nama-nama lain, harusnya di dunia wuxia juga gitu, ada uang keamanan yang harus dibayar secara periode ke "yang kuat" di wilayah kekuasaan itu. Kemudian juga ada "uang perkenalan" dan jasa tukang pukul.

Ada juga yang tidak mencari penghasilan, tetapi hanya makan dan bertahan hidup dari hasil alam ataupun bertani sendiri atau berternak sendiri untuk konsumsi sendiri. Juga ada yang memiliki tanah luas, menyewakan tanahnya ke orang lain dalam bentuk sewa tanah. Mungkin ada juga perguruan kecil atau miskin yang menyuruh muridnya kerja sampingan seperti melakukan buruh bangunan, mendirikan bangunan, rumah orang di sekitaran area.

Sedangkan banyak juga yang mendapat penghasilan dengan melakukan profesi kejahatan atau kriminal, seperti yang banyak terjadi di organisasi di cerita SSWRB. Mereka merampok , mengancam, mencuri, menyandera, membakar, menjarah harta benda orang lain, dan berbagai kejahatan lainnya. Juga ada partai Changle di cerita OTG (medali wasiat) yang melakukan jasa pembunuhan (pembunuh bayaran) atau menghancurkan suatu partai atas suruhan atau permintaan client , mereka dibayar dengan jumlah uang yang besar. Ada juga yang melakukan monopoli suatu usaha, seperti di cerita HSDS dan DOMD (pangeran menjangan) ada yang melakukan monopoli usaha garam.

Sedangkan untuk aliran lurus atau orthodox, bisa juga dengan menjual amulet yang telah di-blessing. Biasa aliran orthodox yang punya nama makin besar, akan makin di-hunting (dicari) barangnya dan memiliki nilai lebih tinggi, misalkan Shaolin gitu. Apalagi kalau barang itu dianggap sakral. Sumbangan pun sering dilakukan oleh orang kaya ke aliran orthodox sebagai bentuk kehormatan.
Suatu perguruan yang memiliki anggota berbakat seni tinggi, bisa menjual karya seni-nya dengan harga tinggi. Tidak lupa juga ada perguruan ilmu silat yang bisa menarik "uang sekolah" kepada muridnya, jadi kamu boleh bergabung dan diajarkan ilmu silat oleh sang guru, kemudian sang murid membayar "uang belajar" ke perguruan/guru itu. 


Selasa, 24 Desember 2019

Action Figure tokoh Wuxia / cersil

ini ada beberapa foto koleksi action figure orang lain yang saya temukan di internet atau google. Sementara hanya tokoh-tokoh dari cerita Jin Yong ya, soalnya kalau mau semua cerita Wuxia , ntar kebanyakan jumlahnya. Jika kalian punya foto action figure tokoh yang tidak ada tertera dibawah, silahkan share di bagian komentar dibawah.

Selasa, 17 Desember 2019

Lokasi Nyata Wuxia bag. 1: Liuhe Pagoda





Liuhe Pagoda atau dalam bahasa Indonesia berarti Pagoda Enam Harmoni terletak di Hangzhou, provinsi Zhejiang. Pagoda ini muncul dalam cerita Pedang dan Kitab Suci (the book and the sword) karya Jin Yong. Pagoda ini memiliki 13 lantai. dan salah satu sisi berhadapan dengan sungai Qiantang. Sungai Qiantang sendiri terkenal dengan pasang surut nya yang menjadi salah satu kejadian cerita Pedang dan Kitab Suci, yaitu saat tokoh utama Chen Jialuo dan kaisar Qianlong menikmati pemandangan itu sambil bercakap-cakap.

Dalam cerita Pedang dan Kitab Suci, kaisar Qianlong diperdaya oleh seorang wanita prostitusi yang di suruh oleh kelompok bunga merah (red flower society), kemudian dijebak, diculik, dan disekap di Pagoda Liuhe ini , selama disekap, Qianlong dikerjain oleh para anggota Bunga Merah, mulai dari tidak diberi makan selama beberapa hari hingga kelaparan, dan disiksa secara batin, tujuannya adalah agar sang kaisar Qianlong juga merasakan bagaimana penderitaan rakyat kelas bawah itu seperti apa, dan berharap semoga sang kaisar sadar.

Yang menarik adalah setiap lantai dari Pagoda ini dijaga oleh anggota kelompok bunga merah dan sekutunya. Kaisar Qianlong disekap di lantai 12, dan setiap lantai dijaga oleh salah satu dari 15 anggota utama kelompok bunga merah (atau sekutunya).

Luar Pagoda - Ma Sian Kun dan Ma Tay Thing (nama hokkien, ga tau mandarinnya, lodge master)
Lantai 1 - An Kiankong dan Beng Kian Hiong (dua murid Zhou Zhongying)
Lantai 2 - Zhou Qi dan Xin Yan
Lantai 3 - kosong (kemungkinan dijaga Jiang Sigen, tapi turun kebawah bantu)
Lantai 4 - kosong (kemungkinan dijaga Wei Chunhua, yang naik keatas lt.6)
Lantai 5 - Shi Shuangying
Lantai 6 - Yang Chengxie , Wei Chunhua
Lantai 7 - Xu Tianhong
Lantai 8 - si kembar Chang Hezhi dan Chang Bozhi
Lantai 9 - Zhao Banshan
Lantai 10 - Zhou Zhongying (dari Villa Besi)
Lantai 11- Lu Feiqing (dari partai Wudang)
Lantai 12 - tempat QianLong ditahan, Chen Jialuo bincang2 disini
Lantai 13 - Taoist (pendeta) Wuchen

catatan: pada novel edisi 2 (terjemahan Graham Earnshaw), yang jaga lantai 3 adalah Shi Shuangying, lantai 4 = Wei Chunhua, lantai 5 = Yang Chengxie , lantai 11 = ruang makan . 

Saat perbincangan antara Chen Jialuo dan Kaisar Qianlong, tiba-tiba Pagoda Liuhe diserang oleh 2 orang tak dikenal , yang juga membawa 4 anjing buas. Kedua orang ini memiliki ilmu silat yang sangat tinggi, yang nantinya berhasil menyerbu sampai ke lantai 12 tempat Chen Jialuo dan Kaisar Kangxi berada. Kedua orang pasangan tua ini adalah sepasang elang dari gunung Tianshan, Cheng Zhengde dan Guan Mingmei. Mereka bukanlah musuh kelompok bunga merah, tetapi berniat membunuh kaisar Kangxi. Karena mereka tidak pernah bertemu kelompok bunga merah sebelumnya, maka saling salah paham kedua belah pihak. Setelah pembicaraan , akhirnya mereka sadar dan menghentikan perkelahian. Pendeta Wuchen sempat bertarung sengit cukup lama dengan si elang botak Cheng Zhengde dan kelihatan seimbang. 

Setelah kesalahpahaman itu selesai, Chen Jialuo berdiskusi secara privasi dengan kaisar Qianlong, dan didapat keputusan bahwa mereka saling berjanji untuk melaksanakan Grand Plan ("Rencana Megah", yaitu menjatuhkan Qing dari pemerintahan, memasang kembali orang Han sebagai pemegang kendali negara, dengan Qianlong tetap menjadi Kaisar). Saat itu pasukan Qing telah datang mengepung Pagoda Liuhe itu. Akibat pernjanjian Grand Plan itu, kelompok bunga merah melepaskan Qianlong, dan Qianlong juga membubarkan pasukan yang sedang mengepung Pagoda dengan dalih hanya mengunjungi kenalan disitu.



Rabu, 16 Oktober 2019

Alat alat musik yang muncul di Wuxia



Dalam Wuxia , ada begitu banyak alat musik tradisional Tiongkok yang muncul , berikut beberapa alat musik yang kerap muncul di dunia persilatan: